Dampak Pertumbuhan Industri Terhadap Neraca Perdagangan Manufaktur: Analisis Agregat dan Industri
DOI:
https://doi.org/10.29244/blip.19.1.68-80Keywords:
Pertumbuhan Industri, Neraca Perdagangan , Manufaktur, Model ARDLAbstract
Penelitian ini menganalisis dampak pertumbuhan industri yang diukur menggunakan Indeks Produksi Industri (IPI) terhadap neraca perdagangan manufaktur Indonesia selama periode 2014–2024 dengan pendekatan agregat dan sektoral. Model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) digunakan dengan memasukkan wholesale price index, nilai tukar riil efektif, dan harga minyak dunia sebagai variabel kontrol, serta dua structural break yaitu pandemi COVID-19 dan kebijakan devisa hasil ekspor. Hasil penelitian menunjukkan adanya heterogenitas yang signifikan antarindustri. Pada tingkat agregat, peningkatan IPI cenderung memperburuk neraca perdagangan akibat ketergantungan terhadap input impor, sementara pada industri makanan justru terjadi perbaikan seiring dengan ekspansi industri. Wholesale price index mendukung perbaikan neraca perdagangan agregat namun berdampak negatif pada sektor makanan, sedangkan nilai tukar riil efektif hanya memperbaiki neraca perdagangan dalam jangka panjang, yang mengonfirmasi kondisi Marshall–Lerner. Pandemi COVID-19 berasosiasi dengan perbaikan neraca perdagangan yang bersifat sementara akibat terjadinya penurunan impor.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

