KAJIAN KOMPARATIF METODE EKSTRAKSI DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP VARIASI PROFIL FITOKIMIA DAN FUNGSI TERAPEUTIK PADA PENYAKIT DEGENERATIF
DOI:
https://doi.org/10.29244/68yh1c82Kata Kunci:
Ekstraksi , Daun Kelor, Penyakit DegeneratifAbstrak
Penyakit degeneratif seperti kanker payudara, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan gangguan respirasi kronis menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global. Tanaman herbal seperti daun kelor banyak dimanfaatkan sebagai sumber senyawa fitokimia yang berpotensi dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit degeneratif tersebut. Namun, efektivitas terapeutik fitokimia sangat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan karena setiap metode dapat menghasilkan kelompok fitokimia yang secara spesifik memeiliki struktur yang berbeda. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara metode ekstraksi, profil senyawa fitokimia, dan implikasinya terhadap efek terapeutik pada penyakit degeneratif. Kajian dilakukan melalui analisis literatur yang mengintegrasikan temuan mengenai metode ekstraksi dan aktivitas biologis fitokimia utama dalam daun kelor. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode maserasi menghasilkan kandungan asam galat tertinggi yang berpotensi dalam pencegahan kanker payudara dan gangguan kardiovaskular melalui mekanisme antioksidan dan induksi apoptosis. Metode Soxhlet menghasilkan kadar kaempferol lebih tinggi yang berpotensi dalam pengelolaan penyakit respirasi seperti asma, sedangkan UAE menghasilkan kadar kuersetin tertinggi yang berpotensi dalam pengelolaan diabetes melalui regulasi metabolisme glukosa
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-05-04 (2)
- 2026-05-04 (1)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zulfa Ajrina Fitri, Rizkiriani Annisa, Firman Muhammad Basar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







