Pengaruh Perbedaan Media Tanam dan Penambahan Mulsa terhadap Pertumbuhan Antigonon Leptopus
DOI:
https://doi.org/10.29244/agrob.14.1.67527Abstract
Penanaman Antigonon leptopus di perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu langkah untuk menangani serangan ulat api (Setothosea asigna) yang menyerang daun kelapa sawit. Kegiatan tersebut harus memperhatikan faktor-faktor penunjang untuk pembudidayaannya seperti benih yang digunakan, media yang dipakai, dan pemeliharaan yang tepat. Media tanam yang sering digunakan adalah tanah, pasir, kompos, pupuk kandang, dan arang sekam. Selain media, penggunaan mulsa juga dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Penggunaan media yang sesuai dapat menstimulus pertumbuhan tanaman Antigonon leptopus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai pertumbuhan A. leptopus pada berbagai media tanam dan penambahan mulsa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Media yang digunakan yaitu T0, T1, T2, T3, dan T4 serta mulsa M0, dan M1. Parameter yang diamati meliputi panjang sulur, jumlah anak daun, berat kering total, berat kering akar, rasio pucuk akar, jumlah bunga, dan jumlah tanaman berbunga. Efektivitas tertinggi terdapat pada perlakuan T1M1 (tanah : pasir : pupuk kandang 2:1:1) dengan penambahan mulsa jagung.
Kata kunci: Antigonon leptopus, kelapa sawit, media, ulat api
Downloads
References
Da Cruz, Mu’in, A., Rohmiyati, S. M. (2017). Penggunaan macam media tanam dan dosis pupuk P terhadap pertumbuhan bibit tanaman Antigonon leptopus. Jurnal Agromast. 2(2).
Fageria, N. K., Santos, A. B., & Coelho, A. M. (2006). Growth, yield and yield components of lowland rice as influenced by ammonium sulfate and urea fertilization. Journal of Plant Nutrition, 29(2), 371–386. https://doi.org/10.1080/01904167.2011.536879
Imam, M. A. (2009). Pengaruh jumlah benih per lubang dan interval pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Jurnal Saintis, 8(1), 1–18.
Lingga, P. (2006). Hidroponik bercocok tanam tanpa tanah (Edisi revisi). Penebar Swadaya.
Mattjik, A. A., & Sumertajaya, I. M. (2006). Perancangan percobaan (Edisi ke-2, Jilid 1). IPB Press.
Permatasari, I., & Kusmana, C. (2011). Respon pertumbuhan semai tancang (Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk.) terhadap tingkat penggenangan di kawasan mangrove Jalan Tol Sedyatmo, Jakarta Utara. Jurnal Silvikultur Tropika, 2(3), 181–186.
Rahmawati, E. (2017). Pengaruh fosfat terhadap efektivitas fulvic acid pada pertumbuhan Centrosema pubescens (Benth) (Skripsi, Institut Pertanian Bogor). IPB University Scientific Repository.
Samiati, A., Bahrun, & Safuan, L. O. (2012). Pengaruh takaran mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agronomi, 1(2), 121–125.
Setiadi, Y. (2017). Humic substance complex. IPB Press.
Sitompul, S. M., & Guritno, B. (1995). Analisa pertumbuhan tanaman. Gadjah Mada University Press.
Trisnaningsih, U., Handayani, N., & Budirokhman, D. (2015). Pengaruh bobot mulsa jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) kultivar Kutilang. Agroswagati, 3(1), 274–277.
Uyun, Y. S. (2006). Penggunaan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) yang meningkatkan pertumbuhan semai jati (Tectona grandis Linn.) pada limbah media jamur tiram (Pleurotus sp.) (Skripsi, Institut Pertanian Bogor). IPB University Scientific Repository.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All publications by Buletin Agrohorti is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












