Identifikasi dan Pemetaan Ekspor Komoditas Request-Offer dalam Skema Inisiasi Kerjasama Perdagangan Indonesia–Srilanka (PTA)
DOI:
https://doi.org/10.29244/blip.19.1.13-29Keywords:
PTA, RCA, EPD, X-model, Non Tariff MeasureAbstract
Rendahnya posisi Indonesia sebagai eksportir ke Sri Lanka mengindikasikan perlunya adanya strategi yang lebih terfokus pada peningkatan daya saing komoditas salah satunya melalui pemanfaatan yang sedang di inisiasi melalui skema kerjasama perdagangan secara bilateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan dan mengukur performa ekspor komoditas request-offer dalam skema kerjasama perdagangan secara bilateral antara Indonesia dan Sri Lanka PTA. Metode analisis yang digunakan adalah pangsa pasar ekspor, indeks RCA, X-Model, EPD, Frequency Index dan Coverage Ratio Non-Tariff Measures (NTMs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa ekspor 20 komoditas request yang diusulkan semula berada di posisi falling star (55%) dan retreat (45%) menjadi falling star (5%) dan retreat (95%) dari tahun 2018 hingga 2022. Dari sisi pendekatan analisis X-Model, performa pengembangan pasar komoditas request tersebut sebesar 55% berada di posisi pengembangan pasar potensial dan 45% menghadapi posisi pengembangan pasar kurang potensial (45%) menjadi pengembangan pasar kurang potensial (100%) di tahun 2018 hingga 2022. Hasil analisis menggunakan pendekatan FR dan CR, sebanyak enam belas komoditas request Indonesia secara bersama-sama sebesar 100 persen masih dikenakan minimal 1 pos hambatan NTM oleh Sri Lanka. Namun demikian, komoditas yang berasal dari Indonesia masih cenderung lebih memiliki potensi kompetitif tinggi dibanding produk yang berasal dari negara pesaing.

