Analisis Vegetasi dan Dominansi Seed bank Gulma pada Beberapa Pola Tanam Kopi Berdasarkan Kedalaman Tanah
DOI:
https://doi.org/10.29244/agrob.14.1.73257Abstract
Gulma pada lahan budidaya tanaman kopi dapat menurunkan hasil biji sekitar 35% dari 12.5 kw ha-1 menjadi 7 kw ha-1, oleh karena itu kehadiran gulma perlu dikendalikan. Tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian bertujuan mengidentifikasi keragaman spesies serta dominasi gulma kebun kopi berdasarkan analisis vegetasi gulma dan analisis seed bank pada berbagai pola tanam dan kedalaman tanah di kebun kopi. Penelitian dilaksanakan di kebun kopi di Kabupaten Bandung. Gulma yang diamati berasal dari seed bank yang berkecambah dan sampel vegetasi gulma pada lahan pola tanam monokultur kopi (P1), lahan polikultur kopi dengan kubis (P2), dan lahan polikultur kopi dengan bawang daun (P3). Kriteria sampel tanah yang digunakan yaitu kedalaman 0-10 cm, 11-20 cm, 21-30 cm, dan 31-40 cm. Spesies yang mendominasi permukaan lahan (P1) dan (P2) di dominasi spesies Galinsoga parviflora, sedangkan lahan (P3) didominasi spesies Borreria alata. Terdapat tiga spesies gulma yang mendominasi dari seluruh soil seed bank yaitu Drymaria cordata, Galinsoga parviflora, dan Persicaria nepalensis. Gulma Drymaria cordata, mendominasi sampel tanah lahan P1 kedalaman 11-20 cm dan kedalaman 2130 cm, sampel tanah lahan P2 kedalaman 21-30 cm dan 31-40 cm, dan sampel lahan P3 di kedalaman 31-40 cm. Gulma Galinsoga parviflora mendominasi sampel tanah lahan P1 kedalaman 0-10 cm dan 31-40 cm, sampel tanah lahan P2 kedalaman 11-20 cm saja, dan sampel tanah lahan P3 di kedalaman 11-20 cm dan 21-30 cm. Gulma Persicaria nepalensis hanya mendominasi sampel tanah lahan P2 kedalaman 0-10 cm. Peran dominasi gulma Galinsoga parviflora pada vegetasi gulma beberapa lahan kopi memberikan jumlah seed bank yang banyak dalam tanah di beberapa lahan kopi.
Kata kunci: dominansi, kedalaman tanah, pola tanam, seed bank
Downloads
References
Af, N. A., Rosmawati, R., & Jamdin, Z. (2019). Refugia ditinjau dari konsep gulma pengganggu dan upaya konservasi musuh alami. BIOSEL (Biology Science and Education): Jurnal Penelitian Science dan Pendidikan, 8(1), 82-89.
Anam, K., Sirappa, P. M., Sangkala, Meilin, A. N., Marda, A. B., Irawan, N. C., Handayani, H. T., & Masrika, N. U. E. (2023). Budidaya tanaman kopi dan olahannya untuk kesehatan. CV Tohar Media.
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik kopi di Indonesia 2021. https://www.bps.go.id
Butar, H. B. (2020). Dominansi dan potensi seed bank gulma pada lahan peremajaan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) [Undergraduate thesis, Universitas Batanghari]. Universitas Batanghari.
Chozin, M. A., Nuryana, F. I., & Guntoro, D. (2023). Alelopati dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian ramah lingkungan. IPB Press.
CNN Indonesia. (2022). 5 negara penghasil kopi terbesar di dunia, Indonesia peringkat berapa? https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20221001003239-269-854948/5-negara-penghasil-kopi-terbesar-di-dunia-indonesia-peringkat-berapa
Damalas, C. A. (2008). Distribution, biology, and agricultural importance of Galinsoga parviflora (Asteraceae). Weed Biology and Management, 8(3), 147–153. https://doi.org/10.1111/j.1445-6664.2008.00290.x
Daniati, C., Karindah, S., & Puspitarini, R. (2018). Three species of weeds enhance the population of predator and parasitoid of coffee berry borers. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 10(1), 229–236. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v10i1.12076
Fenner, M. (1995). Ecology of seed banks. In J. Kigel & G. Galili (Eds.), Seed development and germination (pp. 507–528). Marcel Dekker. https://doi.org/10.1201/9780203740071-19
Gowri, S. (2015). Allelopathic effect of Solanum nigrum on Pisum sativum, Eleusine coracana, and Trigonella foenum-graecum. Biomedical and Pharmacology Journal, 1(1), 185–194.
