Section Research Articles

Perencanaan Pengembangan Prasarana Kawasan Ekowisata Situ Gede Kota Bogor

Infrastructure Development Planning of Situ Gede Ecotourism Area
Vol. 6 No. 1: April 2021:

Muhammad Fatahudin (1), M Yanuar Jawardi Purwanto (2), Maulana Ibrahim Rau (3)

(1) IPB University, Indonesia
(2) IPB University, Indonesia
(3) IPB University, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

Situ Gede area includes a local protection area, functioning as a water catchment area and protected area that will be developed into an ecotourism area based on RTRW and RTBL Situ Gede area and CIFOR fiscal year 2014. The research was conducted to evaluate the existing infrastructure and to make the planning of its development special on environmental roads, waste systems, and parking buildings. The research method begins with the creation of the basic map of Situ Gede area, the retrieval of existing data using secondary data, infrastructure planning in the form of environmental roads, waste management system, and parking building planning, and the creation of infrastructure development planning map Situ Gede area as an external expected from this research. Planning to observe the conservation aspects of water resources by conducting zoning utilization. The zoning arrangement was conducted to provide protection, use, and control of existing resources, especially the creation of a lake boundary of 50 m wide from the body.

References

Agusbushro R, Makarau VH, Sembel A. 2015. Analisis kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado[skripsi]. Manado (ID): Universitas Sam Ratulangi Manado.

[BPSDA] Badan Pengelolaan Sumberdaya Air Kota Bogor. 2008. Pengelolaan Sumberdaya Air. Bogor (ID) : Departemen Pekerjaan Umum.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2004. Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. SNI 03-1733-2004. Jakarta (ID): Badan Standardisasi Nasional.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2004. Geometri Jalan Perkotaan. RSNI T-14-2004. Jakarta (ID):

Badan Standardisasi Nasional. [DirjenPD] Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 1996. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Keputusan Dirjen Perhubungan Darat nomor 272/HK.105/DRJD/96. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Hatmoko W, Triweko RW, Yudianto D. 2012. Sistem pendukung keputusan untuk perencanaan alokasi air secara partisipatoris pada suatu wilayah sungai. Jurnal Teknik Hidrolik. 3(1): 71-86.

Hijriati E, Mardiana R. 2014. Pengaruh ekowisata berbasis masyarakat terhadap perubahan kondisi ekologi, sosial dan ekonomi di Kampung Batusuhunan, Sukabumi. Jurnal Sosiologi Pedesaan. 2(3): 146-159.

[PemkotBogor] Pemerintah Kota Bogor. 2011. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor 2011-2031. Peraturan Daerah Kota Bogor nomor 8 Tahun 2011. Bogor (ID): Sekretariat Kota Bogor.

[PermenPUPR] Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2015. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Nomor 28/PRT/M/2015 Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau. Jakarta (ID). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

[PRI] Pemerintah Republik Indonesia. 2004. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan. Jakarta(ID). Sekretariat Negara.

Satria D. 2009. Strategi pengembangan ekowisata berbasis ekonomi lokal dalam rangka program pengentasan kemiskinan di wilayah kabupaten malang. Journal of Indonesian Applied Economics. 3(1): 37-47.

Sadewa T, Sutoyo. 2018. Kajian sistem drainase di daerah Jalan Pemuda, Kota Bogor. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan. 3(3): 117-126

Widyanigsih P. 2015. Penilaian ekonomi Situ Gede, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor[skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

How to Cite

1.
Perencanaan Pengembangan Prasarana Kawasan Ekowisata Situ Gede Kota Bogor: Infrastructure Development Planning of Situ Gede Ecotourism Area. J-Sil [Internet]. 2021 Apr. 28 [cited 2026 Jan. 13];6(1):49-60. Available from: https://journal.ipb.ac.id/jsil/article/view/35070