Analisis Sifat Inovasi dan Adopsi Teknologi Pertanian Organik di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur

Authors

  • Midiansyah Effendi Program Studi Penyuluhan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Jl. Kuaro, Samarinda, Kalimantan Timur, 75117, Indonesia
  • Gisky Andria Putra Program Studi Penyuluhan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Jl. Kuaro, Samarinda, Kalimantan Timur, 75117, Indonesia
  • Firda Juita Program Studi Penyuluhan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Jl. Kuaro, Samarinda, Kalimantan Timur, 75117, Indonesia
  • Herwan Galingging Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah, Jl. DR. Murjani II, Berau, Kalimantan Timur, 77352, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25015/22202670828

Keywords:

penerapan teknologi, sifat-sifat inovasi, sistem pertanian organik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat inovasi, mengukur tingkat adopsi teknologi sistem pertanian organik, dan menganalisis hubungan antara sifat inovasi dengan tingkat penerapan teknologi tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 87 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat inovasi teknologi sistem pertanian organik berada pada kategori tinggi dengan total skor rata-rata 48,10. Tingkat penerapan teknologi sistem pertanian organik juga berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 31,00. Namun, hasil uji korelasi baik secara parsial maupun simultan memperlihatkan bahwa signifikansi α = > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sifat inovasi dengan tingkat penerapan teknologi sistem pertanian organik di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun petani menilai sifat inovasi dan tingkat penerapan teknologi sama-sama berada pada kategori tinggi, persepsi terhadap sifat inovasi belum tentu menjadi faktor penentu utama dalam tingkat penerapan teknologi pertanian organik. Oleh karena itu, implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan pertanian organik ke depan sebaiknya beralih dari sekadar sosialisasi keunggulan inovasi menuju penguatan aspek kepastian harga dan pembukaan akses pasar yang jelas bagi produk organik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azwar, S. (2018). Metode penelitian psikologi (Edisi II). Pustaka Pelajar. https://opac.unbl.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1918&keywords=

Badan Standardisasi Instrument Pertanian, Kementerian Pertanian. (2023). Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729:2016 tentang Sistem pertanian organik (tanaman). https://repository.pertanian.go.id/items/d3516f35-451f-4316-9a30-5ccb7bf5a76e

Das, B., Pooniya, V., Shivay, Y. S., Zhiipao, R. R., Biswakarma, N., Kumar, D., Saikia, N., Kumar, A., Govindasamy, P., Barman, A., & Critykar, J. (2024). Twenty-one years’ impact of using organic amendments on the productivity of rice-wheat rotation and soil properties. Field Crops Research, 309, 109311. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378429024000649

Fairweather, D. L., & Kararigas, G. (2026). Importance of integrating biological sex and age analyses in health research. Biology of Sex Differences, 17, 84. https://doi.org/10.1186/s13293-026-00900-1

Fritz, M., Grimm, M., Keilbart, P., Laksmana, D. D., Luck, N., Padmanabhan, M., Subandi, N., & Tamtomo, K. (2021). Turning Indonesia organic: Insights from transdisciplinary research on the challenges of a societal transformation. Sustainability, 13(23), 13011. https://doi.org/10.3390/su132313011

Gomiero, T., Pimentel, D., & Paoletti, M. G. (2011). Environmental impact of different agricultural management practices: Conventional vs. organic agriculture. Critical Reviews in Plant Sciences, 30(1–2), 95–124. https://doi.org/10.1080/07352689.2011.554355

Gouroubera, M. W., Gouthon, M., Segnon, A. C., Dosso, F., Togbévi, Q. F., Moussa, I. M., & Zougmoré, R. B. (2026). Understanding farmers’ acceptance of digital technologies: A meta-analytic structural equation modeling approach based on the technology acceptance model. Frontiers in Sustainable Food Systems, 10, 1723715. https://doi.org/10.3389/fsufs.2026.1723715

Willer, H., Trávníček, J., Meier, C., & Schlatter, B. (2024). The world of organic agriculture: Statistics and emerging trends 2024. Research Institute of Organic Agriculture FiBL & IFOAM – Organics International. http://www.organic-world.net/yearbook/yearbook-2024.html

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

International Federation of Organic Agriculture Movements. (2024). The IFOAM norms for organic production and processing.

Kaine, G., & Wright, V. (2022). Relative advantage and complexity: Predicting the rate of adoption of agricultural innovations. Frontiers in Agronomy, 4, 967605. https://doi.org/10.3389/fagro.2022.967605

Mardikanto, T. (2009). Sistem Penyuluhan di Indonesia. Sebelas Maret University Press.

Möhring, N., Müller, A., & Schaub, S. (2024). Farmers’ adoption of organic agriculture—A systematic global literature review. European Review of Agricultural Economics, 51(5), 1245–1278. https://doi.org/10.1093/erae/jbae032

Rahayu, H. S. P., & Herawati. (2021). Keberlanjutan penerapan teknologi padi sawah ramah lingkungan dalam aspek kapasitas petani dan sifat inovasi di Sulawesi Tengah. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 228–236. https://doi.org/10.25015/17202133534

Reganold, J. P., & Wachter, J. M. (2016). Organic agriculture in the twenty-first century. Nature Plants, 2, 15221. https://doi.org/10.1038/nplants.2015.221

Reza, W. P., Marzolina, M., & Musfar, T. F. (2017). Pengaruh tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan penempatan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Riau Kepri Cabang Teluk Kuantan. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi, 4(1), 426–437.

Riduwan, S. (2017). Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Komunikasi, Ekonomi. Alfabeta.

Rogers, E. M., Singhal, A., & Quinlan, M. M. (2019). Diffusion of innovations. In M. B. Salwen & D. W. Stacks (Eds.), An integrated approach to communication theory and research (pp. 126–141). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203710753-35

Singarimbun, M., & Effendi, S. (2017). Metode penelitian survei. LP3ES.

Subana, M. (2019). Dasar-dasar penelitian ilmiah. CV Pustaka Setia.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2025). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2, cetakan ke-7). Alfabeta.

Sumardjo, Firmansyah, A., Dharmawan, L., Darmawan, C., Martuti, N. K. T., Zaenudin, H. N., & Melati, I. S. (2026). Communication as the primary driver of IoT-based smart farming adoption: The mediating role of innovation perception and the supporting function of institutional mechanism. Frontiers in Communication, 11, 1752567. https://doi.org/10.3389/fcomm.2026.1752567

Sumarwan, U. (2018). Perilaku konsumen (Edisi ke-2, cetakan ke-2). Universitas Terbuka.

Zhang, Q. F. (2024). From sustainable agriculture to sustainable agrifood systems: A comparative review of alternative models. Sustainability, 16(22), 9675. https://doi.org/10.3390/su16229675

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Effendi, M. ., Putra, G. A., Juita, F. ., & Galingging, H. . (2026). Analisis Sifat Inovasi dan Adopsi Teknologi Pertanian Organik di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Jurnal Penyuluhan, 22(02), 227-237. https://doi.org/10.25015/22202670828