SIMULASI MODEL PENGEMBANGAN GASIFIKASI LISTRIK BERBASIS BIOMASA HUTAN TANAMAN ENERGI

  • Mira Yulianti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan http://orcid.org/0000-0001-7504-0216
  • Dodik Ridho Nurrochmat Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
  • Budi Kuncahyo Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk merumuskan strategi kebijakan pengembangan model gasifikasi listrik berbasis biomasa di daerah-daerah pinggiran, melalui pembangunan Hutan Tanaman Energi (HTE).  Data primer dan sekunder diolah dengan regresi logit, gap analysis dan dirangkum dalam permodelan sistem dinamis. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada listrik dan produknya dan bersedia untuk membayar lebih akibat adanya listrik. Jika hutan tanaman dialokasikan untuk menyediakan biomasa yang akan digunakan untuk listrik maka strategi utama yang harus disiapkan adalah menjamin kepastian harga beli bahan baku biomasa sehingga menjamin kelayakan usaha pemegang ijin hutan tanaman.  Pengembangan biomasa terutama kaliandra dipandang penting karena mampu menyediakan energi primer yang berdasarkan kajian ini masih jauh antara rencana dengan realisasi.  Rasio elektrifikasi akan lebih cepat tercapai jika hutan tanaman energi dengan jenis kaliandra dikembangkan dengan serius. Untuk itu, strategi yang sesuai adalah menjamin harga bahan baku di angka Rp 400.000/ton dan pengaturan intensitas panen. Strategi pemungkin lain adalah subsidi untuk instalasi pembangkit listrik gasifikasi.

 

Author Biography

Mira Yulianti, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

References

[Permen LHK]. 2015. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 12 tahun 2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri.

Abdulah L. Harbagung. Yulianti M. Oktian S. Simatupang M B. 2015. Laporan Hasil Penelitian: Dinamika Pertumbuhan Kayu Energi. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Bappenas dan Cifor. 2016. Tantangan dan Peluang Pengembangan Bioenergi di Indonesia. Bogor: Cifor.org.

Bildirici M. and Özaksoy F. 2016. Woody Biomass Energy Consumption and Economic Growth in Sub-Saharan Africa. Journal Procedia Economics and Finance 38. 287 – 293

[BIN] Badan Intelijen Negara. 2014. Ketahanan Energi Indonesia 2015 – 2025 Tantangan dan Harapan. Jakarta: CV. Rumah Buku.

[BPPT] Badan Pengkajian Penerapan Teknologi. 2016. Outlook Energi Indonesia 2016. Jakarta: BPPT 2016

Chamberline J R. 2000. Improving seed production in Caliandra calothyrsus: A field manual for researchers and extension workers. Oxford: Oxford Forestry Institute, University of Oxford.

Djatmiko B. 2012. Studi Kelayakan Bisnis. Bandung (ID): STEMBI-Bandung Business School.

Firdaus M, Harmini, Afendi F M. 2011. Aplikasi Metode Kuantitatif untuk Manajemen dan Bisnis. Bogor (ID). IPB Press

Gaos Y G. 2008. Gasifikasi Biomasa Untuk Pembangkit Listrik Dan Pemanfaatan Gas Buang Sebagai Pemasok Panas Bagi pendingin Adsorpsi. Bogor: (disertasi) Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Grant J W. E K Pedersen and S L Marin. 1997. Ecology and Natural Resource Management: System Analysis and Simulation. Reading, Massachusetts.

Gray C. L Karlina. Kadariah. 1985. Pengantar Evaluasi Proyek. Edisi Pertama. Jakarta: PT Gramedia

IRENA. 2015. Renewable Power Generation Costs In 2014. International Renewable Energi Agency.

Jurgensen C. Kollert W. Lebedys A. 2014. Assessment of Industrial Roundwood Production. Rome: FAO.

Juwito A F. Pramonohasi S. Haryono T. 2012. Optimalisasi Energi Terbarukan pada Pembangkit Tenaga Listrik dalam Menghadapi Desa Mandiri Energi di Margajaya. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika Vol. 15, No. 1, 22-34.

Kadariah. 1999. Evaluasi Proyek: Analisa Ekonomis. Jakarta (ID): Universitas Indonesia.

Kholik I. 2015. Pemanfaatan Energi Alternatif SebagaI Energi Terbarukan Untuk Mendukung Subtitusi Bbm. Jurnal IPTEK Vol.19 No. 2.

Narendra B H. 2014. Pengaruh Perbaikan Kondisi Tanah Terhadap Pertumbuhan Kaliandra (Calliandra calothyrsus) Dan Buni (Antidesma bunius) Di Kawasan Konservasi Gunung Batur, Bali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 101-111.

Nizam M. 2008. Pembangkit Listrik Terdistribusi (Distributed Generation) Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Energi Listrik Di Indonesia. Jurnal UNS kanika, Vol 7 Nomor 1

Nugroho J. Setiadi, SE., MM. 2008. Perilaku Konsumen :Konsep dan Impilikasi Untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta : Kencana

Pamoengkas P dan Aasycarya D. 2015. Keunggulan Kaliandra Merah. http:// http://greenmadura.com/

Purnomo H. 2003. Model Dinamika Sistem untuk pengembangan alternatif kebijakan pengelolaan hutan yang adil dan lestari. J Man Hut Trop., 9(2):45−62

Purnomo H. 2004. Memfasilitasi Pengelolaan Hutan Kolaboratif Menggunakan Pemodelan Dinamika Sistem. J Man Hut Trop, 10(2):32−46.

Purnomo H. 2012. Pemodelan dan simulasi untuk pengelolaan adaptif sumber daya alam dan lingkungan. Bogor (ID): IPB Press.

Sadapotto A, Kartodihardjo H, Triwidodo H, Darusman D, Sila M. 2010. Penataan Institusi untuk peningkatan kinerja persuteraan alam di Sulawesi Selatan. Jurnal Forum Pascasarjana. 33(2): 133-140.

Stassen H E. 1995. Small-Scale Biomass Gasifiers for Heat and Power. World Bank Technical Paper Number 296.

Sudarmalik. 2014. Ekonomi Politik Pembangunan Hutan Tanaman Industri (disertasi). Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Triatmojo F. 2013. Dinamika Kebijakan Diversifikasi di Indonesia: Analisis Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan, vol. 4 No. 2 Juli - Desember 2013.

Trisaksono B P. 1993. Pengujian kinerja hasifier unggun tetap 40 kW dengan umpan kayu karet. Jakarta: UPT-LSDE. BPP Teknologi.

Published
2018-04-01
Section
Articles