Arahan Pengembangan Perkebunan Teh (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) Rakyat di Kabupaten Tasikmalaya
Abstract
Full text article
References
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya. (2011). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2011 – 2031. Tasikmalaya: Bappeda Kabupaten Tasikmalaya.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya. (2016). Kajian Pemanfaatan Lahan Kritis di Kabupaten Tasikmalaya. Tasikmalaya: Bappeda Kabupaten Tasikmalaya.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tasikmalaya. (2015). Identifikasi Komoditi Perkebunan (Teh) di Kabupaten Tasikmalaya. Tasikmalaya: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tasikmalaya.
Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. (2012). Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan Data Komoditas Perkebunan (PDKP). Jakarta: Kementerian Pertanian.
Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. (2017). Informasi Harga Pucuk Teh. Info Harga. www.disbun.jabarprov.go.id [20 April 2017].
Efendi, D.S., Syakir, M., Yusron, M., & Wiratno. (2010). Budidaya dan Pasca Panen Teh. Jakarta: BPPP Kementerian Pertanian.
Hardjowigeno, S. & Widiatmaka. (2007). Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan. Yogyakarta: UGM Press.
Hikmatullah, Suparto, Tafakresnanto, C., Sukarman, Suratman, & Nugroho K. (2014). Petunjuk Teknis Survei dan Pemetaan Tanah Tingkat Semi Detail Skala 1:50,000. Jakarta: BPPP Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian. (2014). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/OT.140/4/ 2014 tentang Pedoman Teknis Budidaya Teh yang baik.
Lillesand, T. M., & Kiefer, R. W. (1997). Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Sutanto, Ed. Yogyakarta: UGM Press.
Mayrowani, H. & Darwis, V. (2010). Perspektif Pemasaran Bawang Merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di dalam : Suradisastra K., Yusdja, Y., & Nurmanaf, A. R. Ed. Prosiding Seminar Nasional Dinamika Pembangunan Pertanian dan Perdesaan. Bogor: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
Mulyono, A., Lestiana, H. & Mulyadi, D. (2011). Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Teh di Wilayah Sagalaherang, Subang, Jawa Barat. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, 21(2), 21-36.
Novasyurahati, Sjarmidi, A., & Gunawan, W. (2013). Strategi untuk Perbaikan Manajemen Perkebunan Teh Rakyat: Studi Kasus di Kecamatan Pasirjambu dan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Jurnal Matematika & Sains, 19 (2), 33-49.
Nugraheni, F. (2012). Analisis Kelayakan Usaha Tani Teh Rakyat di Desa Mojotengah Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Skripsi. Universitas Sebelas Maret.
Onduru, D. D., de Jager, A., Hiller, S., & Van den Bosch, R. (2012). Sustainability of smallholder tea production in developing countries: Learning experiences from farmer field schools in Kenya. International Journal of Development and Sustainability. Eng., 1(3), 714-742.
Perera, P. (2014). Tea Smallholders in Sri Lanka: Issues and Challenges in Remote Areas. International Journal of Business and Social Science. Eng., 12 (5), 107-117.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2015). Statistik Perkebunan Teh Indonesia 2014 – 2016. Jakarta: Setjen Kementerian Pertanian.
Rachim, D. A., & Arifin, M. (2011). Klasifikasi Tanah di Indonesia. Bandung: Pustaka Reka Cipta.
Rangkuti, F. (1997). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Ritung, S., Nugroho, K., Mulyani, A., & Suryani, E. (2011). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Bogor: BBSDLP Kementerian Pertanian.
Sairdama, S. S. (2013). Analisis Pendapatan Petani Kopi Arabika (Coffea arabica) dan Margin Pemasaran di Distrik Kamu Kabupaten Dogiyai. Jurnal Agribisnis Kepulauan, 2 (2), 44-56.
Soekartawi. (2002). Analisis Usaha Tani. Jakarta: UI Press.
Sukmono, A. (2015). Analisis Kesesuaian Lahan Teh di Banjarnegara Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Geoid 10, 179-186.
Wellela, N.N.K., Gunatilake, J. & Shyamalie, H.W. (2012). Use of Geographic Information System in Tea Plantation Management: A Case Study at St, Coombs Estate, Talawakelle. J. Tea Science, Eng., 77 (1/2), 70-82.