Respons Perkecambahan Benih Padi dan Mentimun terhadap Perlakuan Bioherbisida Umbi Teki (Cyperus rotundus L.)

Authors

  • Maulidia Nabilah Program Studi Agronomi dan Hortikultura Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Muhamad Achmad Chozin Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
  • Sofyan Zaman Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/agrob.14.1.67531

Abstract

Teki (Cyperus rotundus L.) merupakan salah satu jenis gulma ganas dalam bidang pertanian. Teki memiliki daya adaptasi dan tingkat kompetisi yang tinggi sehingga mampu tumbuh baik pada hampir semua tipe tanah di daerah tropis maupun subtropis. Teki memproduksi umbi sebagai mekanisme reproduksi aseksual yang dapat bertahan di dalam tanah selama bertahun-tahun. Umbi teki mengandung senyawa alelokimia seperti fenol dan seskuiterpen yang dilepaskan ke lingkungan dan dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan tanaman di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan melihat respons perkecambahan benih padi dan mentimun terhadap pemberian larutan umbi teki pada berbagai tingkat konsentrasi. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tingkat konsentrasi sebagai faktor tunggal. Tingkat konsentrasi yang diberikan ialah K0 (kontrol), K1 (45 g L-1), K2 (90 g L-1), K3 (135 g L-1), dan K4 (180 g L-1). Aplikasi larutan umbi teki secara nyata menurunkan jumlah benih mentimun yang berkecambah, menghambat kecepatan tumbuh, panjang plumula dan radikula serta meningkatkan jumlah kecambah abnormal. Makin tinggi tingkat konsentrasi larutan umbi teki, makin tinggi tingkat penghambatan terhadap perkecambahan benih mentimun sampai tingkat konsentrasi 135 g L-1. Perlakuan larutan umbi teki tidak nyata memengaruhi persentase perkecambahan benih padi dan kecepatan tumbuh kecambahnya, tetapi berpengaruh nyata terhadap panjang plumula dan radikula kecambahnya. Hasil penelitian ini memperkuat beberapa hasil penelitian sebelumnya, biji tumbuhan berdaun lebar lebih peka terhadap perlakuan bioherbisida umbi teki dibandingkan dengan biji tumbuhan golongan rumput.

Kata kunci: alelokimia, daun lebar, fenol, perkecambahan, sesquiterpen

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ameena, M., Geethakumari, V. L., & George, S. (2014). Allelopathic influence of purple nutsedge (Cyperus rotundus L.) root exudates on germination and growth of important field crops. International Journal of Agricultural Sciences, 10(1), 186–189.

Andripa. (2017). Penentuan waktu untuk uji cepat vigor benih dengan metode pemunculan radikula (radicle emergence) pada beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) [Skripsi, IPB University]. IPB University Scientific Repository.

Arsa, A. J. W., Chozin, M. A., & Lontoh, A. P. (2020). Peningkatan keefektifan bioherbisida berbahan dasar umbi teki dengan surfaktan dalam menekan perkecambahan. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(1), 97–103. https://doi.org/10.24831/jai.v48i1.29209

Barro, J. D. (2008). Understanding and managing the causes of abnormal seedlings in lucerne. RIRDC Publication.

Bryson, C. T., & Carter, R. (2008). The significance of cyperaceae as weeds. In Sedges: Uses, diversity, and systematics of the Cyperaceae. Missouri Botanical Garden Press.

Cheng-Zen, H., Lei, X., Jin-Jing, S., Zhong-Hua, Z., Mei-Lan, F., Hui-Ying, T., & Ke-Ke, Y. (2020). Allelochemical ρhidroxybenzoic acid inhibits root growth via regulating ros accumulating in cucumber (Cucumis sativus L.). Journal of Integrative Agriculture, 19(2), 518–527. https://doi.org/10.1016/S2095-3119(19)62664-0.

Chozin, M. A., Delsi, Y., Saputra, R., Syarifi, & Arifin, S. A., & Zaman, S. (2013). Study on allelopathic potential of Cyperus rotundus L. In H. B. Baki, D. K., & T. Soekisman (Eds.), Proceedings of the 24th Asian-Pacific Weed Science Society Conference (pp. 353–360). HIGI.

Delsi, Y. (2012). Studi potensi alelopati teki (Cyperus rotundus L.) sebagai bioherbisida untuk pengendalian gulma berdaun lebar [Tesis, IPB University]. IPB University Scientific Repository.

Dewi, S. A., Chozin, M. A., & Guntoro, D. (2017). Uji pengaruh ekstrak teki (Cyperus rotundus L.) terhadap pertumbuhan gulma pada budidaya tanaman kedelai. Agronomika, 12(1), 25–33.

Dhima, K., Vasilakoglou, I., Stefanou, S., Gatsis, T., Paschalidis, K., Aggelopoulos, S., & Eleftherohorinos, I. (2016). Differential competitive and allelopathic ability of Cyperus rotundus on Solanum lycopersicum, Solanum melongena, and Capsicum annuum. Archives of Agronomy and Soil Science, 62(9), 1250–1263. https://doi.org/10.1080/03650340.2015.1136100.

Ebtan, R., Sugiharto, A. N., & Widaryanto, E. (2014). Ketahanan beberapa varietas jagung manis [Zea mays Saccharata (Sturt.)] terhadap populasi gulma teki [Cyperus rotundus (L)]. Jurnal Produksi Tanaman, 1(6), 471–477.

