Potensi Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Talas Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Situgede Kota Bogor

  • Reza Aunur Rizka
  • Faisal Hendro Nugroho
  • Felix Mora Josua Tambunan
  • Surya Hasondangan Marpaung
  • Nada Nadila Syasita
  • Annisa Rahma Putri
  • Christine Vironika Tangkilisan
  • Laila Fitri Ramadianti
  • Hafiz Nur Malik
  • Nida Nafila Syasita
  • Tursina Andita Putri
Keywords: digital marketing, nilai tambah, talas

Abstract

Talas merupakan komoditas unggulan di Kelurahan Situgede Kota Bogor. Selain sebagai komoditas unggulan, talas juga dikenal sebagai icon Kota Bogor. Sebagai ikon, tentunya pengembangan agribisnis talas perlu dilakukan. KTD Saluyu yang merupakan salah satu kelompok tani yang berperan aktif mengembangkan agribisnis talas di Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Anggota kelompok tani perlu bersinergi dengan stakeholder untuk menciptakan inovasi baru terutama dalam hal pengolahan produk talas. Selain itu, KTD Saluyu juga perlu beradaptasi dengan teknologi digital untuk mendukung aktivitas pemasaran produk hasil pertanian maupun hasil olahannya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan KTD Saluyu untuk proses pengolahan talas menjadi produk jadi yaitu keripik talas, pembuatan brand dan desain packaging produk, serta memasarkan produk yang dihasilkan secara online melalui media sosial dan marketplace. Inovasi produk yang dihasilkan adalah Kripik Talas dan Stik Talas (Rasa Original, Coklat, Keju, dan Balado) yang dapat menghasilkan nilai tambah sebesar 44,29 persen. Inovasi produk ini diberi merek “Caritalas” dipasarkan melalui instagram (caritalas_) dan Shopee (caritalas.id).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kusumo SH, Maharani M, Sugiono T, Machmud, Subadriyo H, Atmadja N, Agus K, Husni. 2002. Panduan Karakterisasi dan Evaluasi Plasma Nutfah Talas. Bogor: Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah.

Livana PH, Suwoso RH, Febrianto T, Kushindarto D, Aziz F. 2020. Dampak pandemi COVID-19 bagi perekonomian masyarakat desa. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences. 1(1): 37-48.

Lidwina A. 2020. Siapa Konsumen Terbesar Makanan Ringan di Indonesia?. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/02/19/siapa-konsumen-terbesar-makanan-ringan-di-indonesia. Diunduh pada 29 Agustus 2021

Rukmana. 1998. Budidaya Talas. PT Kanisius. Yogyakarta.

Silalahi H. 2009. Analisis Pendapatan Usahatani dan pemasaran Talas di Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Skripsi. Institut Pertanian Bogor

Sulistiyawati ES dan Widayani A. 2020. Marketplace whopee sebagai media promosi penjualan UMKM di Kota Blitar. Jurnal Pemasaran Kompetitif. 4(1): 133-142.

Sulistyowati PV, Kendarini N, Respatijarti R. 2014. Observasi keberadaan tanaman talas-talasan genus Colocasia dan Xanthosoma di Kec. Kedungkandang Kota Malang dan Kec. Ampelgading Kab. Malang. Jurnal Produksi Tanaman. 2(2):86-93

Sunarso. 2018 Peran Kreativitas dan Inovasi Usaha dalam Meningkatkan Nilai Tambah Produk UKM. Prosiding Manajerial dan Kewirausahaan. 3:61-68

Utami DP. 2020. Pengenalan digital marketing dalam pemasaran produk pertanian untuk petani milenial Desa Wonotulus Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Prosiding Seminar Nasional Pertanian. 1(1): 25-32.

Published
2022-06-03
Section
Articles