Conflict Resolution Between of Renda Villagers and Ngali, Belo Subdistrict, Bima Regency of The Province of West Nusa Tenggara (NTB)

Arihan ., Ahmad Zuber, Bagus Haryono

Abstract


ABSTRACT
The conflict between villages in Bima Regency involves large masses and have the same identity. Equally the muslim,   Tribes of mbojo, and the same Maja labo dahu Cultural. The conflict between the village of Renda  with  Ngali  village in district of Belo Bima Regency forms the social solidarity which the massif of fellow  villagers. The results of this research show that; Conflicts between villagers backed by the communal nature of a sense of revenge due to the pride of the villagers who were disturbed by the actions of the other villagers that violates the values, norms and ethics prevailing in the village of Renda and Ngali village, conflict resolution  process  between  villagers Renda and Ngali through several  stages; First, the kesepakan is reached  through  Deliberation  and  Consensus  with upholding a culture of Maja  Labo Dahu.  Second, the settlement  based on chronological events, the conflict ended by itself when the outcome of the conflict was balanced, it is likely to be temporary. Thirdly,maintenance of peace with the reconciliation of the regional Government of Bima. A form of conflict resolution with the customary approach of deliberation  and  Consensus, approach  local wisdom  Maja labo dahu Culture  followed by  determination of the sanctions for the perpetrators of the violations. Conflict Research  Development  measures is urgently needed to bring about the integrity of the nation›s peaceful and prosperous future.
Keywords: Ndempa Ndiha traditions, conflict resolution, reconciliation,between villages


ABSTRAK
Konflik antar desa di Kabupaten Bima melibatkan massa yang berjumlah besar, sementara masyarakat memiliki kesamaan latar belakang identitas. Penduduk kabupaten Bima berpenduduk muslim, Suku Mbojo dengan menggunakan bahasa Bima, dan menganut budaya Maja labo dahu. Konflik yang berlangsung diantara desa Renda dengan desa Ngali di kecamatan Belo Kabupaten Bima terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; Konflik antar desa dilatarbelakangi sifat komunal dari rasa dendam akibat harga diri masyarakat desa yang terganggu oleh tindakan dari warga desa lain yang dianggap melanggar nilai, norma dan etika yang berlaku di desa Renda dan Ngali, proses resolusi konflik antar masyarakat desa Ngali dan Renda melalui beberapa tahap; pertama, tercapai kesepakan damai melalui Musyawarah dan Mufakat dengan menjunjung tinggi nilai Budaya Maja labo dahu. Kedua, penyelesaian berdasarkan kronologis kejadian, konflik berakhir dengan sendirinya ketika hasil konflik berimbang, hal ini cenderung bersifat sementara. Ketiga, pemeliharaan perdamaian dengan rekonsiliasi dari pemerintah daerah Bima. Bentuk resolusi konflik dengan pendekatan adat Musyawarah dan Mufakat (Mbolo ro dampa), pendekatan kearifan lokal Budaya Maja labo dahu yang diikuti dengan penetapan sanksi bagi pelaku pelanggaran. Langkah Pengembangan penelitian konflik sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keutuhan bangsa yang damai dan sejahtera kedepanya.
Kata kunci: Resolusi Konflik, Tradisi Ndempa Ndiha, Rekonsiliasi, Konflik antar desa


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22500/sodality.v6i2.23236


Editorial Office

Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan

Department of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

FEMA Building, Wing 1 Level 3 Jalan Kamper, Kampus IPB Darmaga Bogor, 16680, Indonesia

 

Phone. 8425252/8627793; Fax 8627793

P-ISSN: 2302-7517 e-ISSN: 2302-7525

Email : jurnalsodality@apps.ipb.ac.id

 

Creative Commons Licence
Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.