Announcements

Call for Articles

Edisi Khusus Volume 9, No. 1, April 2021

Tema: "Prof. Sediono M.P. Tjondronegoro: Warisan Pemikiran dan Kontribusinya pada Ilmu Sosial dan Pembangunan Pertanian dan Pedesaan di Indonesia"

 

Pada 3 Juni 2020, ilmuwan sosiologi Indonesia yang terkemuka, Prof. Dr. Tjondronegoro, wafat dalam usia 92 tahun. Kepergian beliau merupakan kehilangan yang besar bagi dunia akademis di Indonesia, khususnya kalangan ilmuwan sosial dan lebih khusus lagi mereka yang menekuni penelitian pedesaan, agraria dan ekologi manusia. Beliau, bersama Prof. Sajogyo dan Prof. Pudjiwati Sajogyo, merupakan tokoh-tokoh pendiri yang meletakkan dasar-dasar pengembangan sosiologi pedesaan di Indonesia, khususnya melalui posisi beliau bertiga sebagai guru besar di Institut Pertanian Bogor.

Jika Prof. Sajogyo dikenal luas oleh ilmuwan dunia antara lain berkat rumusan “garis kemiskinan Sajogyo”, maka hal serupa juga berlaku pada Prof. Tjondronegoro berkat konsep “sodality” yang beliau populerkan. Oleh Prof. Tjondronegoro, konsep ini dikonstruksikan berdasarkan realitas sosial di pedesaan Indonesia untuk merujuk basis otonomi, kerja sama dan partisipasi yang genuine dari bawah. Merujuk hasil studi beliau di dua desa di Jawa, perwujudan “sodality” dalam pengertian demikian ternyata ditemukan pada tingkat dukuh, yakni unit teritori yang berada di bawah desa di mana hubungan informal dan ikatan solidaritas masih berlangsung cukup kuat. Meski demikian, “ruang lokalitas” ini tidak pernah terlepas dari, dan amat dipengaruhi oleh, kekuatan-kekuatan supra-lokal, seperti negara, pasar, partai politik, organisasi sosial non-desa, dan sebagainya. Pertemuan berbagai kekuatan tersebut tak jarang melahirkan hubungan-hubungan yang disharmonis di “ruang lokalitas” tadi, seperti ketidakselarasan, ketegangan, dan bahkan konflik.

Jurnal Sodality, yang berhutang nama pada konsep kunci yang dikembangkan oleh Prof. Tjondronegoro, terpanggil untuk menerbitkan edisi khusus sebagai tribute untuk mengenang dan mengapresiasi pemikiran dan kiprah beliau. Edisi khusus ini diharapkan menjadi forum ilmiah bagi para akademisi, peneliti dan penggerak masyarakat untuk mendialogkan warisan pemikiran Prof. Tjondronegoro dan memaknainya kembali untuk direaktualisasi pada realitas dan tantangan kekinian. Melalui penerbitan Jurnal Sodality edisi khusus ini, diharapkan berbagai aspek pemikiran beliau (termasuk, namun tidak terbatas pada, konsep “sodality”) dapat diapresiasi, dikritisi dan kemudian dikembangkan lebih lanjut demi memajukan ilmu-ilmu sosial dan kualitas hidup masyarakat pedesaan di Indonesia. Artikel yang diharapkan diterima oleh redaksi bisa berupa: (1) kajian konseptual-teoritis atas karya-karya Prof. Tjondronegoro; (2) kajian empiris atas kasus tertentu yang fokus, pendekatan, maupun kerangka konseptual/teoritisnya memperoleh inspirasi dari karya-karya Prof. Tjondronegoro; atau (3) kombinasi keduanya.

Deadline artikel adalah 28 Februari 2021. Penjelasan lebih lanjut mengenai call for articles untuk edisi khusus ini dapat dibaca melalui tautan di bawah ini.

Panduan Edisi Khusus Tribute to Prof. Tjondronegoro