Adopsi Inovasi Program Keluarga Berencana oleh Akseptor dari Komunitas Adat Terpencil Baduy diKecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak

Ahmad Sihabudin, Burhanudin Mutjaba, Idi Dimyati

Abstract


Adanya trend peningkatan akseptor Keluarga Berencana (KB) pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Baduy Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten. Data menunjukkan Tahun 2006 Akseptor KB di Baduy Luar berjumlah 647 peserta, per bulan Pebruari 2014 jumlah akseptor KB Baduy Luar 1403 peserta, dan akseptor di Baduy dalam 16 peserta. Selain itu ada variasi penggunaan alat kontrasepsi yang dipakai, pada masa awal KAT Baduy menerima konsep KB kebanyakan mereka menggunakan implant. Dari gejala tersebut penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan ciri inovasi KB, saluran atau media apa dalam penyebaran KB; faktor-faktor karakteristik adopter apa saja yang mempengaruhi penerimaan KB. Metode penelitian yang digunakan adalah Survai explanasi. Jumlah sample penelitian sebanyak 100 orang. analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi, dan untuk mengetahui hubungan antar peubah dilakukan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkanUsia responden sebenarnya relatif terdistribusi mulai umur 13 sampai 45 tahun, paling banyak adalah usia 18-25 tahun. Jumlah putra yang dimiliki paling dominan antara 2 anak dan 4 anak.Jenis Pekerjaan responden sebagian besar adalah penenun kain. Jarak rumah tempat tinggal responden  ke klinik kesehatan sebagian besar berjarak 2 jam perjalanan kaki ke klinik. Jenis alat KB (kontrasepsi) mayoritas perempuan Baduy Luar menggunakan suntik. Masa lama telah ber-KB, sebagian besar 1-3 Tahun, ada juga sudah 7-9 tahun  dan yang lebih dari 10 tahun ber-KB ternayata cukup besar. Lama memutuskan ikut KB sebagian besar yakni 6 bulan. Saat awal ber KB mayoritas alat kontrasepsi yang merteka pilih dengan cara suntik. Alasan  ber-KB jawaban yang paling banyak disebut adalah demi menjarangkan anak. Diperlukan pengembangan strategi agar perubahan terencana dapat dilakukan untuk lebih memenuhi kebutuhan akan keluarga berencana masyarakat adat baduy. Terdapat korelasi yang positif antara karakteristik akseptor KB dengan efektifitas penerimaan inovasi.Korelasi antara sistem sosial dengan efektifitas penerimaan inovasi bernilai negatif atau hampir tanpa pengaruh.Korelasi antara jenis saluran komunikasi dengan efektifitas penerimaan inovasi mempunyai hubungan yang cukup kuat.



Keywords


KAT Baduy; Karakteristik Akseptor; Penerimaan Inovasi KB.

Full Text:

PDF

References


Adimihardja, Kusnaka. 2007. Dinamika Budaya Lokal. Bandung. CV. Indra Prahasta dan Pusat Kajian LBPB.

_______. 2000. Orang Baduy di Banten Selatan: Manusia Air Pemelihara Sungai, Jakarta. Jurnal Antropologi Indonesia. FISIP UI. Halaman 57.

Anonimous. 1999. Keppres No. 111/1999 Tentang Pembinaan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil. Jakarta: Direktorat Pembinaan Komunitas Adat Terpencil. Departemen Sosial RI.

________. 2001. Perda No. 31 Tahun 2001 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lebak.

Erlina, Mei Dwi. , dan Kurniasari, Nendah. 2006. Peningkatan Pengetahuan Siswa SUPM Kota Tegal (Jawa Tengah) Melalui Penyebaran Informasi Tentang Transportasi Udang Hidup Sistem Kerting Menggunakan Media Film Bingkai Bersuara. Jurnal Penyuluhan. Vol. 2. No. 1. Halaman 18.

________. 2001. Perda No. 32 Tahun 2001 tentang Perlindungan atas Hak Ulayat Masyarakat Baduy.

________. 2002. Keputusan Bupati Lebak No. 590 / Kep. 233 / Huk / 2002 tentang Penetapan Batas-Batas Detail Tanah Ulayat Masyarakat Adat Baduy di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

Garna, Judistira, K. 1993a. Masyarakat Baduy di Banten. , dalam Koentjaraningrat (ed) Masyarakat Terasing di Indonesia. Jakarta: Depsos RI, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, dan Gramedia.

_______. 1993b. Orang Baduy di Jawa: Sebuah Studi Kasus Mengenai Adaptasi Suku Asli Terhadap Pembangunan. , dalam Lim Teck Ghee dan Alberto G. Gomes (peny). Suku Asli dan Pembangunan di Asia Tenggara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

_______. 1994. Masyarakat Tradisional Banten dan Upaya Pelestarian Nilai-Nilai Budaya. Serang. Makalah pada Seminar Puncak-Puncak Perkembangan Warisan Budaya.

Koentjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi II. Universitas Indonesia Press. Jakarta

Kurnia, Asep dan Sihabudin, Ahmad, 2010. Saatnya Baduy Bicara. Diterbitkan atas kerjasama Penerbit Bumi Aksara, dan Universitas Sultan ageng Tirtayasa. Jakarta.

Purnomohadi, Srihartiningsing. 1985. ”Sistem Interaksi Sosial-Ekonomi dan Pengelolaan Sumberdaya Alam Oleh Masyarakat Badyi di Desa Kanekes, Banten Selatan. ” Tesis. Bogor: Pascasarjana Jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Institut Pertanian Bogor.

Rogers, Everett M. , & Shoemaker, Floyd. 1971. Communication of Innovations. A Cross-Cultural Approach. The Free Press. New York.

Sihabudin, Ahmad. 2015. Kebutuhan Keluarga Komunitas Adat Baduy. Penerbit Untirta Press. Bekerjasama dengan PT. Kemitraan Energi Industri. Serang.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, (Ed). 2006. Metode Penelitian Survai. Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit Pustaka LP3ES




DOI: https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v14i1.15620


Editorial Office

Jurnal Penyuluhan

PS Ilmu Penyuluhan Pembangunan
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor
Kampus IPB Darmaga Bogor 16680 Jawa Barat Indonesia

Phone: +622518425252, Fax:+622518629227
Email: jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id


Lisensi Creative Commons
Jurnal Penyuluhan is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.