Keanekaragaman dan Status Konservasi Ular di Hutan Rawa Gambut PT GAN Bagian Timur, Riau

Muhammad Nurdin, Sri Catur Setyawatiningsih

Abstrak

PT Global Alam Nusantara (GAN) merupakan salah satu konsesi restorasi ekosistem di hutan rawa gambut Semenanjung Kampar. Bersama empat konsesi lainnya dikelola di bawah Restorasi Ekosistem Riau (RER). PT GAN tidak seperti PT-PT lainnya di RER, informasi mengenai keanekaragaman dan status konservasi ular di PT GAN belum tersedia. Untuk itu penelitian dilakukan untuk melengkapi informasi tersebut. Ada 4 transek yang diletakkan secara sistematik berdasarkan kondisi habitat. Dua transek berada di dekat sungai (transek 1 dan transek 2), dua transek lainnya berada jauh dari sungai dan berada di sekitar peat dome (transek 3 dan transek 4). Pengamatan dilakukan menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) pada empat transek pengamatan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan Indeks Sorensen (IS). Ular yang ditemukan berjumlah 16 individu, yang tergolong dalam tiga famili dan 11 spesies, yaitu: Ahaetulla prasina, Boiga jaspidae, Boiga cynodon, Boiga drapiezii, Coelognathus flavolineatus, Dendrelaphis caudolineatus, Dryocalamus subannulatus, Lycodon subcintus, Sibynophis melanochepalus, Tripodolaemus wagleri, dan Calliophis bivirgatus. Keanekaragaman ular di PT GAN tergolong sedang dengan indeks kesamaan Sorensen rendah. Seluruh spesies ular yang ditemukan tidak dilindungi, dengan status IUCN berisiko rendah, dan belum masuk ke apendiks CITES.


 


 

Referensi

Anshari G. Ad- Interim report measurement of carbon stock in peatland in PT Global Alam Nusantara (PT GAN). Laporan RER (Tidak dipublikasikan). Pekanbaru: Fauna-Flora International.
CITES. (2022). Convention on Traditional Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. Retrievied from https://cites.org/sites/default/files/eng/disc/CITES-Convention-EN.pdf.
Dafa MH, Suyanto S. 2021. Kasus gigitan ular berbisa di Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA 5 (1): 47-52.
Geonarto P, Iqbal M. 2020. Amphibians and Reptiles the Kampar Peninsula an Annotated Checklist. RER Publications No. 5. Jakarta.
Irawan A, Cahyadi G. 2016. Keanekaragaman Jenis Herpetofauna di Kawasan Restorasi Ekosistem Riau, Provinsi Riau. Biodiversity Report. Fauna & Flora International’ Indonesia Programme, Jakarta.
Kamsi M, Handayani S, Siregar AJ, Frediksson G. 2017. Buku Panduan Lapangan Amfibi & Reptil Kawasan Hutan Batang Toru. Medan: Herpetologer Mania Publishing.
Leo S, Suherman M, Permatasari A, Suganda D, Zulamri, Winarni NL. 2020. Herpetofauna diversity in Zamrud National Park, Indonesia: baseline checklist for a Sumatra peat swap forest ecosystem. Amphibian & Reptile Conservation 14(2): 250-263.
Malkmus R, Manthey U, Vogel G, Hoffmann P, Kosuch J. 2002. Amphibians & Reptiles of Mount Kinabalu (North Borneo). Berlin: A.R.G Gantner Verlag K.G.
Marlon R. 2014. Panduan Visual dan Identifikasi Lapangan 107+ Ular Indonesia. Jakarta: PT. Indonesia Printer.
Muslim, Kurniawan S. 2008. Fakta Hutan & Kebakaran 2002-2007. Pekanbaru: Jikalahari.
O’Shea M. 2018. The Book of Snakes: A Life-Size Guide to Six Hundred Species from Around the World. Chicago: University of Chicago Press.
Palasuberniam P, Tan CH, Tan KY. 2021. De novo venom gland transcriptomics of Calliophis bivirgatus flaviceps: uncovering the complexity of toxin from the Malayan blue coral snake. Journal of Venomous Animals and Toxins Including Tropical Diseases 27: 1-17.
Pemerintah Indonesia. 2018. Undang-Undang No. 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018, No. 880. Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Phillips VD. 1997. Ekologi rawa gambut dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan. Jurnal Keanekaragaman Hayati dan Konservasi 7: 651-671
Rambosius, Setyawati TR, Riyandi. 2019. Inventarisasi jenis-jenis ular (Serpenthes) di kawasan Universitas Tanjung Pura Pontianak. Protobiont 8(2): 35-46.
Restorasi Ekosistem Riau. 2015. Restorasi Ekosistem Riau. Http://www.rekoforest.org/id/tentang [accessed 30 Juni 2022].
Reza F. 2018. Keanekaragaman ular pitviper Sumatera (Serpentes: Viperidae: Crotalinae) berdasarkan ketinggian di Sumatera Barat. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology 3: 49-56.
Rochmayanto Y, Priatna D, Wibowo A, Salminah M, Salaka FJ, Lestari NS, Muttaqin MZ, Samsoedin I, Rosadi A, Suryadi D. 2021. Strategi dan Teknik Restorasi Ekosistem Hutan Rawa Gambut. Bogor: IPB Press.
Shine R, Sun LX. 2003. Attack strategy of an ambush predator: which attributes of the prey trigger a pit-viper’s strike?. Functional Ecology 17: 340-348.
Sutantoyo FF, Gunawan EJ. 2016. Antikolinesterase untuk gigitan ular dengan bisa neurotoksik. Continuing Professional Development 43(1): 14-18.
Tan CH, Tan KY, Yap MKK, Tan NH. 2017. Venomics of Tripodolaemus wagleri, the sexually dimorphic temple pit viper: unveiling a deeply conserved atypical toxin arsenal. Sci. Rep. 7:43237.
Tuniyev BS, Orlov NL, Ananjeva NB, Aghasyan AL. 2019. Snake of the Caucasus: Taxonomic Diversity, Distribution, Conservation. St. Petersburg, Moscow: KMK Scientific Press.
Wahyunto, Ritung S, Suparto, Subagjo H. 2005. Sebaran Gambut dan Kandungan Karbon di Sumatera dan Kalimantan. Bogor: Wetlands International.

Penulis

Muhammad Nurdin
Sri Catur Setyawatiningsih
sri.catur@lecturer.unri.ac.id (Kontak utama)

Rincian Artikel

Crossref
0
Scopus
0