PRODUKTIVITAS GETAH PINUS MENGGUNAKAN STIMULAN ORGANIK DI RESORT PEMANGKUAN HUTAN MAKUTO
Pine Sap Productivity Using Organic Stimulants at Forest Management Resort of Makuto, Kediri, East Java
Kata Kunci:
produktivitas getah pinusAbstrak
Kekhawatiran terhadap penggunaan stimulan kimia dalam jangka panjang pada penyadapan pinus mendorong pencarian alternatif yang lebih aman. Penyadap getah pinus di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Makuto menggunakan stimulan anorganik Wiji 02 berbahan aktif asam yang mampu meningkatkan produktivitas getah, tetapi berpotensi membahayakan kesehatan penyadap dan merusak pohon dalam jangka panjang. Salah satu alternatif yang dapat digunakan ialah stimulan organik berbahan ekstrak jahe dan jeruk nipis yang mengandung asam sitrat.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan produktivitas dan kualitas getah Pinus merkusii yang dihasilkan oleh stimulan organik serta perlakuan kontrol (tanpa stimulan) di RPH Makuto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase peningkatan produktivitas tertinggi terdapat pada perlakuan stimulan jeruk nipis konsentrasi 100%, yaitu sebesar 231,78% dibandingkan kontrol. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kandungan asam sitrat (C6H8O7) pada jeruk nipis. Selain itu, jahe juga mampu meningkatkan produktivitas getah karena mengandung berbagai asam organik dan senyawa antijamur, meskipun hasilnya lebih rendah dibandingkan jeruk nipis. Secara keseluruhan, stimulan berbahan dasar tumbuhan, khususnya jeruk nipis, berpotensi menjadi alternatif yang lebih aman dan menjanjikan dibandingkan stimulan kimia konvensional.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Salsabila Syakira Aziz, Ujang Suwarna, Irsya Muthia Muthmainnah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