Harjadi, S. S. (2019). Dasar-dasar agronomi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Kefi, A., Guntoro, D., & Santosa, E. (2020). Kelimpahan vegetasi dan simpanan biji gulma pada pertanaman jagung berbeda sejarah pola tanam di lahan kering. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(1), 22–29.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2022). Jalin kerja sama ekspor bagi petani kopi, pemerintah maksimalkan potensi industri kopi nasional. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/4635/jalin-kerja-sama-eksporbagi-petani-kopi-pemerintah-maksimalkan-potensi-industri-kopi-nasional
Kementerian Pertanian. (2022). Outlook komoditas perkebunan kopi. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal.
Latumahina, F. S. (2022). Mengenal gulma hutan. CV Adanu Abimata.
Marsal, D., Wicaksono, K. P., & Widaryanto, E. (2015). Dinamika perubahan komposisi gulma pada tanaman tebu keprasan di lahan sistem reynoso dan tegalan [Disertasi, Universitas Brawijaya]. Brawijaya Knowledge Garden.
Moenandir, J. (2010). Ilmu gulma. Universitas Brawijaya Press.
Murdiono, T., & Asyiah, I. N. (2018). Types of weed and their potentials as the host plant of parasitic nematodes in Arabica and Robusta coffee plant in Kalibendo Banyuwangi. Bioedukasi, 16(2), 68–72.
Noor, A., Vahlevi, J., & Rozi, F. (2011). Stabilisasi lereng untuk pengendalian erosi dengan soil bioengineering menggunakan akar rumput vetiver. Poros Teknik, 3(2), 69–74.
Palijama, W., Riry, J., & Wattimena, A. Y. (2012). Komunitas gulma pada pertanaman pala (Myristica fragrans) belum menghasilkan dan menghasilkan di Desa Hutumuri Kota Ambon. Jurnal Agrologia, 1(2), 135–142.
Prabowo, S. M., Dewi, S. A., & Hatmini, D. (2020). Identifikasi seed bank gulma lokal dan pengaruh frekuensi penyiangan terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit (Capsicum frutescens). Agric Jurnal Ilmu Pertanian, 32(2), 121–128. https://doi.org/10.24246/agric.2020.v32.i2.p121-128
Rodrigues, R. J., Carvalho, G. R., Gonçalves, A. H., Carvalho, J. P. F., Alcântara, E. N. D., & Resende, L. S. (2022). Phytosociology of weeds on Cerrado Mineiro coffee growing farms. Advances in Weed Science, 40, e020220029. https://doi.org/10.51694/AdvWeedSci/2022;40:00013
Sari, R. S. (2021). Keanekaragaman dan dominansi gulma di perkebunan kopi robusta Kabupaten Tanggamus [Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Lampung].
Sastroutomo, S. S. (1990). Ekologi gulma. Gramedia Pustaka Utama.
Siahaan, M. P., Purba, E., & Irmansyah. (2014). Komposisi dan kepadatan seed bank gulma pada berbagai kedalaman tanah pertanaman palawija Balai Benih Induk Tanjung Selamat. Agroekoteknologi, 2(3), 1181–1189.
Simanggung, Y. P., Zaman, S., & Guntoro, D. (2018). Manajemen pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.): Analisis faktor-faktor penentu dominansi gulma di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara. Buletin Agrohorti, 6(2), 198–205.
Subagiya, S., Himawati, M. K., & Wulandari, P. (2009). Pengujian toksisitas ekstrak daun wedusan (Ageratum conyzoides) terhadap ulat jantung kubis (Crocidolomia binotalis Zeller.). Journal of Sustainable Agriculture, 24(2), 164-169. https://doi.org/10.29244/agrob.v6i2.18808
Utami, S., Murningsih, & Fuad, M. (2020). Keanekaragaman dan dominansi jenis tumbuhan gulma pada perkebunan kopi di Hutan Wisata Nglimut Kendal Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 411–416. https://doi.org/10.14710/jil.18.2.411-416
Widowati, R., & Ratnaningsih, E. (2022). Seed bank gulma pada berbagai pola tanam dan berbagai kedalaman di lahan pasir. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika, 6(2), 37–44. https://doi.org/10.31002/vigor.v6i2.5705
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All publications by Buletin Agrohorti is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












