Dampak Guncangan Variabel Makroekonomi terhadap Beta Indeks Sektoral di BEI

Ernawati Alena, Noer Azam Achsani, Trias Andati

Abstract


Changes in macro Economic factors will increase or decrease systematic risk potentially. Systematic risk is measured using beta (β) of a security to the market risk. Beta value can be used as a tool to predict the level of risk of certain conditions on the market as a result of changes in Economic conditions. This study aims to determine the impact of shocks in macroEconomic variables against beta sectoral indices in Indonesia Stock Exchange. MacroEconomic variables used were fed rate, Dow Jones Indexes, inflation, industrial production Index (IPI), exchange rate (Rate), oil price and interest rate (SBI). The method used is the analysis of VAR / VECM using impulse response (IRF) and forecast Error variance decomposition (FEVD) in the period of 2001–2015. The results showed that stock Index of agriculture and mining sector has an aggressive stock because it has an average beta value >1, Property and Real Estate were sector with defensive stock characteristics because it has an average beta < 1. MacroEconomic variables which has the most influence on beta of sectoral Indexes are inflation, interest rates and oil price. Beta of sectoral agricultural, various industry, consumer goods and finance were the most affected by macroEconomic shock variables.

Keywords: beta, sectoral stock Indexes, macroeconomic variables, impulse response function, FEVD

Abstrak: Perubahan-perubahan yang terjadi pada faktor makroekonomi berpotensi untuk meningkatkan atau menurunkan risiko sistematis. Risiko sistematis diukur dengan menggunakan beta (β) pasar, yaitu beta dari suatu sekuritas terhadap risiko pasar. Nilai beta dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi tingkat risiko terhadap kondisi tertentu pada pasar akibat dari perubahan kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak guncangan variabel makroekonomi terhadap beta indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia. Variabel makroekonomi yang digunakan adalah fed rate, dow jones, inflasi, indeks produksi industri (IPI), nilai tukar (KURS), oil price dan tingkat suku bunga (SBI). Metode yang digunakan adalah analisis VAR/ VECM menggunakan impulse response (IRF) dan (FEVD) pada periode 2001–2015. Hasil penelitian menunjukkan saham pada sektor pertanian dan pertambangan merupakan saham yang agresif karena memiliki nilai rata-rata beta >1, Properti dan Real Estate merupakan sektor yang memiliki karakter saham defensif karena memiliki beta rata-rata <1. Variabel makroekonomi yang paling berpengaruh terhadap peningkatan risiko/nilai beta adalah inflasi, suku bunga dan oil price. Beta indeks sektoral yang paling terpengaruh oleh guncangan variabel makroekonomi adalah beta sektor pertanian, aneka industri, barang konsumsi dan keuangan.

Kata kunci: beta, indeks saham sektoral, variabel makroekonomi, impulse response function, FEVD


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.17358/jabm.3.3.384

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


__________________________________________________________

Editorial Office

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM)

School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Jl. Raya Pajajaran Bogor 16151
Telp. 0251-8313813, Fax. 0251-8318515
Email: jabm.ipb@gmail.com ; jabm@sb.ipb.ac.id

Visitor