Pemantauan Jasa Ekosistem untuk Tata Air DAS Cisangkuy Hulu dan Tengah

Penulis

  • Miesriany Hidiya Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Eggy Arya Giofandi Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Andini Tribuana Tunggadewi Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Beata Ratnawati Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Boedi Tjahjono Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

DOI:

https://doi.org/10.29244/jitl.27.2.102-114

Kata Kunci:

DAS Cisangkuy, jasa ekosistem, Jawa Barat, MCE, NDVI, pengaturan air, TWI

Abstrak

Jasa ekosistem pengaturan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisangkuy bagian tengah dan hulu mempunyai peran penting untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain di wilayah bawahnya. Hal ini terkait dengan kebutuhan air sehari-hari ataupun terkait dengan ancaman bencana, dikarenakan kerusakan ekosistem di wilayah atas dapat mendatangkan bencana banjir seperti yang selama ini terjadi di daerah penelitian. Penelitian ini bertujuan memantau jasa ekosistem pengatur air berdasarkan karakteristik biofisik wilayah. Pendekatan yang digunakan berbasis Multi Criteria Evaluation (MCE) terhadap tiga parameter utama yaitu Topographic Wetness Index (TWI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan kemiringan lereng. Data utama yang digunakan adalah DEM SRTM 30m dan citra satelit Landsat 5 TM dan 8/9 OLI-TIRS periode 2000–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai TWI daerah penelitian secara keluasan didominasi oleh kelas “tinggi” (40,72 %) dan “sangat tinggi” (36,79 %). Adapun untuk kelas lereng didominasi oleh kelas “agak curam” (23,09%) dan “curam” (23,07%). Sementara itu untuk kerapatan vegetasi (NDVI) terjadi perubahan luasan yang cukup dinamis. Kelas “sangat rapat” mengalami penambahan luas cukup signifikan dari 0,43 % (2000) menjadi 1,19 % (2004), dan meningkat tajam menjadi 45,26 % (2024). Sementara itu pada kelas “rapat” sempat naik dari 30,53 % (2000) menjadi 38,58 % (2004), namun mengalami penurunan menjadi 26,16 % (2024). Untuk kelas kerapatan “sedang” sempat naik dari 45,05 % (2000) menjadi 47,43 % (2004) namun turun menjadi 18,47% (2024). Dinamika perubahan luas ini berdampak pada nilai jasa ekosistem pengatur air dimana kelas “tinggi” sempat turun dari 37,95% (2000) menjadi 17,23 % (2004), namun meningkat kembali menjadi 37,76 % (2024). Temuan ini menegaskan bahwa telah terjadi perbaikan ekosistem DAS Cisangkuy bagian tengah dan hulu dalam kurun waktu 20 tahun (2004 ke 2024). Diharapkan kondisi ekosistem tetap terjaga atau membaik sehingga dapat menekan dampak banjir wilayah hilir di masa mendatang. 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Miesriany Hidiya, Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan, Sekolah Vokasi, IPB University
    ITSL

Referensi

Aduah, M.S., G.P.W. Jewitt and M.L.W. Toucher. 2017. Assessing impacts of land use changes on the hydrology of a lowland rainforest catchment in Ghana, West Africa. Water, 10(1): 9-19. https://doi.org/10.3390/w10010009

Altunel, A.O. 2023. The effect of DEM resolution on topographic wetness index calculation and visualization: An insight to the hidden danger unraveled in Bozkurt in August, 2021. International Journal of Engineering and Geosciences, 8(2): 165–172. https://doi.org/10.26833/ijeg.1110560

Baidya, P., D. Chutia, S. Sudhakar, C. Goswami, J. Goswami, V. Saikhom, P.S. Singh and K.K. Sarma. 2014. Effectiveness of Fuzzy Overlay Function for Multi-Criteria Spatial Modeling—A Case Study on Preparation of Land Resources Map for Mawsynram Block of East Khasi Hills District of Meghalaya, India. Journal of Geographic Information System, 6(6): 605–612. https://doi.org/10.4236/jgis.2014.66050

