PENGEMBANGAN GREEN AND BLUE ECONOMIC ECOSYSTEM MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: STUDI KASUS PROGRAM JAGAT KERTHI DI WILAYAH GILIMANUK
Keywords:
Jaga Kerthi, Pemberdayaan Masyarakat, Green Economy, Blue Economy, Circular Economy, CSRAbstract
Program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan perlu melampaui pemberian bantuan dan diarahkan pada pembentukan ekosistem ekonomi yang menghubungkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Artikel ini menganalisis Program Jagat Kerthi (Jaga Alam untuk Kehidupan) yang dikembangkan PT PLN Indonesia Power UBP Bali Unit PLTG Gilimanuk melalui pendekatan Green and Blue Economic Ecosystem. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Bahan analisis bersumber dari dokumentasi program, catatan kegiatan, observasi pelaksanaan, serta informasi monitoring dan evaluasi yang tersedia. Analisis deskriptif-tematik dilakukan dengan menelaah hubungan antara potensi dan kerentanan masyarakat, intervensi perusahaan, partisipasi kelompok, pemanfaatan sumber daya, serta penciptaan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program Jagat Kerthi menghubungkan berbagai kegiatan yang membentuk ekonomi sirkular melalui Kelompok Suketeki, Kelompok Alam Karangsewu, dan Kelompok Srikandi Karangsewu melalui pemanfaatan reject reverse osmosis (RO) melalui inovasi RO-TANI SIRKULAR. Program Jagat Kerthi mendorong pergeseran pola ekonomi dari gathering atau ketergantungan pada hasil alam menuju creating, value added, dan services melalui pengolahan sumber daya, pengembangan produk, serta jasa wisata konservasi. Meski demikian, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan kelembagaan, konsistensi partisipasi, akses pasar, regenerasi kepemimpinan, dan strategi keluar perusahaan yang terencana. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis ekosistem dapat memperluas peran CSR dari intervensi sektoral menjadi pemberdayaan yang saling terhubung, dengan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.
References
Ainuddin, I., Yuliana, Y., Alim, S., & Safitri, R. (2025). Model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi radikal dan circular economy: Studi kasus Lentera Sukamoro di PTBA Kertapati. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 4(1). https://doi.org/10.36490/jmdb.v4i1.1906
Merino, C., Martinez, L., & Bueno, Y. (2026). From shared knowledge to sustainable value: Social innovation-based entrepreneurship in the transition towards circular business models. Sustainability, 18(5), 2193. https://doi.org/10.3390/su18052193
Navulani, N. G., Nugroho, A., Siena, C., Saragih, S., & Pamukti, J. A. (2026). Community empowerment based on circular economy through the implementation of recycling activities in the Re-Di Program. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(1). https://doi.org/10.55381/jpm.v5i1.557
UNEP. (2011). Towards a Green economy: Pathways to Sustainable Development and Poverty Eradication. United Nations Environment Programme.
UNEP. (2020). Green economy. United Nations Environment Programme.
Warsiyah, Mawardi, & Fahrurozi, M. (2025). Circular economy in waste bank for sustainability and empowerment. Economics Development Analysis Journal, 14(3). https://doi.org/10.15294/edaj.v14i3.31787
World Bank. (2021). Oceans for Prosperity: Reforms for a Blue economy in Indonesia. World Bank.
World Bank. (2026). PROBLUE: The World Bank’s Blue economy Program. World Bank.