Analisis Pendapatan dan Adopsi Usaha Tani Padi Organik dan Anorganik di Desa Cibatu Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi
Analysis of Income and Adoption of Organic and Inorganic Rice Farming in Cibatu Village, Cikembar District, Sukabumi Regency
DOI:
https://doi.org/10.29244/jcnefz39Kata Kunci:
green revolution, income, logistic regression, R/C ratio, sustainable agricultureAbstrak
Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian dan penyediaan pangan masyarakat. Penerapan program revolusi hijau yang ditujukan untuk meningkatkan produksi justru menimbulkan dampak lingkungan serta ketergantungan terhadap input kimia. Sebagai alternatif keberlanjutan, sistem pertanian organik telah diterapkan, salah satunya di Desa Cibatu, Jawa Barat. Namun tingkat adopsi masih tergolong rendah baru mencapai 30% petani yang beralih ke pertanian organik. Hambatan yang dihadapi yaitu kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, kesulitan akses pasar, dan minimnya informasi tentang potensi serta keuntungan sistem pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengestimasi pendapatan usaha tani padi organik dan anorganik dan (2) menganalisis faktor-faktor adopsi usaha tani padi organik dan anorganik. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan R/C ratio, serta analisis regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan atas biaya total pada usaha tani padi organik lebih besar yaitu Rp 9.892.069 dan padi anorganik Rp 7.186.011. R/C ratio atas biaya total usaha tani padi organik lebih tinggi sebesar 1,45 dibandingkan padi anorganik sebesar 1,34. Analisis regresi logistik menunjukkan variabel pendapatan usaha tani berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi padi organik, sementara pengalaman berusaha tani dan produktivitas tidak berpengaruh signifikan.
Referensi
Abidin, A. (2016). Pendapatan Usahatani dan Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Usahatani Padi Organik di Desa Sundawenang Kabupaten Tasimalaya.
Alfarezy, A., & Hadianto, A. (2022). Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani Bunga Krisan di Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics, 1(1), 25-36.
Apriani, M., & Yusdiarti, A. (2020). Analisis Pendapatan Usahatani Dan Efisiensi Kelembagaan Pertanian Padi Organik Dan Anorganik Di Desa Limbangan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Jurnal Agribisains, 6(1), 14-28.
Puspa, D., Wibowo, R., & Ridjal, J. A. (2018). Manajemen usahatani dan faktor-faktor pengambilan keputusan petani padi organik di desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2(4), 279-292.
Gama, I. G. M., Oktaviani, R., & Rifin, A. (2016). Analisis kepuasan petani terhadap penggunaan pupuk organik pada tanaman padi. Jurnal Agro Ekonomi, 34(2), 105-122.
Hosmer, D. W., & Lemeshow, S. (2000). Applied Logistic Regression. New York (US): John Willey & Sons.Mubyarto. (1995). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta : PT. Pustaka LP3ES.
Rachma, N., & Umam, A. S. (2020). Pertanian organik sebagai solusi pertanian berkelanjutan di Era New Normal. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(4), 328-338.
Rais, M. R., & Darwanto, D. (2016). Analisis pengalaman petani organik: Eksplorasi pengalaman petani organik dengan interpretative phenomenological analysis. Jurnal Penelitan Ekonomi Dan Bisnis, 1(2), 86-99.
Rangkuti, K., Siregar, S., Thamrin, M., & Andriano, R. (2014). Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan petani jagung. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 19(1).
Ristianingrum, A., Chozin, M. A., Machfud, M., Sugiyanta, S., & Mulatsih, S. (2016). Optimalisasi KeberlanjutanPengembangan Usaha Padi Organik Di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 13(1), 37-37.
Srihidayani, S., Kandatong, H., & Kusmiah, N. (2020). Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Padi Organik dan Anorganik di Desa Galeso Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Journal Peqguruang, 2(1), 188-195.
Supartini, M., & Karyati, N. K. (2015). Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Organik Dan Padi Anorganik Kasus Di Subak Wongaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. dwijenAGRO, 5(2).
Sutikno. (2020). Analisa Komparatif Usaha Tani Padi Organik dan Padi Anorganik (Studi Kasus di Kelompok Tani Sumber Jaya Desa Rajekwesi Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo). Agribios: Jurnal Ilmiah, 18(1), 23–31. https://doi.org/10.36841/agribios.v18i1.887
Trinawati, Maryadi, & Adriani, D. (2018). Analisis Keputusan Petani Dalam Usahatani Padi Organik dan Anorganik di Lahan Irigasi Kecamatan Belitang III Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Jurnal Agribisnis Dan Pembangunan Pertanian, 2(1), 60–73.
Yusriadi, Y., Arimbawa, P., & Mardin, M. (2022). Faktor perubahan bertani padi sawah dari non-organik Ke organik di desa Bou Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 1(4), 52-60.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yuli Yulianti, Arini Hardjanto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.