Inovasi Pertanian Berkelanjutan Dalam Pengelolaan Hutan Kota Ranggawulung, Kabupaten Subang.

Yulia P Wulandari, Sibil Rusdiana

Sari


Hutan Kota Ranggawulung (HKR) dalam beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman seperti penebangan pohon, longsor, ancaman kebakaran akibat pembakaran sampah serta kekeringan. Keberadaan petani penggarap lahan di kawasan HKR di satu sisi memberikan dampak positif berupa keterlibatan mereka dalam pengelolaan lingkungan kawasan HKR, namun di sisi lain praktek pertanian yang dilakukan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kelestarian kawasan HKR. Dalam rangka meningkatkan kelestarian kawasan HKR, PT. Pertamina EP Aset 3 Subang Field melalui program CSR telah memberikan pendampingan dalam pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji berbagai jenis inovasi yang diaplikasikan dalam sistem pertanian berkelanjutan di kawasan HKR; 2) Mengkaji dampak aplikasi inovasi yang diterapkan terhadap perubahan
kualitas lingkungan, sosial maupun ekonomi. Hasil kajian menunjukkan Inovasi pertanian yang dikembangkan di kawasan HKR terdiri atas inovasi teknologi dan inovasi sosial. Inovasi teknologi ini diantaranya pemanfaatan sampah botol plastik untuk irigasi tetes, pupuk organik dan mulsa organik. Inovasi sosial ditunjukkan dengan model pengelolaan Hutan Kota yang melibatkan sinergitas pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Dampak lingkungan dari aplikasi inovasi antara lain a) peningkatan kualitas lingkungan (tanah, air dan tanaman), b) penurunan input bahan agrokimia serta emisi CO2. Perubahan
sosial dapat dilihat dari penguatan kelembagaan kelompok tani Patra Ranggawulung serta adanya perubahan value chain dari sistem pertanian secara keseluruhan. Manfaat ekonomi berupa pengurangan biaya operasional usaha tani dan peluang sumber-sumber penerimaan baru bagi petani.

Kata kunci: hutan kota, inovasi, pertanian berkelanjutan, Ranggawulung


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.