Perhutanan Sosial untuk Penyelesaian Konflik Tenurial: Pembentukan Kelompok Tani Hutan Mekar Harapan di Desa Mekarjaya, Cikajang, Garut
DOI:
https://doi.org/10.29244/jpim.8.1.180-192Keywords:
forest farmer group, social forestry, tenurial conflictAbstract
The community service program in Mekarjaya Village, Cikajang Subdistrict, Garut Regency, aimed to resolve tenurial conflicts through the implementation of social forestry under the Community-Based Forest (C-bF) scheme. The activity applied a participatory approach involving various methods such as socialization, facilitation, field observation, interviews, document analysis, and Focus Group Discussions (FGDs). The outcomes of this program include the establishment of the Forest Farmer Group (FFG) Mekar Harapan, comprising 18 forest land cultivators, the mapping of a 10.565 hectare social forestry area, and the organization of a Social Forestry outreach event in collaboration with the Forestry Branch Office (CDK) Region V Garut. The activity also identified tenurial conflicts involving local communities, PTPN VIII, and Perum Perhutani, primarily due to overlapping land claims and unclear legal status of the area. The establishment of KTH and participatory mapping involving multiple stakeholders serve as strategic steps to strengthen the community’s legal standing and prevent future land conflicts.
Downloads
References
Afrizal MA. 2015. Metode Penelitian Kualitatif Sebagai Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: Rajawali Press.
Arba M, Yuniansari R. 2023. Perlindungan hutan dan fungsinya bagi kehidupan manusia dan lingkungan alam. Jurnal Kompilasi Hukum. 8(2): 128–142.
Agusti TM, Nurjaya IN, Imam KI. 2019. Implementasi regulasi perhutanan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 4(2): 300–309. https://doi.org/10.17977/um019v4i2p300-309
Dewi IN. 2018. Kemiskinan masyarakat sekitar hutan dan program perhutanan sosial. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 15(2): 65–77.
Gosal YCA. 2025. Penyelesaian sengketa terhadap batas wilayah desa di Sulawesi Utara berdasarkan Permendagri nomor 45 tahun 2016 tentang pedoman penetapan dan penegasan batas desa. Lex Privatum: Jurnal Fakultas Hukum Unsrat. 15(1): 1–13.
Irawan A. Mairi K. Ekawati S. 2016, Analisis Konflik Tenurial Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Poigar. Jurnal Wasian 3(2): 79–90. https://doi.org/10.20886/jwas.v3i2.1595
Junaedi A, Aruan J, Yosep Y, Penyang P, Surasana IN, Rizal M. 2024. Komposisi jenis, serapan karbon dioksida dan produksi oksigen vegetasi berkayu di hutan kemasyarakatan batu bulan Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Jurnal Hutan Tropika. 19(1): 19–26. https://doi.org/10.36873/jht.v19i1.13188
Klau SH, Robertus, Kallau JH. 2023. Model penyelesaian konflik sosial hutan adat pubabu di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Hukum dan Sosial Politik. 1(4): 149–158. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v1i4.1389
Mahardika A, Muyani HS. 2021. Analisis legalitas perhutanan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Asahan. Jurnal Administrasi Publik dan Kebijakan (JAPK). 1(1): 10–18. https://doi.org/10.30596/japk.v1i1.6484
Marliyana T. 2020. Pengorganisasian kelompok tani dalam memperjuangan perhutanan sosial (studi kasus pengorganisasian STaM di Desa Mentasan, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap). Jurnal Analisa Sosiologi. 9: 376–395. https://doi.org/10.20961/jas.v9i0.41369
Murti HA. 2018. Perhutanan sosial bagi akses keadilan masyarakat dan pengurangan kemiskinan. Jurnal Analisis Kebijakan. 2(2): 1–14. https://doi.org/10.37145/jak.v2i2.29
Nuraeny TDA, Qomar N, Kausar. 2023. Resolusi konflik tenurial di kawasan Hutan Desa Pemandang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Hutan Tropis. 7(2): 183–191. https://doi.org/10.32522/ujht.v7i2.11196
[Permen] Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016. Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.83 Tahun 2016 Tentang Perhutanan Sosial.
Safe’i R, Febryano IG, Aminah LN. 2018. Pengaruh keberadaan gapoktan terhadap pendapatan petani dan perubahan tutupan lahan di hutan kemasyarakatan. Sosiohumaniora. 20(2): 109–114. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v20i2.14349
Susilo Y, Nairobi. 2019. Dampak perhutanan sosial terhadap pendapatan masyarakat. ISEI Economic Review, 3(1): 16-27.
[UU] Undang-Undang Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Zamrodah Y, Prayudhi LA, Anwarudin DA F. (2024). Analisis persepsi masyarakat sekitar hutan produksi tetap terhadap program perhutanan sosial (studi kasus LMDH Jati Jaya Desa Salamrejo Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar). VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian. 18(2): 88–98. https://doi.org/10.35457/viabel.v18i2.4040





