Manajemen Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elais guineensis Jack.) di Kebun Langga Payung Estate, Sumatra Utara
DOI:
https://doi.org/10.29244/Abstract
Pengendalian gulma sangat penting dalam mengupayakan peningkatan produksi kelapa sawit. Pengendalian gulma yang baik dan efektif dapat menghasilkan produksi tandan sawit yang bermutu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Langga Payung Estate, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2023. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gulma serta pengendalian gulma secara efektif di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan gulma dominan pada tanaman 2020 adalah Cyperus killingia dengan nilai SDR sebesar 25.53%. Gulma dominan pada tanaman 2015 adalah Urena lobata dengan nilai SDR sebesar 23.12%. Gulma dominan pada tanaman 2011 adalah Panicum brevifollium dengan nilai SDR sebesar 27.68%. Nilai koefisien komunitas Divisi III Kebun Langga Payung Estate menunjukkan gulma yang beragam karena nilai persentase yang diperoleh kurang dari 70%. Pengendalian gulma di Kebun Langga Payung Estate dilakukan secara manual dan kimiawi. Dosis 0.25 glifosat dan metil metsulfuron serta 0.025 fluroxipir. Estimasi biaya pengendalian gulma sebesar Rp578.38.00 per hektar per tahun untuk kebutuhan herbisida dengan 3 kali rotasi semprot dan sebesar Rp357.261.00 untuk tenaga kerja. Nilai persentase tingkat penggunaan APD tenaga kerja penyemprot sebesar 75.6%.
Kata kunci: analisis vegetasi, estimasi biaya, koefisien komunitas, pengendalian gulma
Downloads
References
Anggriawan, F., N.E. Suminarti, S.Y. Tyasmoro. 2018. Uji lapang parakuat diklorida 276 G/L terhadap gulma pada budidaya tanaman kelapa sawit (TBM) tanaman belum menghasilkan. J. Produksi Tanaman. 6(10):2609-2614.
Antralina, M., I.N. Istina, Y. Yuwariah, T. Simarmata. 2015. Effect of difference weed control methods to yield of lowland rice in the SOBARI. Proc. Food Sci. (3):323–329. DOI: https://doi.org/10.1016/j.profoo.2015.01.035
Asriyani, L. 2017. Identifikasi penentuan waktu optimal pembukaan stomata alang-alang (Imperata cylindrica L.) di UIN Raden Intan Lampung [skripsi]. Lampung (ID): UIN Raden Intan Lampung.
Baillie, B.R., C.A. Ronaldo, D.B. Thompson, K.M. Little. 2017. The risk associated with glyphosate-based herbicide use in planted forest. J. Forest. 8(208):1-25. DOI: https://doi.org/10.3390/f8060208.
[BPS] Badan Pusat Statistika. 2018. Statistik Kelapa Sawit Indonesia 2018. Tersedia pada: www.bps.go.id [diakses 20 November 2020].
Budu, K.G.O., V.T. Zutah, S.A. Avaala, J. Baafi. 2014. Evaluation of metsulfuron-methyl and combinations in controlling weeds in juvenile oil palm plantation. IJAAR. 4(4):9-19.
Duarsa, A.B.S., Iing, N. Mardia, D. Karmila, H. Wanatiatri. 2020. Desain dan pembuatan 1000 face shield sebagai alat pengendalian diri dalam mencega covid-19. J. Pengabdian Masyarakat Sasambo. 2(1):142. DOI: https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1.603.
Ersyad, Z., Ardian, Silvina, F. 2017. Inventarisasi gulma dan seedbank pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) menghasilkan (Tm) di Kebun Sei Galuh Pt. Perkebunan Nusantara V Kampar Riau. J. Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 4(2):1-21.
Fatonah, S., Herman. 2013. Simpanan biji gulma dalam tanah di perkebunan kelapa sawit Desa Tambang, Kampar. 327- 332. Di dalam: S. Dwi, H. Apkuanbo, S. Saidi, editor. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung; 2013 Mei 10-12; Bekasi Barat, Indonesia.
Jatsiyah, V., S.R. Hermanto. 2020. Efikasi herbisida isopropilamina glifosat terhadap pengendalian gulma kelapa sawit belum menghasilkan. Agrovigor. 13(1):22-28.
Lubis, M.F.F., Soejono, H. Gahara, Mawandha. 2018. Analisis vegetasi gulma pada TM dan TBM pada perkebunan kelapa sawit. J. Agromast. 3(1):1-7.
Madusari, S. 2016. Analisis tingkat kematian gulma Melastoma malabathricum menggunakan bahan aktif metil metsulfuron pada tingkat konsentrasi yang berbeda di perkebunan kelapa sawit. J. Citra Wid Ed. 8(3):236-249.
Onarely, A., J. Riry, A.Y. Wattimena. 2016. Studi komoditas gulma di areal pertanaman pala (Mirystica fragrans Houtt) pada stadium tanaman belum mengasilkan dan mengasilkan di Desa Rutong Kecamatan Leitimur Selatan Kota ambon. J. Bund. Pert. 12(2):80-88.
Pahan, I. 2011 Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.
Pasau, P., P. Yudono, A. Syukur. 2012. Pergeseran komposisi gulma pada perbedaan proporsipopilasi jagung dan kacang tana dalam tumpengsari pada regosol Sleman. J. Ilmu Pertanian. 16(2): 60-78
Pinem, K., B. Rachmat. 2015. Studi usaha-usaha petani dalam peningkatan produksi kelapa sawit di Desa Alur Manis. J. Pend. Ilm. Sos. 7(1):83-92. DOI: https://doi.org/10.24114/jupiis.v7i1.2301.
Prasetyo, H., S. Zaman. 2016. Pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Perkebunan Padang Halaban, Sumatera Utara. Bul. Agrohorti. 4(1):87-93.
Prwncevich, E.N., J.D. Daniel, B.E. Michael. 2020. Exposure to a surrogate department personnel wearing personal protective equipment. JAMA. 323(20):2091-2093. DOI: https://doi.org/10.1001/jama.2020.6633.
Purnomo, H. 2011. Perubahan komunitas gulma dalam suksesi sekunder pada area persawaan dengan genangan Air yang berbeda [skripsi]. Semarang (ID): Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Simangunsong, Y.P., S. Zaman, D. Guntoro. 2018. Manajemen pengendalian gulma perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.): analisis faktor-faktor penentu dominansi gulma di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara. Bul. Agrohorti. 6(2):198-205. DOI: https://doi.org/10.29244/agrob.v6i2.18808.
Siregar, D.A., R.R. Sitinjak, S. Afrianti, N.A. Agustina. 2021. Analisis vegetasi gulma pada perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Desa Salang Tungir, Namorambe, Deli Serdang. Jurnal Bios Logos. 11(2):129-133.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All publications by Buletin Agrohorti is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












