<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.3 20210610//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.3/JATS-journalpublishing1-3.dtd"><article xml:lang="id" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/" dtd-version="1.3" article-type="research-article"><front><journal-meta><journal-id journal-id-type="issn">2354-886X</journal-id><journal-title-group><journal-title>Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia</journal-title><abbrev-journal-title>JPHPI</abbrev-journal-title></journal-title-group><issn pub-type="epub">2354-886X</issn><issn pub-type="ppub">2303-2111</issn><publisher><publisher-name>Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)</publisher-name><publisher-loc>Indonesia</publisher-loc></publisher></journal-meta><article-meta><article-id pub-id-type="doi">10.17844/9hfna174</article-id><article-categories></article-categories><title-group><article-title>Food safety analysis of nori-like sheets made from holly mangrove leaves (&lt;i&gt;Acanthus ilicifolius&lt;/i&gt; L.)</article-title><subtitle>Analisis keamanan pangan nori-like sheets berbahan dasar daun mangrove jeruju (Acanthus ilicifolius L.)</subtitle></title-group><contrib-group><contrib contrib-type="author"><name><surname>Sulfiana</surname><given-names>Sulfiana</given-names></name><address><country country="ID">Indonesia</country><email>sulfianasaif@um-sorong.ac.id</email></address><xref ref-type="aff" rid="AFF-1"></xref><xref ref-type="corresp" rid="cor-0"></xref></contrib><contrib contrib-type="author"><name><surname>Hardianti</surname><given-names>Fatimah</given-names></name><address><country country="ID">Indonesia</country><email>hardiantifatimah51@gmail.com</email></address><xref ref-type="aff" rid="AFF-1"></xref></contrib><contrib contrib-type="author"><name><surname>Latief</surname><given-names>Nur Alya Mariska</given-names></name><address><country country="ID">Indonesia</country><email>alyalatief@gmail.com</email></address><xref ref-type="aff" rid="AFF-1"></xref></contrib></contrib-group><aff id="AFF-1"><institution-wrap><institution>Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong</institution><institution-id institution-id-type="ror">https://ror.org/02pn4f312</institution-id></institution-wrap><addr-line>Jalan Pendidikan No 27, Kota Sorong</addr-line><city>Papua Barat Daya</city><country country="ID">Indonesia</country></aff><author-notes><corresp id="cor-0">Corresponding author: Sulfiana Sulfiana. Email: <email>sulfianasaif@um-sorong.ac.id</email></corresp></author-notes><pub-date date-type="pub" iso-8601-date="2026-06-17" publication-format="electronic"><day>17</day><month>06</month><year>2026</year></pub-date><pub-date date-type="collection" iso-8601-date="2026-06-17" publication-format="electronic"><day>17</day><month>06</month><year>2026</year></pub-date><volume>29</volume><issue>5</issue><issue-title>Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 29(5)</issue-title><fpage>451</fpage><lpage>468</lpage><history><date date-type="received" iso-8601-date="2025-09-15"><day>15</day><month>09</month><year>2025</year></date><date date-type="accepted" iso-8601-date="2026-03-10"><day>10</day><month>03</month><year>2026</year></date></history><permissions><copyright-statement>Hak Cipta (c) 2026</copyright-statement><copyright-year>2026</copyright-year><copyright-holder>Sulfiana, Hardianti, F., &amp; Latief, N. A. M. (2026)</copyright-holder><license license-type="open-access" xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><ali:license_ref xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</ali:license_ref><license-p>Artikel ini berlisensi  Creative Commons Attribution 4.0 International License.</license-p></license></permissions><self-uri xlink:href="https://journal.ipb.ac.id/jphpi/article/view/68380" xlink:title="68380"></self-uri><abstract><p>Mangrove jeruju (<italic>Acanthus ilicifolius L</italic>.) merupakan tumbuhan khas ekosistem pesisir yang kaya senyawa bioaktif dengan potensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan pangan melalui analisis cemaran mikrobiologi dan kandungan logam berat, serta menilai kualitas sensori produk <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun mangrove jeruju pada beberapa formulasi yang berbeda. Metode penelitian menggunakan eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu variasi konsentrasi daun jeruju, dengan tiga ulangan. Tahapan produksi