Kinerja probiotik Bacillus sp. pada pendederan benih ikan lele Clarias sp. yang diinfeksi Aeromonas hydrophila

  • , Sukenda Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Muhammad Mufthi Rafsyanzani Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • , Rahman Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Dendi Hidayatullah Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Abstract

ABSTRACT

 

This experiment was conducted to assess performance of Bacillus sp. probiotic on catfish juvenile Clarias sp. infected by Aeromonas hydrophila. The probiotic content in the diets were 0% (K+ and K-), 1%, and 2% in duplicates. This experiment used randomized design with four treatments and two replications. Juveniles with average body weight of 3.22±0.15 g/fish were reared in the 1.5×2.8×0.5 m3 pond with density of 800 fish/pond. Fish were reared for 30 days and fed three times a day at rate 8% of  total body weight. At day 31, catfish were challenged by A. hydrophila 0.1 mL (106 cfu/mL). Post infection observation was carried out ten days with density 10 fish/aquaria. The result showed that fish fed diet containing 2% probiotic gave the best probiotic performance with survival rate of catfish 83.33% after challenged, spesific growth rate 5.40%, and 0,75 of feed conversion ratio. The results of the blood profile showed significantly better results in the treatment of probiotics compared to the positive control after challenge test A. hydrophila. Probiotic Bacillus sp. has given as much as 2% on feed provides better performance on catfish juvenile.

 

Keywords: probiotic, Bacillus sp., A. hydrophila, catfish juvenille, growth

 

 

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja probiotik Bacillus sp. dalam pakan pada pendederan benih ikan lele Clarias sp. yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu kandungan probiotik dalam pakan perlakuan yaitu 0% (K+ dan K-), 1%,  dan 2%, masing-masing dengan dua ulangan. Ikan lele yang digunakan memiliki bobot rata-rata 3,22±0,15 g/ekor, dipelihara dalam kolam terpal berukuran 1,5×2,8×0,5 m3 dengan kepadatan 800 ekor/kolam. Ikan dipelihara selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari sebanyak 8% dari bobot tubuh ikan. Hari ke-31 benih lele diinjeksi bakteri A. hydrophila dosis 0,1 mL/ekor dengan kepadatan bakteri 106 cfu/mL. Pemeliharaan setelah diinfeksi dilakukan selama sepuluh hari dengan kepadatan 10 ekor/akuarium. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang diberi probiotik 2% memperlihatkan kinerja probiotik terbaik dengan tingkat kelangsungan hidup ikan lele sebesar 83,33% setelah diinfeksi dengan A. hydrophila; laju pertumbuhan harian sebesar 5,40%; dan konversi pakan 0,75. Hasil gambaran darah menunjukkan hasil yang signifikan lebih baik pada perlakuan pemberian probiotik dibandingkan kontrol positif pascauji tantang A. hydrophila. Probiotik Bacillus sp. yang diberikan sebanyak 2% pada pakan memberikan kinerja lebih baik pada pendederan benih ikan lele.

 

Kata kunci: probiotik, Bacillus sp., A. hydrophila, benih lele, pertumbuhan

 

Published
2016-12-22