Analisis Biaya dan Willingness to Pay Pengelolaan Limbah dengan IPAL Komunal di Sentra Industri Penyamakan Kulit Sukaregang

Cost and Willingness to Pay Analysis for Waste Management Using Communal Wastewater Treatment Plants in Sukaregang Leather Tanning Industry

Penulis

  • Tiara Putri Amelia Department of Resource and Environmental Economics, Faculty of Economics and Management, IPB University, Indonesia
  • Dea Amanda Agribusiness Management Study Program, Vocational School, IPB University, Indonesia
  • Ujang Sehabudin Department of Resource and Environmental Economics, Faculty of Economics and Management, IPB University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/6xbb5r06

Kata Kunci:

biaya operasional dan pemeliharaan, contingent valuation method, kulit samak, limbah industri, skala likert

Abstrak

Kulit samak merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Garut, dengan sentra pengrajin terpusat di industri penyamakan kulit Sukaregang. Proses penyamakan kulit menghasilkan limbah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pemerintah membangun tiga IPAL komunal yang berfungsi sebagai tempat pengolahan limbah industri penyamakan kulit. Namun, pada saat ini seluruh IPAL komunal tidak beroperasi karena mengalami berbagai kendala salah satunya terkait anggaran operasional serta pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengestimasi biaya operasional serta pemeliharaan IPAL komunal; (2) menganalisis persepsi pelaku usaha terkait penyediaan IPAL komunal; (3) menganalisis besar WTP serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah dengan IPAL komunal. Metode yang digunakan yaitu analisis biaya, analisis deskriptif menggunakan skala likert, Contingent Valuation Method dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) estimasi biaya operasional dan pemeliharaan untuk ketiga IPAL komunal di Sukaregang dengan kapasitas 1.300m3/hari adalah sebesar Rp57.696.630/bulan, dengan biaya pengolahan air limbah Rp1.500/m3; (2) pelaku usaha menyatakan setuju terhadap persepsi yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, namun menyatakan sangat tidak setuju pada aspek teknis khususnya terkait regulasi penggunaan IPAL komunal; (3) estimasi total WTP pelaku usaha mencapai Rp63.868.038,86/bulan dengan nilai rataan WTP sebesar Rp2.801,23/m3, serta faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap WTP tersebut adalah nilai penawaran (bid), pendapatan, dan lama usaha.

Referensi

Adib, A., Parkhan, A., & Immawan, T. (2018). Analisis Kelayakan Industri Penyamakan Kulit di Kawasan Industri Aceh Ladong, Aceh Besar, Aceh. Teknoin, 24(1), 01-08.

Fauzi, A. (2021). Valuasi ekonomi dan penilaian kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. PT Penerbit IPB Press.

Ghoz ali.(2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro UNDIP.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen pemasaran edisi ketiga belas. Jakarta: Erlangga, 64.

Nazhipah, S. F., & Soewondo, P. (2025). Evaluasi Kebijakan Pengelolaan IPAL-Komunal Berdasarkan Nilai Keberlanjutan Multidimensi di Kawasan Padat Penduduk Kota Bandung. Jurnal Serambi Engineering, 10(4).

Nugraha, A. W., Suparno, O., & Indrasti, N. S. (2018). Analisis material, energi dan toksisitas (MET) pada industri penyamakan kulit untuk identifikasi strategi produksi bersih. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 28(1).

Osmaleli, O., Rismawati, W., & Fauzi, A. (2022). Analisis Willingness to Pay Pengunjung terhadap Tarif Masuk Hutan Penelitian Dramaga dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Indonesian Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics, 1(1), 37–46.

Qatrunada, S. S., Kusnadi, N., & Putri, T. A. (2023). Kelayakan finansial pabrik tahu dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 11(1), 159-173.

Riduwan, M. B. A. (2022). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Suryaman, R. A. (2024). Identification of Economic Impact Valuation on Small Industrial Centers (Study on the Sukaregang Leather Tannery Industrial Center). Gorontalo Development Review, 57-69.

Susanti, B., Estu, L. K., & Hadinata, F. (2020). Analisis Biaya dan Pendapatan Operasional Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Skala Kota. Applicable Innovation of Engineering and Science Research (AVoER), 410-417.

Diterbitkan

2025-12-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Biaya dan Willingness to Pay Pengelolaan Limbah dengan IPAL Komunal di Sentra Industri Penyamakan Kulit Sukaregang: Cost and Willingness to Pay Analysis for Waste Management Using Communal Wastewater Treatment Plants in Sukaregang Leather Tanning Industry. (2025). Indonesian Journal of Agriculture Resource and Environmental Economics, 4(2), 90-102. https://doi.org/10.29244/6xbb5r06