Efektivitas Ekstrak Daun Mimba sebagai Antiparasit Skabies pada Kelinci Hias Rex
DOI:
https://doi.org/10.29244/jvetbiomed.4.1.1-7Keywords:
antiparasit alami, daun mimba, kelinci hias Rex, skabies, spray herbalAbstract
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, umum menyerang kelinci dan berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas spray ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) sebagai antiparasit alami untuk pengobatan skabies pada kelinci hias Rex di usaha peternakan rakyat Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan: kontrol, spray mimba dosis 5%, 15%, 25%, serta obat kimia sebagai pembanding, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi prevalensi skabies, pertambahan bobot badan, pertumbuhan rambut, pengurangan area kerak, lama penyembuhan, dan analisis biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spray mimba dosis 15% paling efektif, meningkatkan bobot badan, mempercepat pertumbuhan rambut, mengurangi area kerak, dan lebih ekonomis dibandingkan obat kimia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa spray ekstrak daun mimba dosis 15% merupakan alternatif alami yang efektif dan aman untuk menangani skabies pada kelinci hias Rex.
References
[1] Laksono, B. (2018). Tingkat Keparahan Skabies pada Kelinci Berdasarkan Regio Tubuh.
[2] Pramita, N. (2020). Kandungan Azadirachtin dalam Daun Mimba sebagai Antiparasit Alami.
[3] Ahadian, A., dkk. (2012). Efektivitas Ekstrak Daun Mimba terhadap Tungau Skabies secara In Vitro.
[4] Wahyono, T. (2019). Efek Obat Kimia terhadap Keseimbangan Hormonal dan Nafsu Makan pada Kelinci.
[5] Arif, A. (2015). Efek Samping Obat Kimia terhadap Kesehatan Kulit Hewan.
[6] Sari, D. (2018). Rumus Perhitungan Prevalensi Penyakit Kulit pada Ternak.
[7] Kristina, A. (2020). Sistem Skoring Penilaian Klinis Penyembuhan Skabies pada Kelinci.
[8] Pramita, N. (2021). Perbandingan Efektivitas Krim Ekstrak Mimba dan Permetrin dalam Penyembuhan Skabies.
[9] Aprilia, R. (2024). Iklim Tropis dan Dampaknya Terhadap Prevalensi Skabies di Indonesia. Alzohairy, M. A. (2016). Therapeutic role of Azadirachta indica (neem) and their active constituents in disease prevention and treatment. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2016.
[10] Hilma, D. & Ghazali, A. (2014). Penyebaran Skabies di Wilayah Tropis dan Subtropis.
[11] Moberg, G. P. (2000). Biological Response to Stress: Implications for Animal Welfare. DOI: https://doi.org/10.1079/9780851993591.0001
[12] Wahyono, T. (2019). Efek Obat Kimia terhadap Keseimbangan Hormonal dan Nafsu Makan pada Kelinci.
[13] Montgomery, J. (2017). Nutrisi dan Pengaruhnya terhadap Efisiensi Metabolisme dan Pertumbuhan Bobot Badan.
[14] April, N. (2020). Aktivitas Senyawa Azadirachtin sebagai Skabisidal dan Pestisida Alami pada Tanaman Mimba.
[15] Zhang, Y., et al. (2019). Toxicological Effects of Overdose Natural Extracts on Animal Skin Healing Process.
[16] Wulandari, E. (2024). Peran Vitamin E dan Sulfur pada Daun Mimba dalam Regenerasi Rambut dan Kulit.
[17] Kaushik, G. & Vir, S. (2010). Neem (Azadirachta indica): Nature’s Drugstore - A Review. International Research Journal of Pharmacy, 1(1), 102–107.
[18] Alzohairy, M. A. (2016). Therapeutic role of Azadirachta indica (neem) and their active constituents in disease prevention and treatment. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2016. DOI: https://doi.org/10.1155/2016/7382506
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arum Tira Swara Ratna Pujiningtyas, Kartika Budi Utami, Intan Galuh Bintari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