meliputi pengukusan daun jeruju, penghalusan, pencampuran dengan karagenan, minyak wijen, garam, air, dan gula, kemudian pencetakan dan pengeringan pada suhu 100°C. Analisis meliputi uji sensori (warna, tekstur, ketampakan, aroma, dan rasa), cemaran mikrobiologi (ALT, <italic>E. coli</italic>, kapang, khamir), serta kandungan logam berat (Hg, Pb, As) mengacu pada standar SNI. Hasil uji sensori menunjukkan perlakuan P1 lebih unggul pada aspek ketampakan, aroma, dan rasa, sedangkan P3 lebih baik pada tekstur. Semua perlakuan memenuhi standar ALT (&lt;1,0×10⁵ koloni/g) dan <italic>E. coli</italic> (&lt;3 APM/g) meskipun jumlah kapang dan khamir pada beberapa perlakuan melebihi batas SNI. Kandungan logam berat (Hg, Pb, Cd, As) berada di bawah ambang batas yang ditetapkan sehingga aman dikonsumsi. Berdasarkan evaluasi mutu sensori dan aspek keamanan pangan, formulasi P1 (25 g daun jeruju) merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan <italic>nori-like sheets</italic> dengan ketampakan, aroma, dan rasa yang paling disukai panelis serta memenuhi persyaratan keamanan pangan meskipun perbaikan pengendalian pascapanen masih diperlukan untuk menekan cemaran kapang dan khamir.</p></abstract><kwd-group><kwd>daun mangrove</kwd><kwd>evaluasi keamanan pangan</kwd><kwd>kandungan logam berat</kwd><kwd>kontaminasi mikrob</kwd><kwd>kualitas sensori</kwd></kwd-group><custom-meta-group><custom-meta><meta-name>File created by JATS Editor</meta-name><meta-value>https://jatseditor.com</meta-value></custom-meta><custom-meta><meta-name>issue-created-year</meta-name><meta-value>2026</meta-value></custom-meta></custom-meta-group></article-meta></front><body><sec id="sec-1"><title>PENDAHULUAN</title><p>Mangrove jeruju (<italic>Acanthus ilicifolius L</italic>.) merupakan salah satu tumbuhan khas ekosistem mangrove yang banyak ditemukan di Asia Tenggara hingga Australia dan secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai penyakit, misalnya asma, hepatitis, dan reumatik <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-56">(Tomlinson, 2016)</xref>. Tumbuhan ini memiliki keunggulan ekologis karena mampu tumbuh pada habitat ekstrem di zona pasang surut berair asin, sehingga berperan penting dalam menjaga stabilitas ekosistem pesisir serta memiliki nilai etnofarmakologis yang tinggi <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-50">(Singh &amp; Aeri, 2013)</xref>. Secara turun-temurun, masyarakat lokal memanfaatkan jeruju sebagai bahan ramuan tradisional untuk pengobatan berbagai penyakit.</p><p>Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jeruju mengandung berbagai senyawa bioaktif penting, antara lain flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, steroid, triterpenoid, serta fenilethanoid glikosida yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-5">(Andriani et al., 2020)</xref>. Senyawa-senyawa tersebut diketahui berperan dalam aktivitas biologis yang signifikan, yaitu antioksidan, antiinflamasi, dan antimikrob <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-50 BIBR-68">(Singh &amp; Aeri, 2013; Zhang et al., 2022)</xref>. Aktivitas antioksidan yang tinggi menjadikan daun jeruju berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional yang berperan dalam pencegahan stres oksidatif dan penyakit degeneratif. Kandungan tersebut berperan dalam aktivitas biologis yang signifikan, yaitu antioksidan, anti-inflamasi, serta antimikrob <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-50 BIBR-68">(Singh &amp; Aeri, 2013; Zhang et al., 2022)</xref>. Aktivitas antioksidan yang tinggi menjadikan jeruju potensial dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional dalam mencegah stres oksidatif yang terkait dengan penyakit degeneratif.</p><p>Berbagai kajian fitokimia dan farmakologi melaporkan bahwa ekstrak daun jeruju memiliki aktivitas antimikrob spektrum luas terhadap bakteri Gram positif, Gram negatif, serta jamur patogen <italic>Candida albicans</italic><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-5">(Andriani et al., 2020)</xref>. Senyawa acteoside yang terisolasi dari A. ilicifolius terbukti mampu menurunkan respons inflamasi melalui regulasi jalur NF-κB dan JAK/STAT serta berperan sebagai antioksidan alami <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-68">(Zhang et al., 2022)</xref>. Temuan ini memperkuat potensi jeruju sebagai sumber bahan baku pangan fungsional berbasis senyawa bioaktif alami.