Kriteria Kematangan Pascapanen Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duch.) Pada Perbedaan Umur Panen Dengan Heat Unit
DOI:
https://doi.org/10.29244/agrob.14.2.73488Abstract
Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan tanaman yang termasuk dalam buah klimakterik dengan berbagai manfaat karena memiliki kandungan gizi melimpah. Buah labu kuning termasuk buah yang memiliki umur penyimpanan panjang hingga 6 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu panen yang tepat untuk menghasilkan buah labu kuning yang berkualitas baik berdasarkan satuan panas dan menganalisis kualitas buah labu kuning dengan penyimpanan. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB, Bogor dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2024. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan empat ulangan dan satu faktor, yaitu umur panen (23, 28, 33, dan 38 hari setelah antesis (HSA)). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata antara umur panen dan warna kulit buah, warna daging buah, bobot buah, panjang buah, diameter buah. Buah labu kuning varietas ‘Suprema F1’ dapat dipanen lebih awal pada umur 23 HSA dengan akumulasi satuan panas 488.6 °C hari. Kualitas fisik dan kimia pada buah labu kuning yang dipanen pada 23 HSA, 28 HSA, 33 HSA, 38 HSA tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Umur simpan dan susut bobot terbaik pada umur panen 23 HSA. Umur panen terbaik 28 HSA (578.15 °C hari) dan 33 HSA (682.61 °C hari) dengan kandungan warna kulit buah pada penyimpanan 0 HSP hijau tua dan 21 HSP menjadi coklat serta memiliki kandungan padatan tertitrasi total (PTT) lebih tinggi dan kandungan asam tertitrasi total (ATT) yang rendah. Kandungan padatan terlarut total (PTT) dan vitamin C pada penyimpanan 7 HSP berpengaruh nyata terhadap umur panen.
Kata kunci: antesis, fenologi, kualitas buah, umur panen
Downloads
References
Bazaz, H. A., Armita, D., & Koesriharti. (2022). Pengaruh penjarangan buah dan pemupukan kalium terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas buah melon (Cucumis melo L.). Jurnal Produksi Tanaman, 10, 388–394. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2022.010.07.07
Brackmann, A., Thewes, F. R., Anese, R. O., Both, V., & Gasperin, A. R. (2014). Respiration rate and its effect on mass loss and chemical qualities of “fuyu” persimmon fruit stored in controlled atmosphere. Journal Ciencia Rural, 44(4), 612–615. https://doi.org/10.1590/S0103-84782014000400006
Cardozo, C. J. M., Hernandez, D. M., Gutierrez, B. L. C., Valasquez, H. J. C., Molina, D. A. R., & Londono, G. C. (2021). Physical, physiological, physicochemical and nutritional characterization of pumpkin (Cucurbita maxima) in postharvest stage cultivated in Antioquia-Colombia. Revista Facultad Nacional De Agronomia Medellin, 74(3), 9735-9744. https://doi.org/10.15446/rfnam.v74n3.90820
Dhankhar SK, Singh S. 2013. Thermal requirements for flowering and fruit yield attainment in advance lines of okra. Journal of Agrometeorology, 15(1), 39–42. https://doi.org/10.54386/jam.v15i1.1436
Gbemenou, U. H., Ezin, V., & Ahanchede, A. (2022). Current state of knowledge on the potential and production of Cucurbita moschata (pumpkin) in Africa: A review. African Journal of Plant Science, 16(1), 8–21. https://doi.org/10.5897/AJPS2021.2202
Hayati, R. (2022). Teknologi pascapanen hasil pertanian. Syiah Kuala University Press.
