ANALISIS PENGHIDUPAN ORANG RIMBA DI KECAMATAN AIR HITAM PASCA PERUBAHAN ZONASI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS

Analysis of Orang Rimba Livelihoods in Air Hitam District Post-Zoning Reclassification of Bukit Duabelas National Park

Penulis

  • Lusiana Debora Sihite a:1:{s:5:"en_US";s:24:"Institut Pertanian Bogor";}
  • Sambas Basuni

Kata Kunci:

Taman Nasional Bukit Dubelas, Orang Rimba, Aset Penghidupan, Strategi Penghidupan

Abstrak

Taman Nasional Bukit Duabelas memiliki fungsi khusus untuk melindungi ruang penghidupan Orang Rimba. Upaya memenuhi fungsi ini salah satunya dilakukan dengan memadukan zonasi taman nasional menurut aturan negara dengan pembagian ruang adat menurut Orang Rimba pada 2019. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah zonasi TNBD sudah benar-benar mengakomodasi penghidupan yang berkelanjutan bagi Orang Rimba dengan mengeksplorasi aset penghidupan dan strategi penghidupan Orang Rimba di Air Hitam berdasarkan kerangka Sustainable Rural Livelihood dengan metode kuantitaif dan kualitatif. Penelitian menunjukan perbedaan kepemilikan aset diantara kelompok Orang Rimba dengan pola hidup tradisional, transisi, dan menetap. Kelompok menetap memiliki tingkat kepemilikan aset tertinggi, kecuali social capital. Strategi penghidupan kelompok menetap telah berubah menjadi perkebunan (terutama sawit dan karet) sedangkan berburu-meramu hanya umum ditemukan pada kelompok tradisional dan transisi. Diversifikasi nonpertanian hanya dilakukan oleh kelompok transisi dan kelompok menetap. Perubahan penghidupan didorong oleh kebutuhan atas pendapatan stabil, menurunnya sumber daya hutan, dan meningkatnya persaingan. Orang Rimba memiliki hak akses, hak pemanfaatan, dan hak manajemen atas Taman Nasional Bukit Duabelas. Mekanisme akses Orang Rimba atas kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas digolongkan sebagai akses legal yang diperoleh karena identitas sosial, tetapi mekanisme akses individual lebih dipengaruhi oleh akses berdasarkan modal. Peningkatan adaptabilitas Orang Rimba dapat dilakukan dengan menerapkan tumpang sari atau penyiangan yang dioptimalisasi untuk masyarakat yang berburu-meramu dan diversifikasi jenis tanaman atau integrasi kebun-ternak untuk kelompok yang berkebun sawit. Peningkatan akses terhadap pendidikan dan pelatihan juga perlu dilakukan guna meningkatkan human capital yang krusial dalam membuka kesempatan diversifikasi nonpertanian.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-25

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

ANALISIS PENGHIDUPAN ORANG RIMBA DI KECAMATAN AIR HITAM PASCA PERUBAHAN ZONASI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS: Analysis of Orang Rimba Livelihoods in Air Hitam District Post-Zoning Reclassification of Bukit Duabelas National Park. (2025). Jurnal Forestrindo, 2(1), 315-328. https://journal.ipb.ac.id/forestrindo-journal/article/view/65306