Peran Administrasi Pertanahan dalam Perkembangan Wilayah Kota Tangerang Selatan

  • Ni Luh Made Dwi Ratna Magister Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Jalan Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, 16680, Indonesia
  • Budi Mulyanto Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, 16680, Indonesia
  • Khursatul Munibah Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, 16680, Indonesia
Keywords: GWR, land administration, scalogram

Abstract

South Tangerang City is experiencing a process of suburbanization, where the increase in population causes an increase in the need for space for development. If development activities are not controlled, it will reduce the quality of the environment and people's lives. Land management is an activity that aims to support development programs by utilizing the capacity of land resources. This study aims to analyze the level of regional development and analyze the influence of land administration in supporting regional development in South Tangerang City in 2016 and 2019. The level of regional development is analyzed weighted scalogram with modification of physical, social and economic variables. The relationship between the Y variable (Urban village development index-IPWK) and the X variable (Land administration) was modeled using Geographically Weighted Regression (GWR). The results of the regional hierarchy analysis show that the urban village in South Tangerang City are dominant in Hierarchy 3 with an average IPWK value result 46.25 (2016) and 45.38 (2019), as a hinterland for DKI Jakarta. Land administration activities can have different positive and negative effects locally on the level of development of the urban village area.

References

[ATR/BPN] Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2020). Rencana Strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Tahun 2020-2024.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan. (2020). Kota Tangerang Selatan Dalam Angka 2020.

[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. (2020). Provinsi Banten Dalam Angka 2020.

[PPN/Bappenas] Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2013). Kebijakan Pengelolaan Pertanahan Nasional.

Adiputra, M. S., Rustiadi, E., & Pravitasari, A. E. (2022). Pola sebaran permukiman kumuh di Kabupaten Tangerang dan keragaman spasial faktor yang mempengaruhinya. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(2), 146–164. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2022.6.2.146-164

Agustina, M. F., Wasono, R., & Darsyah, M. Y. (2015). Pemodelan geographically weighted regression (GWR) pada tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Statistika, 3(2), 67–74.

Amir, R. A., Barus, B., & Soetarto, E. (2020). Dinamika spasial tanah terdaftar dan implikasinya terhadap sistem penghidupan masyarakat lokal di Kabupaten Takalar. Journal of Regional and Rural Development Planning, 4(2), 134–153. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2020.4.2.134-153

Apriyanto, H., Eriyanto, Rustiadi, E., & Mawardi, I. (2015a). Model kebijakan pengembangan Kota Tangerang Selatan menuju kota berkelanjutan. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum, 7(2), 91–103.

Apriyanto, H., Eriyanto, Rustiadi, E., & Mawardi, I. (2015b). Status berkelanjutan Kota Tangerang Selatan-Banten dengan menggunakan key performance indicators. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 22(2), 260–270.

Ardani, M. N. (2019). Penyelenggaraan tertib administrasi bidang pertanahan untuk menunjang pelaksanaan kewenangan, tugas dan fungsi Badan Pertanahan Nasional. Administrative Law and Governance Journal, 2(3), 476–492. https://doi.org/10.14710/alj.v2i3.476-492

Ayu, I. K. (2019). Kepastian hukum penguasaan tanah melalui pendaftaran tanah sistematis lengkap di Kota Batu. MIMBAR HUKUM, 31(3), 338–351. https://doi.org/10.22219/jihl.v27i1.8956

Cahyani, D. T., Munibah, K., & Mulyanto, B. (2019). Spatial utilization control for supporting development acceleration: Case study in South Tangerang city, Banten Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 393(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/393/1/012070

Dani, E. T., Sitorus, S. R. P., & Munibah, K. (2017). Analisis penggunaan lahan dan arahan pengendalian pemanfaatan ruang di Kabupaten Bogor. Tataloka, 19(1), 40. https://doi.org/10.14710/tataloka.19.1.40-52

Fotheringham, A. S., Brunsdon, C., & Charlton, M. (2002). Geographically Weighted Regression: The Analysis of Spatially Varying Relationships. John Wiley & Sons Ltd,.

Fuadina, L. N., Rustiadi, E., & Pravitasari, A. E. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi urban sprawl di Kawasan Cekungan Bandung. Tataloka, 23(1), 105–114. https://doi.org/10.14710/tataloka.23.1.105-114

Habibah, H. R. W. N., Suharno, S., & Muryono, S. (2019). Aspek tata guna tanah dalam pertimbangan teknis pertanahan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Tunas Agraria, 2(1), 70–94. https://doi.org/10.31292/jta.v2i1.18

Hadistian, Setiawan, C., & Munandar, A. (2021). Analisis faktor-faktor konversi lahan pertanian di Kabupaten Tangerang dengan menggunakan geographically weighted regression. Majalah Geografi Indonesia, 35(2), 123. https://doi.org/10.22146/mgi.55226

Irawadi, A., Juanda, B., & Munibah, K. (2020). Analisis kemiskinan spasial dan kaitannya dengan sertifikasi dan penggunaan lahan pertanian di Kabupaten Mamuju. Tataloka, 22(1), 70–82. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.1.70-82

Istiqamah. (2018). Tinjauan hukum legalisasi aset melalui pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) terhadap kepemilikan tanah. JURISPRUDENTIE, 5(1), 226–235. https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v5i2.5814

Kusuma, M. E. (2019). Indikator kawasan metropolitan berkelanjutan. Seminar Nasional Pembangunan Wilayah Dan Kota Berkelanjutan, 84–89. https://doi.org/10.25105/pwkb.v1i1.5264

Kusumastuti, A. C., M. Kolopaking, L., & Barus, B. (2018). Faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian pangan di Kabupaten Pandeglang. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(2), 131–136.