Beven, K.J. and M.J. Kirkby. 1979. A physically based, variable contributing area model of basin hydrology. Hydrological Sciences Bulletin, 24(1): 43–69. https://doi.org/10.1080/02626667909491834

BNPB. 2024. Infografis bencana tahun 2024. https://www.bnpb.go.id/infografis/infografis-bencana-tahun-2024 (diakses 18 April 2025)

[BPBD] Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung. 2013. Rekapitulasi Kejadian Bencana Banjir Tahun 2013 di Kabupaten Bandung.BPBD Kab. Bandung, Bandung.

[BPBD] Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung. 2014. Rekapitulasi Kejadian Bencana Banjir Tahun 2014 di Kabupaten Bandung.BPBD Kab. Bandung, Bandung.

Brauman, K.A., G.C. Daily, T.K. Duarte and H.A. Mooney. 2007. The nature and value of ecosystem services: An overview highlighting hydrologic services. Annual Review of Environment and Resources, 32(1): 67–98. https://doi.org/10.1146/annurev.energy.32.031306.102758

Fenta, A.A., H. Yasuda, K. Shimizu, N. Haregeweyn and A. Negussie. 2016. Dynamics of Soil Erosion as Influenced by Watershed Management Practices: A Case Study of the Agula Watershed in the Semi-Arid Highlands of Northern Ethiopia. Environmental Management, 58(2016): 889–905. https://doi.org/10.1007/s00267-016-0757-4

Foley, J.A., R. DeFries, G.P. Asner, C. Barford, G. Bonan, S.R. Carpenter, F.S. Chapin, M.T. Coe, G.C. Daily, H.K. Gibbs, J.H. Helkowski, T. Holloway, E.A. Howard, C.J. Kucharik, C. Monfreda, J.A. Patz, I.C. Prentice, N. Ramankutty and P.K. Snyder. 2005. Global consequences of land use. Science, 309(5734): 570–574. https://doi.org/10.1126/science.1111772

Giofandi, E.A. dan D. Sekarjati. 2020. Persebaran Fenomena Suhu Tinggi melalui Kerapatan Vegetasi dan Pertumbuhan Bangunan serta Distribusi Suhu Permukaan. Jurnal Geografi , 17(2): 56–62. https://doi.org/10.15294/jg.v17i2.24486

Grimm, K., M.T. Nasab and X. Chu. 2018. TWI computations and topographic analysis of depression-dominated surfaces. Water, 10(5): 663-674 https://doi.org/10.3390/w10050663

Gunawan, H., T. Setyawati, T. Atmoko, Subarudi, R.T. Kwatrina, I. Yeny, T.W. Yuwati, R. Effendy, L. Abdullah, Mukhlisi, T. Lastini, D.I.D. Arini, U.K. Sari, B.S. Sitepu, F. Pattiselanno dan W. Kuswanda. 2024. A review of forest fragmentation in Indonesia under the DPSIR framework for biodiversity conservation strategies. Global Ecology and Conservation, 51(2024): e02918. https://doi.org/10.1016/j.gecco.2024.e02918

Gunawardana, S.K., S. Shrestha, S. Mohanasundaram, K.R. Salin and T. Piman. 2021. Multiple drivers of hydrological alteration in the transboundary Srepok River Basin of the Lower Mekong Region. Journal of Environmental Management, 278(P1): 111524. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2020.111524

Irawan, M.F., Y. Hidayat dan B. Tjahjono. 2018. Penilaian Bahaya dan Arahan Mitigasi Banjir di Cekungan Bandung. J. Il. Tan. Lingk., 20(1): 1-6. http://dx.doi.org/10.29244/jitl.20.1.1-6

