Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Pascapandemi Covid-19 Di Desa Wisata Sembungan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Authors

  • Rezky maulana Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University
  • Dwi Sadono Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

DOI:

https://doi.org/10.46937/22202466895

Keywords:

bauran komunikasi pemasaran, efektivitas, pascapandemi Covid-19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bauran komunikasi pemasaran yang diterima pengunjung, menganalisis efektivitas bauran komunikasi pemasaran, serta hubungan antara karakteristik dan keterdedahan pengunjung dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran. Kehadiran Covid-19 berdampak pada penurunan jumlah pengunjung Desa Wisata Sembungan sehingga perlu dilihat efektivitas bauran komunikasi pemasarannya pascapandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan survei dengan instrumen kuesioner kepada 60 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling dan data diolah secara non-parametic statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola Desa Wisata Sembungan masih belum efektif dan hanya media komunikasi pemasaran Word of Mouth, baik secara tatap muka maupun e-WOM, yang diterima pengunjung. Terdapat hubungan signifikan pada variabel usia dan jenis kelamin dengan aspek afektif, variabel motivasi dan frekuensi penerimaan pesan dengan aspek konatif, serta variabel informasi penerimaan pesan dengan aspek kognitif dan afektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyanti, Q. C. (2017). Efektivitas media komunikasi pemasaran kawasan agrowisata (Studi kasus: Sabisa Farm, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat) [Skripsi sarjana, Institut Pertanian Bogor].

Bambang. (2019). Identifikasi karakteristik pengunjung desa wisata di Kabupaten Banyumas. ASSETS, 9(1), 77–89. https://doi.org/10.24252/assets.v9i1.10260

Dies, M. F., & Maria. (2020). Efektivitas media komunikasi pemasaran agrowisata (Studi kasus: Hortimart Agro Center, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah). Agriland Jurnal Ilmu Pertanian, 8(3), 288–296. https://doi.org/10.30743/agr.v8i3.3531

Dwinanda, J. B., & Purnaningsih, N. (2018). Efektivitas komunikasi pemasaran personal selling pada Agrowisata Kampung 99 Pepohonan. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 16(2), 204–217. https://doi.org/10.46937/16201825639

Fadila, R. N., Purnaningsih, N., & Hapsari, D. R. (2017). Efektivitas komunikasi pemasaran Kampung Budaya Sindangbarang di Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 1(3), 277–286. https://doi.org/10.29244/jskpm.1.3.277-286

Istiana, F., & Riyanto, S. (2018). Efektivitas bauran komunikasi pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 16(1), 109–125. https://doi.org/10.46937/16201825127

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2021, December 8). Pembangunan kepariwisataan melalui pengembangan desa wisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/3559/pembangunan-kepariwisataan-melalui-pengembangan-desa-wisata-untuk-meningkatkan-pertumbuhan-ekonomi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2022, September 18). Revitalisasi industri pariwisata dan pembangunan kota berkelanjutan menjadi topik Ministerial Retreat IMT-GT 2022. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/4500/revitalisasi-industri-pariwisata-dan-pembangunan-kota-berkelanjutan-menjadi-topik-ministerial-retreat-imt-gt-2022

Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). Marketing management (14th ed.). Pearson Education.

Kurnianti, A. W. (2018). Strategi komunikasi pemasaran digital sebagai penggerak desa wisata Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Riset Komunikasi, 1(1), 180–190. https://doi.org/10.24329/jurkom.v1i1.24

Mutiasari, D. (2022). Strategi komunikasi pemasaran dalam membangun brand image positif di masa pandemi COVID-19. MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 143–155. https://doi.org/10.35326/medialog.v5i1.2169

Nugroho, A. W. (2022). Pengembangan wisata pantai di Kalimantan Timur berdasarkan karakteristik dan pendapat pengunjung serta prinsip kepariwisataan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 597–608. https://doi.org/10.14710/jil.20.3.597-608

Panuju, R. (2019). Komunikasi pemasaran: Pemasaran sebagai gejala komunikasi, komunikasi sebagai strategi pemasaran. Prenada Media.

Prameswari, D. R., Ardhyanto, A., & Kusuma, H. E. (2018). Korespondensi motivasi pengunjung dan karakteristik desa wisata. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 7(1), 24–31. https://doi.org/10.32315/jlbi.7.1.24

Pramitha, W. A. (2015). Efektivitas komunikasi pemasaran wisata Cukang Taneuh (Green Canyon) Kabupaten Pangandaran [Skripsi sarjana, Institut Pertanian Bogor].

Putra, R. E., Yuwono, S. B., Herwanti, S., & Wulandari, C. (2023). Karakteristik pengunjung pada wisata alam Air Terjun Batu Putu Kota Bandar Lampung. Jurnal Belantara, 6(1), 1–11. https://doi.org/10.29303/jbl.v5i2.878

Supriyanto, N. C. (2022). Strategi penggunaan media komunikasi untuk pemasaran desa wisata (Studi kasus: Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur) [Skripsi sarjana, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang].

Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Andi Yogyakarta.

Utari, S. P. L. (2016). Efektivitas media komunikasi pemasaran wisata sejarah dan budaya oleh pengelola Kompleks Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang [Skripsi sarjana, Institut Pertanian Bogor].

Wirmana, R. A. (2017). Efektivitas media komunikasi pemasaran kawasan agrowisata (Studi kasus: Sabisa Farm, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat) [Skripsi sarjana, Institut Pertanian Bogor].

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Pascapandemi Covid-19 Di Desa Wisata Sembungan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. (2026). Jurnal Komunikasi Pembangunan, 22(01), 48-60. https://doi.org/10.46937/22202466895