Keragaan dan Daya Hasil Genotipe Kacang Bambara (Vigna subterranea) Koleksi IPB

Authors

  • Ahmad Faiz Hilmi Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Yudiwanti Wahyu Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, (IPB University) Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
  • Siti Marwiyah Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, (IPB University) Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/agrob.14.2.65577

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea) merupakan jenis tanaman legum asal Afrika yang sudah lama beradaptasi dengan baik di berbagai wilayah Indonesia. Produktivitas kacang bambara masih tergolong rendah dan belum tersedia varietas unggul nasional, sehingga perlu dilakukan pengujian untuk memperoleh informasi genotipe dengan karakter agronomi yang lebih baik.  Penelitian bertujuan memperoleh informasi keragaan dan daya hasil genotipe kacang bambara koleksi IPB. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada bulan November 2023 hingga Maret 2024. Genotipe yang diuji yaitu ‘Sumedang Krem’, ‘Sumedang Coklat’, ‘Gresik Ungu Gelap’, ‘Gresik Coklat Gelap’, ‘Madura Hitam’, ‘Tasikmalaya Hitam’, ‘Sukabumi Hitam’, ‘M-14 Gresik’, LUNT, Tiga Necuru, II7A 686, DodR-R II, S 19-3, Uniswa R, dan Uniswa R/G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada karakter panjang tangkai daun, jumlah daun, lebar kanopi, bobot polong basah total, dan bobot polong kering total pada genotipe yang diuji. Bentuk daun adalah karakter kualitatif yang beragam pada tiap genotipe, sedangkan karakter lainnya secara umum sudah seragam pada kebanyakan genotipe. Lebar kanopi berkorelasi positif dengan jumlah polong sehingga dapat digunakan sebagai kriteria seleksi tidak langsung untuk merakit kacang bambara dengan jumlah polong yang banyak.

Kata kunci: bobot polong, genotipe, karakter kualitatif, pemuliaan, produktivitas

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhi, R. K., & Wahyudi, S. (2018). Pertumbuhan dan hasil kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.) varietas lokal Lembang di Kalimantan Selatan. Ziraa’ah, 43(2), 192–197.

Arfian, D. (1992). Pengaruh jarak tanam dan waktu pembumbunan terhadap pertumbuhan dan produksi kacang Bogor (Vigna subterranea L.) [Skripsi, IPB University]. IPB University Scientific Repository.

Austi, I. R., Damanhuri, & Kuswanto. (2014). Keragaman dan kekerabatan pada proses penggaluran kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) jenis lokal. Jurnal Produksi Tanaman, 2(1), 73–79.

Azam-Ali, S. N., Sesay, A., Karikari, K. S., Massawe, F. J., Aguilar-Manjarrez, J., Bannayan, M., & Hampson, K. J. (2001). Assessing the potential of an underutilized crop-a case study using bambara groundnut. Experimental Agriculture, 37(4), 433–472. https://doi.org/10.1017/S0014479701000412

Berchie, J. N., Amelie, J. N. G., McClymont, S., Raizada, M., Adu-Dapaah, H., & Sarkodie-Addo, J. (2012). Performance of 13 bambara groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdc.) landraces under 12 H and 14 H photoperiod. Journal of Agronomy, 12(1), 20–28. https://doi.org/10.3923/ja.2013.20.28

Berchie, J. N., Sarkodie-Addo, J., AduDapaah, H., Agyemang, A., Addy, S., Asare, E., & Donkor, J. (2010). Yield evaluation of three early maturing bambara groundnut (Vigna subterranea L. Verdc.) landraces at the CSIR-Crops Research Institute, Fumensua-Kumasi, Ghana. Journal of Agronomy, 9(4), 175–179. https://doi.org/10.3923/ja.2010.175.179

Brink, M., Ramolemana, G. M., & Sibuga, K. P. (2006). Cereals and pulses. In M. Brink & G. Belay (Eds.), Plant resources of tropical Africa 1 (pp. 241–246). Backhuys Publishers.

Brough, S. H., Taylo, A. J., & Azam-Ali, S. N. (1993). The potential of bambara groundnut (Vigna subterranea) in vegetable milk production and basic protein functionality systems. Food Chemistry, 47, 277–283. https://doi.org/10.1016/0308-8146(93)90161-8

Delgado, I. D., Gonçalves, F. M. A., Parrella, R. A., deCastro, F. M. R., & Nunes, J. A. R. (2019). Genotype by environment interaction and adaptability of photoperiod sensitive biomass sorghum hybrids. Bragantia, 78, 509–521. https://doi.org/10.1590/1678-4499.20190028

Djamaluddin, R. R., Sukmawaty, E., Masriany, & Hafsan. (2022). Identifikasi gejala penyakit dan cendawan patogen tanaman bawang merah (Allium ascolonicum) di Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, 16(1), 81–92. https://doi.org/10.24252/teknosains.v16i1.26027

