Komisaris Keluarga, Komisaris Wanita dan Pengungkapan Modal Intelektual: Studi Pada Peristiwa Penawaran Saham Perdana

  • Doddy Setiawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret
  • Harviana Anggraini Putri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret

Abstract

This study aims at examining the effect of family commissioners and female commissioners on intellectual capital disclosure using Indonesian context. There were three independent variables in the study: percentage of family commissioners on board of commissioners, family chairman of the board of commissioners, and female commissioners. The sample of the study consisted of non-financial firms that conducted Initially Public Offering (IPO) at Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2001 – 2016 period. The final sample of the study consisted of 175 firms. This study used multiple regression to test the effect of family commissioners and female commissioners on intellectual capital disclosure. The result of the study shows that female commissioners and percentage of family commissioners have positive effects on intellectual capital disclosure. Female commissioners have positive effects to push the company to provide more information to the investors. Therefore, gender diversity in the board of commissioners has a positive effect to the firms. Furthermore, family commissioners also push management to provide better disclosure on intellectual capital. However, this study did not find significant effects of family chairman on the board of commissioners on intellectual capital disclosure.

Keywords: intellectual capital disclosure, IPO, female commissioner, board of commissioners, family commissioners

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh komisaris yang berasal dari keluarga pemilik perusahaan dan komisaris wanita terhadap pengungkapan modal intelektual. Variabel independen pada penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu proporsi komisaris keluarga di dewan komisaris, komisaris utama yang berasal dari keluarga dan komisaris wanita. Sampel penelitian ini terdiri dari perusahaan non-keuangan yang melakukan penjualan saham perusahaan untuk pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2001–2016. Perusahaan yang menjadi sampel berjumlah 175 perusahaan. Penelitian ini menggunakan regresi berganda untuk menguji dampak komisaris keluarga dan komisaris wanita terhadap pengungkapan modal intelektual. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi komisaris keluarga dan komisaris wanita berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan modal intelektual. Komisaris wanita mampu memberikan dampak kepada manajemen untuk lebih banyak mengungkapkan informasi kepada investor. Hal ini menunjukkan diversitas gender di perusahaan mempunyai pengaruh yang positif terhadap perusahaan. Selanjutnya, komisaris keluarga juga menginginkan perusahaan mengungkapkan informasi mengenai modal intelektual lebih banyak. Akan tetapi, penelitian ini tidak menemukan dampak signifikan komisaris utama yang berasal dari keluarga terhadap pengungkapan modal intelektual.

Kata kunci: pengungkapan modal intelektual, IPO, komisaris wanita, dewan komisaris, komisaris keluarga

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-01-24
How to Cite
Setiawan, D., & Putri, H. A. (2019). Komisaris Keluarga, Komisaris Wanita dan Pengungkapan Modal Intelektual: Studi Pada Peristiwa Penawaran Saham Perdana. Jurnal Aplikasi Bisnis Dan Manajemen (JABM), 5(1), 142. https://doi.org/10.17358/jabm.5.1.142