Laily, N. V., & Rudiarto, I. (2019). Pola spasial hak tanggungan dalam perkembangan perkotaan Purwokerto. Majalah Geografi Indonesia, 33(1), 57–67. https://doi.org/10.22146/mgi.38813

Mardiana, Y. S., Siregar, H., & Juanda, B. (2016). Pengaruh sertifikasi tanah terhadap nilai tanah dan kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Aplikasi Bisnis Dan Manajemen, 2(3), 304–311. https://doi.org/10.17358/jabm.2.3.304

Marzuki, A., Sitorus, S. R. P., & Soma, S. (2018). Hubungan spasial transaksi tanah dengan perkembangan wilayah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tataloka, 21(4), 589–602.

Mujiburohman, D. A. (2018). Potensi permasalahan pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL). BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 4(1), 90–103. https://doi.org/10.31292/jb.v4i1.217

Murtadho, A., Wulandari, S., Wahid, M., & Rustiadi, E. (2018). Perkembangan wilayah dan perubahan tutupan lahan di Kabupaten Purwakarta sebagai dampak dari proses konurbasi Jakarta-Bandung. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2(2), 195–208. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2018.2.2.195-208

Muryono, S., Bimasena, A. N., & Dewi, A. R. (2018). Optimalisasi pemanfaatan neraca penatagunaan tanah dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 4(2), 224–248.

Nugraha, P., Mulyanto, B., & Munibah, K. (2021). Peran administrasi pertanahan dalam pengendalian pemanfaatan kawasan pertanian lahan basah Kabupaten Bogor. Journal of Regional and Rural Development Planning, 5(1), 28–43. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2021.5.1.28-43

Panuju, D. R., & Rustiadi, E. (2013). Teknik Analisis Perencanaan Pengembangan Wilayah. Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian - IPB.

Pinuji, S. (2016). Integrasi sistem informasi pertanahan dan infrastruktur data spasial dalam rangka perwujudan one map policy. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 2(1), 48–64. https://doi.org/10.31292/jb.v2i1.31

Pinuji, S. (2020). Perubahan iklim, pengelolaan lahan berkelanjutan dan tata kelola lahan yang bertanggung jawab. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 6(2), 188–200.

Pratiwi, Y. D., Mariani, S., & Hendikawati, P. (2019). Weighted regression dengan pembobot fixed kernel gaussian. UNNES Journal of Mathematics, 8(1), 72–81.

Rismawati, I., Sitorus, S. R. ., & Darmawan, D. (2021). Perkembangan wilayah, keselarasan penggunaan lahan dengan pola ruang, dan arahan rencana pengembangan wilayah Kabupaten Tangerang. Tataloka, 23(1), 80–94. https://doi.org/10.14710/tataloka.23.1.80-94

Rustiadi, E., Saefulhakim, S., & Panuju, D. R. (2009). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Samudra, W. B., & Winarso, H. (2020). Legalisasi lahan dan pengaruhnya pada jumlah hak tanggungan di Kabupaten Bandung Barat.

Sirait, S. Y., Nazer, M., & Azheri, B. (2020). Sertifikasi tanah program pendaftaran tanah sistematis lengkap: deskripsi dan manfaatnya. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 6(2), 236–248.

Sitorus, S. R. P., Leonataris, C., & Panuju, D. R. (2012). Analisis pola perubahan penggunaan lahan dan perkembangan wilayah di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 14(1), 21–28.

Sudibyanung, Dewi, A. R., & Wulansari, H. (2017). Pola keruangan nilai tanah di Kota Madiun menggunakan perspektif ekonomi. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 3(2), 201–216.

Sugiyanto, Siregar, H., & Soetarto, E. (2008). Analisis dampak pendaftaran tanah sistematik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kota Depok. In Jurnal Manajemen dan Agribisnis (Vol. 5, Issue 2, pp. 64–72).

Sukanto, Juanda, B., Fauzi, A., & Mulatsih, S. (2019). Analisis spasial kemiskinan dengan pendekatan geographically weighted regression: studi kasus Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Tataloka, 21(4), 669–677. https://doi.org/10.14710/tataloka.21.4.669-677

Sutaryono, & Dewi, A. R. (2020). Pemanfaatan neraca penatagunaan tanah untuk percepatan penyusunan RDTR-PZ. Jurnal Pertanahan, 10(1), 25–38.

Wahidin, A. A., Sutaryono, S., & Riyadi, R. (2019). Pertimbangan teknis pertanahan sebagai instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju. Tunas Agraria, 2(2), 100–116. https://doi.org/10.31292/jta.v2i2.31

Wahyuningsih, P. E. R., Silvia, A., & Widanarti, H. (2012). Arti penting pendaftaran tanah dalam rangka perlindungan hukum kepemilikan sertifikat hak atas tanah bagi pemilik tanah (studi di Desa Kalicilik Kabupaten Demak). Diponegoro Law Review, 1(4), 1–7.

Wasudewa, A. A. N. G. (2022). Indeks pembangunan ekonomi inklusif berwawasan lingkungan di Indonesia. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(3), 262–275.

Wijayanti, R., Sutandi, A., & Pravitasari, A. E. (2020). Identifikasi spasial faktor-faktor yang mempengaruhi permukiman kumuh di Kota Bekasi. Tataloka, 22(4), 573–585. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.4.573-585

Williamson, I., Enemark, S., Wallace, J., & Rajabifard, A. (2010). Land administration for sustainable development. FIG International Congress 2010, April, 1–16.

Published
2023-06-30
How to Cite
RatnaN. L. M. D., MulyantoB., & MunibahK. (2023). Peran Administrasi Pertanahan dalam Perkembangan Wilayah Kota Tangerang Selatan. Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah Dan Perdesaan), 7(2), 215-234. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2023.7.2.215-234