Hutabarat, M. A., Hasbullah, R., & Salahudin, M. (2019). Perlakuan uap panas dan pengaruhnya terhadap mutu buah melon (Cucumis melo L.) selama penyimpanan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 8(2), 65–75. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v8i2.65-75
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2018). Statistik pertanian 2018 (Agricultural statistics). Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Khairi, A. N., Falah, A. F., & Pamungkas, A. P. (2017). Analisis mutu pascapanen melon (Cucumis melo L.) kultivar Glamour Sakata selama penyimpanan. CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia, 4(2), 47-52. https://doi.org/10.26555/chemica.v4i2.9249
Lelang, M. A. (2017). Uji korelasi dan analisis lintas terhadap karakter komponen pertumbuhan dan karakter hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum, Mill). Savana Cendana, 2(2), 33–35. https://doi.org/10.32938/sc.v2i02.90
Liu, Z., Yan, C., Wang, P., Liu, Z., Sun, L., & Li, X. (2024). Changes in fruit texture and cell structure of different pumpkin varietes (lines) during storage. Postharvest Biology and Technology, 208, 1-11. https://doi.org/10.1016/j.postharvbio.2023.112647
Maulana, N. A. (2022). Penampilan karakter agronomi lima varietas tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) berdasarkan sistem budidaya organik dan anorganik [Skripsi, Universitas Brawijaya]. Brawijaya Knowledge Garden.
Murdiatti, A., Noor, Z., & Sisilia, D. (2008). Pengaruh variasi lama simpan dan frekuensi ekstraksi terhadap kandungan gula ekstrak buah labu kuning. Agritech, 28(1), 43–49.
Nasution, I. S., Yusmanizar, & Melianda, K. (2012). Pengaruh penggunaan lapisan edibel (edibel coating), kalsium klorida dan kemasan plastik terhadap mutu nanas (Ananas comosus Merr) terolah minimal. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 4(2), 21–26. https://doi.org/10.17969/jtipi.v4i2.268
Nurfazizah, R., Susanto, S., & Widodo, W. D. (2019). Karakterisasi dan daya simpan empat aksesi buah pisang tanduk (Musa.sp. AAB). Buletin Agrohorti, 7(3), 303-311. https://doi.org/10.29244/agrob.v7i3.30202
Obi, R. K., Uma, M. C., Dhamiani, M. S., & Kommula, V. P. (2016). Exploration on the characteristics of cellulose microfibers form Palmyra palm fruit. International Journal of Polymeric Analysis and Characterization, 21(4), 285–295. https://doi.org/10.1080/1023666X.2016.1147799
Parinduri, R. R., Widodo, W. D., & Suketi, K. (2023). Satuan Panas Sebagai Kriteria Panen Pepaya Miba (Carica pepaya L.). Prosiding Seminar Nasional, 1(1), 292–299.
Rahman, M. A., Miaruddin, M., Khan, M. H. H., Masud, M. A. T., & Begum, M. M. (2013). Effect of storage periods on postharvest quality puimpkin. Bangladesh Journal of Agricultural Research, 38(2), 247–255. https://doi.org/10.3329/bjar.v38i2.15888
de Souza, A. P., Carvalho, S. A., Mariana, P., & Euzebio, S. M. (2017). Thermal requirements and productivity of squash (Cucurbita moschata Duch.) in the Cerrado-Amazon transition. Agrociencia Uruguay, 21(2), 15–22. https://doi.org/10.31285/AGRO.21.2.3
Sutrisno. (2007). Pengendalian respirasi untuk mempertahankan mutu pascapanen produk segar hortikultura. Jurnal Keteknikan Pertanian, 21(3), 213–224. https://doi.org/10.19028/jtep.21.3.213-224
Widodo, W. D., Suketi, K., & Fitriansyah, A. (2021). Pemantapan Satuan Panas Sebagai Kriteria Panen Pisang Raja Bulu. Jurnal Hortikultura Indonesia, 12(2), 99–107. https://doi.org/10.29244/jhi.12.2.99-107
Yap, M., Fernando, W. M. B., Jayaswna, C. S. V., & Coorey, R. (2017). The effects of banana ripeness on quality indices for puree production. LWT–Food Science and Technology, 80, 10–18. https://doi.org/10.1016/j.lwt.2017.01.073
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All publications by Buletin Agrohorti is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












