Domination of Expert Agent in The Rural Development Programs

Anif Fatma Chawa, Indhar Wahyu Wira Harjo

Abstract


ABSTRACT
The study aims to examine the implementation of rural development programs. The study also shows an alternative model in how these programs could be conducted effectively. A case study approach were implemented to unveil the distribution of development programs organized by groups of farmers (Poktan) and the union of them (Gapoktan) in Sidoasri village, Sumbermanjing Wetan, Malang. The result of the study reveals that Gapoktan Committee as the expert agent dominated the mechanism and distribution of programs. In contrast, Gapoktan members only received passively the development programs and were not able to participate and initiate a change on these mechanism. In order to distribute the programs effectively, a participative model is highly required. There should be an ongoing assistance so the farmers could participate in decision making processes continualy, from identifying problems, finding the solution to the problems, and monitoring as well as evaluating these programs. This model would be effective to achieve empowerment objective of the rural development programs
Keywords: Gapoktan, Participation, Rural Development Programs, farmers and Poktan


ABSTRAK
Penelitian ini mengeksplorasi pengelolaan bantuan Kementrian Pertanian yang diberikan kepada petani. Kajian tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menggagas model pendampingan yang efektif dalam mengelola bantuan pertanian. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus diimplementasikan untuk menelaah pengelolaan bantuan pertanian yang diorganisir kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan bantuan pertanian petani di Desa Sidoasri didominasi pengurus Gapoktan sebagai expert agent. Anggota Gapoktan hanya berperan sebagai pihak penerima bantuan saja dan tidak memiliki kemampuan atau kesempatan untuk menciptakan inisiatif untuk melakukan perubahan terhadap kebijakan pengelolaan bantuan yang diterapkan para pengurus. Kondisi ini menjadikan pengelolaan bantuan terpusat dan tidak tepat sasaran. Agar bantuan pertanian ini berjalan lebih efektif, maka model pengelolaan bantuan yang bersifat partisipatif menjadi penting dilakukan. Partisipasi anggota Gapoktan dalam model tersebut perlu ditopang pendampingan yang berkelanjutan supaya keterlibatan petani bersifat holistik dan konsisten. Pendampingan berkelanjutan diproyeksi mendorong anggota Gapoktan terlibat sejak tahap mengidentifikasi masalah, memunculkan alternatif pemecahan masalah, memutuskan solusi untuk mengatasi problematika hingga mengevaluasi solusi yang diimplementasikan. Pendampingan dengan model ini berpotensi meningkatkan partisipasi petani dalam penentuan kebijakan pengelolaan bantuan pertanian. Partisipasi inilah yang ditawarkan sebagai jalan keluar bagi perbaikan pengelolaan bantuan pertanian.
Kata kunci: Gapoktan, partisipasi, pendampingan berkelanjutan, petani, dan Poktan


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22500/sodality.v6i1.21208


Editorial Office

Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan

Department of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

FEMA Building, Wing 1 Level 3 Jalan Kamper, Kampus IPB Darmaga Bogor, 16680, Indonesia

 

Phone. 8425252/8627793; Fax 8627793

P-ISSN: 2302-7517 e-ISSN: 2302-7525

Email : jurnal_sodality@yahoo.com

 

Creative Commons Licence
Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.