Kompas. 2025. Empat Kecamatan di Kabupaten Bandung Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi: https://bandung.kompas.com/read/2025/03/09/185919278/empat-kecamatan-di-kabupaten-bandung-terendam-banjir-ratusan-warga-mengungsi (Diakses 17 April 2025)

Lamb, D. 2018. Undertaking large-scale forest restoration to generate ecosystem services. Restoration Ecology, 26(4): 657–666. https://doi.org/10.1111/rec.12706

Li, R., G. Zhu, S. Lu, S., Sang, G. Meng, L. Chen, Y. Jiao and Q. Wang. 2023. Effects of urbanization on the water cycle in the Shiyang River basin: based on a stable isotope method. Hydrology and Earth System Sciences, 27(24): 4437–4452. https://doi.org/10.5194/hess-27-4437-2023

Liu, B., Pan, L., Qi, Y., Guan, X., & Li, J. 2021. Land use and land cover change in the yellow river basin from 1980 to 2015 and its impact on the ecosystem services. Land, 10(10): 1080-1102. https://doi.org/10.3390/land10101080

Lu, Y., M. Liu, S. Zeng and C. Wang. 2021. Screening and mitigating major threats of regional development to water ecosystems using ecosystem services as endpoints. Journal of Environmental Management, 293(2021): 112787. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2021.112787

Mazlan, B. Tjahjono dan B. Barus. 2020. Bahaya Banjir dan Longsor di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung Jawa Barat. J. Il. Tan. Lingk., 22(1): 1-9. http://dx.doi.org/10.29244/jitl.22.1.1-9

Millennium Ecosystem Assessment. 2005. Ecosystems and Human Well-being: Synthesis. Island Press, Washington, DC.

Ouyang, W., F. Hao, A.K. Skidmore and A.G. Toxopeus. 2010. Soil erosion and sediment yield and their relationships with vegetation cover in upper stream of the Yellow River. Science of the Total Environment, 409(2): 396–403. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2010.10.020

Resubun, M.L., E.D. Wahjunie dan S.D. Tarigan. 2018. Analisis Potensi Ketersediaandan KebutuhanAir di DAS Cisangkuy. J. Il. Tan. Lingk., 20(2): 57-62. http://dx.doi.org/10.29244/jitl.20.2.57-62

Rouse, J.W., R.H. Haas, J.A. Schell and D.W. Deering. 1973. Monitoring Vegetation Systems in The Great Plains with ERTS. Paper A 20. Pp. 309-317. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:133358670

Sørensen, R., U. Zinko and J. Seibert. 2006. On the calculation of the topographic wetness index: Evaluation of different methods based on field observations. Hydrology and Earth System Sciences, 10(1): 101–112. https://doi.org/10.5194/hess-10-101-2006

Spadoni, G.L., A. Cavalli, L. Congedo and M. Munafò. 2020. Analysis of Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) multi-temporal series for the production of forest cartography. Remote Sensing Applications: Society and Environment, 20(2020): 100419. https://doi.org/10.1016/j.rsase.2020.100419

Sulfa A.M., B. Tjahjono dan K. Munibah. 2017. Analisis Daya Dukung Bentanglahan di DAS Cisangkuy untuk Tata Air dan Pengendalian Banjir. [Skripsi] Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institiut Pertanian Bogor

Zhao, Q., D. Li, M. Zhuo, T. Guo, Y. Liao and Z. Xie. 2015. Effects of rainfall intensity and slope gradient on erosion characteristics of the red soil slope. Stochastic Environmental Research and Risk Assessment, 29(2): 609–621. https://doi.org/10.1007/s00477-014-0896-1

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-01

Cara Mengutip

Hidiya, M., Giofandi, E. A., Tunggadewi, A. T., Ratnawati, B., & Tjahjono, B. (2025). Pemantauan Jasa Ekosistem untuk Tata Air DAS Cisangkuy Hulu dan Tengah. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 27(2), 102-114. https://doi.org/10.29244/jitl.27.2.102-114