Fitri, I. N., Kusumo, Y. W. E., & Trikoesoemaningtyas. (2022). Daya hasil 18 galur kacang tanah (Arachis hypogaea L.) hasil seleksi IPB. Buletin Agrohorti, 10(3), 458–467. https://doi.org/10.29244/agrob.v10i3.46490

Fitria, E., Kesumawaty, E., Basyah, B., & Asis. (2021). Peran Trichoderma harzianum sebagai penghasil zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan produktivitas varietas cabai (Capsicum annuum L.). Jurnal Agronomi Indonesia, 49(1), 45–52. https://doi.org/10.24831/jai.v49i1.34341

Gomez, K. A., & Gomez, A. A. (1985). Statistical procedures for agricultural research. John Wiley & Sons.

Hasidah, Mukarlina, & Rousdy, D.W. (2017). Kandungan pigmen klorofil, karotenoid dan antosianin daun Caladium. Jurnal Protobiont, 6(2), 29-37.

International Plant Genetic Resources Institute. (2000). Descriptors for bambara groundnut (Vigna subterranea). IPGRI.

Mazahib, A. M., Nuha, M. O., Salawa, I. S., & Babiker, E. E. (2013). Some nutritional atributes of bambara groundnut as influenced bay domestic processing. International Food Research Journal, 20(3), 1165–1171.

Musliadi, Hasanah, Y., & Hanafiah, D. (2025). Morfologi dan produktivitas kacang hijau (Vigna radiata L.) pada cekaman kekeringan dengan aplikasi silika. Agrium, 28(1), 103-113. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/agrium/article/view/21775

Mustaanah, D., Rusmiyanto, E., & Turnip, M. (2024). Karakteristik morfologi dan anatomi akar, batang, dan daun kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada intensitas cahaya yang berbeda. Jurnal Protobiont, 13(1), 1–7.

Najatin, I., Wahyu, Y., Rahayu, M.S., Ilyas, S., & Pratama, S. A. (2026). Keragaan agronomi kacang bambara (Vigna subterranea (L) Verdc.) lanras Sumedang dari lima daerah asal benih. Buletin Agrohorti, 14(1), 74–82. https://doi.org/10.29244/agrob.14.1.66702

Odongo, F., Oyoo, M. E., Kimurto P. K., & Wasike, V. W. (2023). Morphological characterization of bambara groundnut [Vigna subterranea (L.) Verdc.] landraces in Kenya. Agricultural Science Digest, 43(3), 282–28. https://doi.org/10.18805/ag.D-363

Prabawati, D., Kuswanto, & Ardiarini, N. R. (2017). Evaluasi ketahanan beberapa galur kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.) terhadap cekaman kekeringan. Produksi Tanaman, 2(6), 895–903.

Rahmawati, A., Purnamawati, H., & Kusumo, Y. W. E. (2016). Pertumbuhan dan produksi kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) pada beberapa jarak tanam dan frekuensi pembumbunan. Buletin Agrohorti, 4(3), 302–311. https://doi.org/10.29244/agrob.v4i3.14260

Redjeki, E. S. (2007, August 1–2). Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) galur Gresik dan Bogor pada berbagai warna biji. In Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian yang Dibiayai oleh Hibah Kompetitif (pp. 114–118). Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Saleh, N. (2003). Arti penting penularan virus lewat biji kacang-kacangan dan hubungannya dengan sertifikasi dan produksi benih sehat. Buletin Palawija, 5(6), 1-12.

Sudarmadji, S., Mardjono, R., & Sudarmo, H. (2007). Variasi genetik, heritabilitas, dan korelasi genotipik sifat-sifat penting tanaman wijen (Sesamum indicum L.). Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 13(3), 88–92. https://doi.org/10.21082/jlittri.v13n3.2007.88-92

Suhaerah, L. (2011). Pengantar biostatistika (p. 47). FKIP Unpas.

Sutrisno, O. (2002). Pengaruh pupuk fosfor dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahan kering. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.

Syukur, M., Sujiprihati, S., & Yunianti, R. (2015). Teknik pemuliaan tanaman. Penebar Swadaya.

Wardiana, E. (2016). Menelisik indikator tingkat ketelitian suatu penelitian percobaan (p. 77). Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. https://www.researchgate.net/publication/327173868

Yanti, Y., Hamid, H., Yaherwandi, Y., & Nurbailis, N. (2022). Konsorsium Bacillus spp. untuk pengendalian penyakit rebah kecambah dan busuk batang (Sclerotium rolfsii) pada tanaman Cabai. Jurnal AGRO, 9(2), 208–218. https://doi.org/10.15575/17954

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Hilmi, A. F. ., Wahyu, Y., & Marwiyah, S. . (2026). Keragaan dan Daya Hasil Genotipe Kacang Bambara (Vigna subterranea) Koleksi IPB. Buletin Agrohorti, 14(2), 223-231. https://doi.org/10.29244/agrob.14.2.65577