EVALUASI STRUKTUR GEDUNG X DI JAKARTA BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 KETAHANAN GEMPA UNTUK STRUKTUR GEDUNG

Sayed Ahmad Fauzan, , Erizal, Asep Sapei

Abstract


Earthquake risk in Jakarta is one of intermediate category in Indonesia based on the 2010 seismic hazard map published by the Ministry of Public Works of Republic Indonesia. The purpose of this research was to know the ultimate performance limit of the existing X building in Jakarta. Evaluation of these building was based on guidelines SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013 and PPPURG 1987. The structure model of X building was designed and analyzed using ETABS Version 9.7.2. The result showed value of story drift was affected by dynamic response spectrum load, the maximum drift in xdirection is 68.60 mm and ydirection is 101.2 mm. The X building was declared unsafe in performance condition of the ultimate limits. It was important to know the condition of the building that would be affected by earthquake load and to prevent collapse of the building structures that could cause loss of live people in the building and the collisions between buildings.

Keywords : building, earthquake, respon spectrum analysis, story drift.

 


Full Text:

PDF

References


Afriadi Y, Satyarno I. 2013. Perbandingan spektra desain beberapa kota besar di Indonesia dalam SNI 2012 Gempa dan SNI 2002 [Internet]. Konferensi Nasional Teknik Sipil 7, 24-26 Oktober 2013. Surakarta (ID) Universitas Sebelas Maret. hlm 299-305; [diunduh 2015 Juni 20]. Tersedia pada http://sipil.ft.uns.ac.id/konteks7/prosiding/233S.pdf

Asrurifak M, Irsyam M, Hutapea, BM, Ridwan M, Pramatatya AV, Dharmawansyah D. 2013. Pengembangan Peta Klasifikasi Tanah dan Kedalaman Batuan Dasar untuk Menunjang Pembuatan Peta Mikrozonasi Jakarta Dengan Menggunakan Mikrotremor Array. [Internet] 17th Annual Scientific Meeting 2013 November 13-14, Jakarta (ID). hlm. 67-72; [diunduh 2015 Agustus 23]. Tersedia pada: https://www.academia.edu/6296595/Pengembangan_Peta_Klasifikasi_Tanah_dan_Kedalaman_Batuan_Dasar_untuk_Menunjang_Pembuatan_Peta_Mikrozonasi_Jakarta_Dengan_Menggunakan_Mikrotremor_Array

Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2013. SNI 03-2847-2013 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Jakarta (ID): BSN.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2012. SNI 03-1726-2012 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung. Jakarta (ID): BSN.

Budiono B, Supriatna L. 2011. Studi Komparasi Desain Bangunan Tahan Gempa dengan Menggunakan SNI 03-1726-2002 dan RSNI 03-1726-201X. Bandung (ID): ITB Pr.

Christiawan I, Triwiyono A, Christady H. 2008. Evaluasi kinerja dan perkuatan struktur gedung guna alih fungsi bangunan. Studi kasus: perubahan fungsi ruang kelas menjadi ruang perpustakaan pada lantai II gedung G Universitas Semarang. Forum Teknik Sipil. 18(1): 725-738.

Departemen Pekerjaan Umum (DPU). 1987. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. Jakarta (ID): DPU.

Departemen Pekerjaan Umum (DPU). 2007. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2007 tentang Pedoman Setifikat Laik Fungsi Bangunan. Jakarta (ID). Direktorat Jendral Cipta Karya.

Priyono A, Budi AS, Supardi. 2014. Evaluasi Kinerja Struktur Gedung 10 Lantai dengan Analisis Respons Spektrum ditinjau pada Drift dan Displacement menggunakan Software ETABS. e-Jurnal Matriks Teknik Sipil [Internet]. [diunduh 2015 Mei 19]; 2(3): 534-541. Tersedia pada:http://matriks.sipil.ft.uns.ac.id/index.php/MaTekSi/article/viewFile/249/242

Snell LM. 2012. Using the Rebound Hammer [Internet]. Proceedings Of The 11th Annual Mongolian Concrete Conference, June 2012. hlm tidak disebutkan; [diunduh 2015 Juni 21]. Tersedia pada http://wt-us.com/pdf/snell_Hammer.pdf

Yalciner H, Sensoy S, Eren O. 2015. Seismic Performance Assessment of a Corroded 50-Year-Old Reinforced Concrete Building. Journal of Structural Engineering. 144(2):1-11. doi: 10.1061/(ASCE)ST.1943-541X.000126




DOI: https://doi.org/10.29244/jsil.1.1.20-32