STATUS KEBERLANJUTAN PERIKANAN BAGAN PERAHU BERBASIS BIO-EKONOMI DI DESA TONIKU KABUPATEN HALMAHERA BARAT

  • Irwan Abdu Kadir Universitas Khairun
  • Adi Noman Susanto Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, FPK-UNKHAIR, Ternate
  • Amirul Karman Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPK-UNKHAIR, Ternate
  • Iinpuspita Ode Ane Mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPK-UNKHAIR, Ternate

Abstract

ABSTRAK

Nelayan di Desa Toniku Kabupaten Halmahera Barat, awalnya menggunakan bagan perahu untuk menangkap ikan teri Stolephorus sp. sebagai umpan perikanan pole and line, akan tetapi pada saat ini banyak tertangkap selain teri yaitu juvenil dan larva ikan, ini permasalahan yang perlu dikaji komposisi tangkapan dari bagan perahu. Tujuan penelitian  adalah  menganalisis komposisi tangkapan, by-cacth, discard, dan aspek ekonomi. Penelitian  dilaksanakan di perairan desa Toniku Kabupaten Halmahera Barat, dari tanggal 1 sampai 9 Juni 2018. Metode penelitian adalah metode survei. Obyek penelitian yaitu ikan hasil tangkapan bagan perahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan bagan perahu didominasi oleh ikan target tangkap, yaitu; ikan teri (Stolephorus sp) sebesar 86,295%, tangkapan sampingan  12,335% dan tangkapan yang dibuang 1,370%. Tangkapan sampingan didominasi ikan  peperek (Leiognatus sp) yaitu 5,575%. Nilai keuntungan Usaha bagan perahu sebesar Rp 93.047.200,00/tahun dengan B/C ratio 2,96. Berdasarkan perbandingan antara target tangkap dengan by-catch dan discard, bagan perahu di Desa Toniku Kabupaten Halmahera Barat dikategorikan alat tangkap ramah lingkungan dan secara finansial menguntungkan dan layak dikembangkan (berkelanjutan). Walaupun discard rate pada bagan perahu rendah namun usaha-usaha untuk meminimumkan tetap perlu dilakukan. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah sortir, dan hasil tangkapan yang tidak memiliki nilai ekonomis dibuang ke laut dalam keadaan masih hidup.

 

ABSTRACT

Fishermen in Toniku Village, West Halmahera Regency, initially used a boat lift net to catch anchovy Stolephorus sp. As bait for pole and line fisheries, but at this time many were caught besides anchovy, namely juvenile and fish larvae, these are problems that need to be studied from the boat lift net. The study objective was to analyze the composition of catchs, by-catch, discard, and economic aspects. The research was carried out in the waters of Toniku village, West Halmahera Regency, from June 1 to 9, 2018. The study method is the survey method. The object of the research is the fish catch by the boat lift net. The study results show the catch of the boat's lift net was dominated by main catch, namely; anchovy (Stolephorus sp) is 86.295%, by-catch 12.335% and discard 1.370%. The bay-catch  is dominated by peperek (Leiognatus sp) which is 5.575%. Value of the boat lift net business profit of Rp. 93,047,200.00/year with B/C ratio 2.96. Based on the comparison between catch targets and by-catch and discard, the boat lift net in Toniku Village, West Halmahera Regency is categorized as environmentally friendly and financially profitable and feasible (sustainable) fishing gear. Although the discard rate on the boat chart is low, efforts to minimize it still need to be done. One effort that can be done is sorting, and catches that have no economic value are dumped into the sea while still alive.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-04-01