Manajemen Pemangkasan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. Froehner) Menghasilkan di Kebun Bangelan, Jawa Timur

Authors

  • Hendra Nugroho Febrianto Program Studi Agronomi dan Hortikultura Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Supijatno Supijatno Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
  • Mochamad Hasjim Bintoro Djoefrie Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jalan Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/agrob.13.3.67704

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan non migas dengan peluang pasar yang cukup tinggi. Pemangkasan menjadi salah satu kegiatan budidaya tanaman kopi yang penting dilakukan karena berpengaruh terhadap produksi tanaman kopi. Tujuan penelitian yaitu menganalisis manajemen pemangkasan kopi yang baik untuk peningkatan produksi kopi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bangelan, Jawa Timur dan berlangsung dari Januari sampai April 2020. Tanaman kopi yang diamati berlokasi di lima blok yang berbeda, masing-masing blok diamati 5 tahun tanam, yaitu 1935, 1957, 1967, 2007 dan 2012. Setiap tahun tanam diamati 10 tanaman kopi. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, persentase proporsi cabang dan jumlah gelondong. Hasil pengamatan diuji menggunakan metode uji t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman tahun tanam 1967 memiliki rata-rata tinggi setelah dipangkas yaitu 212.3 cm, memiliki 84.5 cabang produktif, serta memiliki persentase cabang B0 (cabang belum berbuah) yang dominan, yaitu 56%. Tanaman kopi tahun tanam 1957 memiliki jumlah cabang produktif sebanyak 49.8 cabang per tanaman, akan tetapi produksi gelondongnya hanya 1.1 kg per tanaman. Hal tersebut menunjukkan cabang produktif yang dimiliki tanaman tahun tanam 1957 tidak berproduksi secara maksimal yang disebabkan oleh kondisi percabangan yang terlalu lebat, serangan hama dan pertumbuhan tunas air yang tinggi. Kondisi tersebut sebagai dampak dari kegiatan wiwil halus dan wiwil kasar yang tidak mencapai standar rotasi dan luasan areal kerja.

Kata kunci: cabang, kopi, pemangkasan, produksi

Downloads

Download data is not yet available.

References

[BPS] Badan Pusat Statistik (ID). 2018. Statistik Kopi Indonesia 2017. Tersedia ppada: https://www.bps.go.id [diakses 15 Oktober 2019].

[Balittri] Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. 2011. Pertumbuhan, Produksi dan Cita Rasa Kopi pada Berbagai Tanaman Penaung. Sukabumi (ID): Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar.

Coombs, D., P. Blackburne-Maze, M. Cracknell, R. Bentley. 1994. The Complete Book of Pruning. London (GB): Ward Lock & Co. Ltd.

[Ditjenbun] Direktorat Jenderal Perkebunan. 2013. Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan Data Komoditas Perkebunan. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Perkebunan.

[Ditjenbun] Direktorat Jendral Perkebunan. 2018. Statistik perkebunan Indonesia komoditas kopi 2017-2019. Tersedia pada: http://ditjenbun.pertanian.go.id/ [diakses 15 Oktober 2019].

Harahap, M.R.S. 2019. Manajemen pemangkasan tanaman kopi robusta (Coffea canephora var. robusta) di Kebun Bangelan, PT Perkebunan Nusantara XII, Malang, Jawa Timur [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hulupi, R., D. Nugroho, Yusianto. 2013. Keragaan beberapa varietas lokal kopi arabika di Dataran Tinggi Gayo. Pelita Perkebunan. 29(2):69-81.

[ICO] International Coffee Organization. 2019. World Coffee Consumption. Tersedia pada: http://www.ico.org/prices/new-consumption-table.pdf [diakses 15 Oktober 2019].

Kadir, S., A. Darmawidah, M.Z. Kanro. 2004. Pengaruh pemangkasan terhadap pertumbuhan dan komponen produksi tanaman kopi. Jurnal Agrivigor. 4(1):15-20.

Mawardo, S., R. Hulupi, A. Wibawa, S. Wiryaputra, Yusianto. 2008. Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo. Banda Aceh (ID): Aceh Kopi Forum.

[PTPN XII] PT Perkebunan Nusantara XII. 2013. Buku Pedoman Budi Daya Tanaman Kopi Robusta. Surabaya (ID): PTPN XII.

Purwanto, D. Rizki, B.R. Wijonarko. 2020. Karakter agronomis dan fisiologis tanaman kopi robusta (Coffea canephora) pada dataran tinggi di Kecamatan Pejawaran Kab. Banjarnegara. JIPI. 2(1):11-16.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2017. Outlook kopi 2017. Tersedia pada: http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/download/file/402-outlook-kopi-2017 [diakses 15 Oktober 2019].

Saragih, J.R. 2017. Aspek sosioekologis usahatani kopi arabika di dataran tinggi Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Jurnal Sosiohumaniora. 19(3):253-259.

Suprayogi, B.M., Z. Arifin, M.K. Mawardi. 2017. Analisis daya saing ekspor kopi Indonesia, Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Jurnal Administrasi Bisnis. 50(2):190-194.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Febrianto, H. N. ., Supijatno, S., & Djoefrie, M. H. B. . (2025). Manajemen Pemangkasan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. Froehner) Menghasilkan di Kebun Bangelan, Jawa Timur. Buletin Agrohorti, 13(3), 401-410. https://doi.org/10.29244/agrob.13.3.67704