Faktor Pemilihan Lokasi Bermukim pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Desa Guntur Macan, Kabupaten Lombok Barat
Abstract
Full text article
References
Amy, I. (2013). Penanganan Permukiman di Kawasan Rawan Bencana Gerakan Tanah Studi Kasus: Permukiman Sekitar Ngarai Sianok di Kelurahan Belakang Balok, Kota Bukittinggi. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 24 (2), 141-156
Armela, T. (2015). Pengaruh Kondisi Permukiman terhadap Preferensi Bermukim Buruh Industri di Permukiman Tiban Kampung. AGORA Jurnal Arsitektur, 15 (1), 36-51.
Bachry, A. A. S. (2015). Faktor Bermukim Masyarakat Terhadap Pola Persebaran Permukiman di Kawasan Rawan Bencana Longsor Kabupaten Magetan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Hidayati, Z. dan Noviana, M. (2016). Penanganan Preventif Terhadap Ancaman Tanah Longsor di Permukiman Bukit Selili – Samarinda. Prosiding Simposium Nasional RAPI, XV, 219–226.
Muta’ali, L. (2015). Teknik Analisis Regional Untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan, 124–127. Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Wardi, L. H. S., Sushanti, I. R., dan Widayanti, B. H. (2014). Karakteristik dan Perubahan Pola Permukiman Nelayan Lingkungan Karang Panas, Kelurahan Ampenan Selatan Kota Mataram. Jurnal Penelitian UNRAM, 18 (2), 29-39
Wiraprama, A. R., Zakaria, & Purwantiasning, A. W. (2014), Kajian Pola Permukiman Dusun Ngibikan Yogyakarta. Jurnal Arsitektur NALARs, 13 (1), 31-36.
Yuniarman, A., Widayanti, H., dan Hirsan, F. P. (2015). Karakteristik Pola Permukiman Pada Kawasan Perdesaan Studi Kasus: Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur. Majalah Ilmah Ulul Albab, 19 (1), 1-7.