El-Rokiek, K. G., El-Din, S. A. S., & Sahara, A. S. (2010). Allelopathic behavior of Cyperus rotundus L. on both Chorchorus olitorius and Echinochloa crus-galli associated with soybean. Journal of Plant Protection Research, 50(3), 274–279. https://doi.org/10.2478/v10045-010-0048-7

Farida, Z. N. L. E., Saptadi, D., & Repatijarti. (2017). Uji vigor dan viabilitas benih dua klon karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) pada beberapa periode penyimpanan. Jurnal Produksi Tanaman, 5(3), 484–492.

He, H. Q., & Lin, W. X. (2001). Studies on allelopathic physiobiochemical characteristics of rice. Chinese Journal of Eco-Agriculture, 9, 56–57.

Huang, K. C. (1999). The dried tuber of Cyperus rotundus L. In The pharmacology of Chinese herbs (2nd ed., pp. 320–321).

International Seed Testing Association. (2014). International rules for seed testing. ISTA.

Kavitha, D., Prabhakaran, J., & Arumugam, K. (2012). Phytotoxic effect of purple nutsedge (Cyperus rotundus L.) on germination and growth of finger millet (Eleusine coracana Gaertn.). International Journal of Research in Pharmaceutical and Biomedical Sciences, 3, 615–619.

Kusuma, A. V. C., Chozin, M. A., & Guntoro, D. (2017). Senyawa fenol dari tajuk dan umbi teki (Cyperus rotundus L.) pada berbagai umur pertumbuhan serta pengaruhnya terhadap perkecambahan gulma berdaun lebar. Jurnal Agronomi Indonesia, 45(1), 100–107. https://doi.org/10.24831/jai.v45i1.11842

Latief, S., Chiapusio, G., & Weston, L. A. (2017). Allelopathy and the role of allelochemicals in plant defence. In Advances in Botanical Research (Vol. 82). Elsevie.

Latifa, R. Y., Maghfoer, M. D., & Widaryanto, E. (2015). Pengaruh pengendalian gulma terhadap tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada sistem olah tanah. Jurnal Produksi Tanaman, 3(4), 311–320.

Lawal, O. A., & Oyedeji, A. O. (2009). Chemical composition of the essential oils of Cyperus rotundus L. from South Africa. Molecules, 14(8), 2909–2917. https://doi.org/10.3390/molecules14082909

Li, Z. H., Wang, Q., Ruan, X., Pan, C. D., & Jiang, D. A. (2010). Phenolics and plant allelopathy. Molecules, 15(12), 8933–8952. https://doi.org/10.3390/molecules15128933

Mahayaning, F. A., Darmanti, S., & Nurchayati, Y. (2015). Pengaruh alelokimia ekstrak tanaman padi (Oryza sativa L. var. IR64) terhadap perkecambahan dan perkembangan kecambah kedelai (Glycine max L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 23(2), 88–93.

Nuryana, F. I., Chozin, M. A., & Guntoro, D. (2019). High-performance liquid chromatography analysis for α-cyperone and nootkatone from the tuber of nutsedge (Cyperus rotundus L.) in the tropics. Rasayan Journal of Chemistry, 12(1), 360–365. https://doi.org/10.31788/RJC.2019.1215003

Shafeeq, A., Muhammad, A., Sarfaraz, S., Akram, Z., Saeed, H. M. U., & Farooq, U. (2015). Effect of acid concentration on the extraction of furfural from corn cobs. International Journal of Chemical Engineering and Applications, 6, 381–384. https://doi.org/10.7763/IJCEA.2015.V6.514

Siregar, E. N., Nugroho, A., & Sulistyono, R. (2017). Uji alelopati ekstrak umbi teki pada gulma bayam duri (Amaranthus spinosus L.) dan pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata). Jurnal Proteksi Tanaman, 5(2), 290–298.

Tefa, A. (2017). Uji viabilitas dan vigor benih padi (Oryza sativa L.) selama penyimpanan pada tingkat kadar air yang berbeda. Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering, 2(3), 48–50. https://doi.org/10.32938/sc.v2i03.210

United States Department of Agriculture National Resources Conservation Service. (n.d.). Purple nutsedge (Cyperus rotundus L.). http://npdc.usda.gov

Webster, T. M., Grey, T. L., Davis, J. W., & Culpepper, A. S. (2008). Glyphosate hinders purple nutsedge (Cyperus rotundus) and yellow nutsedge (Cyperus esculentus) tuber production. Weed Science, 56(5), 735–742. https://doi.org/10.1614/WS-08-037.1

Zohaib, A., Abbas, T., & Tabassum, T. (2016). Weeds cause losses in field crops through allelopathy. Notulae Scientia Biologicae, 8(1), 47–56. https://doi.org/10.15835/nsb819699

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Nabilah, M. ., Chozin, M. A. ., & Zaman, S. . (2026). Respons Perkecambahan Benih Padi dan Mentimun terhadap Perlakuan Bioherbisida Umbi Teki (Cyperus rotundus L.). Buletin Agrohorti, 14(1), 83-90. https://doi.org/10.29244/agrob.14.1.67531