Demonstrasi Pengolahan Keripik Terong dan Boncabai sebagai Alternatif Ide Wirausaha Masa Pandemi di Kampung. Ciheulang, Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta

  • Nur Aulia Setiani
  • Yuvicko Gerhaen Purwansya
  • Anisya Elsa Shafira
  • Ahmad Fauzan
  • Liyantono Liyantono
Keywords: bon cabai, keripik terong, palawija, pengolahan pangan, wirausaha

Abstract

Desa Margaluyu merupakan salah satu desa yang dominansi perekonomiannya berasal dari pertanian. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lahan pertanian yang menghasilkan padi, cabai rawit, cabai merah, terong, dan kacang panjang. Hasil pertanian di Desa Margaluyu biasanya dijual langsung ke pasar atau untuk dikonsumsi pribadi. Permasalahan umumnya adalah pendapatan yang relatif rendah sehingga perlu upaya dalam meningkatkan pendapatan di desa, terutama saat harga komoditas sedang turun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sosialisasi pengolahan keripik terong dan boncabai sebagai alternatif ide wirausaha saat masa pandemi di Kampung Ciheulang, Desa Margaluyu, Kabupaten Purwakarta. Metode pelaksanaan dalam proses berbagi ilmu dan teknologi pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan olahan dilakukan dengan metode pendampingan, yaitu melakukan praktik pembuatan produk olahan keripik terong dan bon cabai secara langsung di lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Demonstrasi pengolahan terong dan cabai menjadi produk olahan keripik terong dan bon cabai berlangsung dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari ibu-ibu warga RT 002 Kampung Ciheulang. Hal tersebut dapat dilihat saat proses demonstrasi berlangsung ibu-ibu warga RT 002 sangat antusias untuk memperhatikan, membantu dan ikut serta dalam proses pembuatan produk olahan tersebut. Selain itu, pengolahan keripik terong dan bon cabai yang dilakukan dapat menjadi ide wirausaha. Keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 46.521 dengan rasio R/C diperoleh 1,87 sedangkan keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 35.163 dengan rasio R/C nya 1,90.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Liyantono Liyantono

Departemen Teknik Mesin dan Biosistem

References

Abdurachman AA, Subehi M, Hasanah L, Sulistiyowati H, Uliyah, Surasa J, Martono D, Indah K, Heruwaty, Sulistiawati E et al. 2020. Statistik Lahan Pertanian Tahun 2015-2019. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal – Kementerian Pertanian.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Statistik Indonesia 2013. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Dendang N, Lahming, Rais M. 2016. Pengaruh lama dan suhu pengeringan terhadap mutu bubuk cabai merah (Capsicum annuum L.) dengan menggunakan cabinet dryer. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 2:30–39.doi: 10.26858/jptp.v2i0.5183.

Faizin M, Saputra DAW. 2020. Keripik terong sebagai alternatif olahan hasil pertanian Dusun Pondok, Sendang, Jambon, Ponorogo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa. 3(2):79–87. ISSN 2560–5300.

Kune SJ. 2017. Analisis pendapatan dan keuntungan relative usahatani jagung di Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten ttu. Jurnal Agribisnis Lahan Kering. 2(2): 23-24.

Maligan JM, Nurcholis M, Estiasih T, Saparianti E, Zubaidah E. 2011. Keripik Umbi Inferior Aneka Bentuk dan Rasa. Malang: Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya.

Nurahmi E, Mahmud T, Rossiana SS. 2011. Efektifitas pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah. Jurnal Floratek. 6(2):158–164. ISSN 1907–2686.

Rahmawati ND, Dzaky MA, Siska A, Buchori A. 2018. Pengenalan entrepreneurship variasi olahan ikan patin di Grobogan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 9(2):177–184.doi: 10.26877/e-dimas.v9i2.2313.

Wardoyo DU. 2016. Analisis perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual atas produk (studi kasus pada pt dasa windu agung). Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis.1(2): 183-190.

Published
2022-06-03
Section
Articles