</p><p>Seiring dengan meningkatnya kebutuhan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan daun jeruju dalam pengembangan produk pangan inovatif mulai banyak dikaji. Salah satu bentuk inovasi yang berkembang adalah pengolahan daun jeruju menjadi norilike sheets yang dikombinasikan dengan rumput laut <italic>Eucheuma cottonii</italic>. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-67">(Zein, 2021)</xref>melaporkan bahwa formulasi nori dengan penambahan 5% daun jeruju menghasilkan aktivitas antioksidan yang tinggi, tekstur yang baik, serta tingkat penerimaan konsumen yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa daun jeruju berpotensi diaplikasikan dalam produk pangan fungsional modern yang bernilai tambah, sejalan dengan tren global pemanfaatan mangrove sebagai sumber nutraseutikal baru. Inovasi serupa juga telah dikembangkan oleh <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-54">(Sulfiana. et al., 2025)</xref>melalui pemanfaatan daun mangrove jeruju sebagai bahan baku utama <italic>nori-like sheets</italic>.</p><p>Namun demikian, aspek keamanan pangan menjadi isu krusial dalam pemanfaatan jeruju sebagai bahan pangan. Tumbuhan mangrove diketahui memiliki kemampuan menyerap dan mengakumulasi logam berat dari lingkungan, yaitu timbel (Pb), tembaga (Cu), dan seng (Zn), yang berpotensi terdistribusi ke bagian daun <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-2 BIBR-49 BIBR-52">(Akhand et al., 2012; Shackira et al., 2017; Siregar et al., 2025)</xref>. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kontaminasi kimiawi pada produk pangan berbasis jeruju apabila tidak melalui pengujian keamanan yang memadai. Studi ekotoksikologi juga menegaskan bahwa berbagai spesies mangrove memiliki sifat akumulatif terhadap logam berat, sehingga diperlukan perhatian khusus sebelum diaplikasikan sebagai bahan pangan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-19">(Gopal &amp; Chauhan, 2006)</xref>.</p><p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan pangan melalui analisis cemaran mikrobiologi dan kandungan logam berat, serta menilai kualitas sensori produk <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun mangrove jeruju pada beberapa formulasi yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memastikan bahwa produk nori analog berbasis jeruju aman dikonsumsi, memiliki mutu yang dapat diterima, dan berpotensi mendukung diversifikasi pangan lokal berbasis sumber daya mangrove secara berkelanjutan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-26">(Kathiresan &amp; Bingham, 2001)</xref>.</p></sec><sec id="sec-2"><title>BAHAN DAN METODE</title><sec id="sec-3"><title>Pembuatan Nori Daun Mangrove Jeruju</title><p>Daun mangrove jeruju sebagai bahan utama pembuatan <italic>nori-like sheets</italic>. Daun jeruju segar dipetik secara manual dengan menggunakan gunting dan sarung tangan steril untuk menjaga tangan tertusuk duri dari daun mangrove jeruju, menjaga kebersihan, serta meminimalisir kontaminasi. Formulasi nori terdiri dari 3 rasio daun mangrove jeruju yaitu P1 (25 g), P2 (50 g), dan P3 (75 g). Proses pembuatan nori mengacu pada metode <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-37">(Pamungkas et al., 2023)</xref> &amp; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-54">(Sulfiana. et al., 2025)</xref> dengan beberapa modifikasi pada bahan dan konsentrasi.</p><p>Tahap awal dilakukan dengan mengukus daun mangrove jeruju. Pengukusan merupakan tahap prapengolahan penting dalam pembuatan nori jeruju, karena berfungsi menurunkan antinutrien, mengurangi rasa pahit, sepat, dan memperbaiki warna serta tekstur. Daun mangrove jeruju yang sudah dikukus selama ±10 menit untuk melunakkan teksturnya. Daun dihaluskan hingga menjadi pasta sebagai bahan dasar. Pasta dicampurkan dengan karagenan sebagai bahan pengikat, minyak wijen, garam, air, dan gula. Seluruh bahan diaduk hingga tercampur homogen membentuk adonan. Adonan yang telah homogen dicetak ke dalam loyang yang telah dilapisi kertas oven. Ketebalan adonan diatur secara merata sekitar 0,3-0,5 mm sehingga menghasilkan nori tipe tebal (thick type). Adonan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 100oC selama ±1 jam untuk menghasilkan tektur lembaran yang kering. Nori diangkat dari cetakan dan dipotong sesuai ukuran. Nori yang telah selesai diproduksi dikemas menggunakan plastik kedap udara. Pemilihan jenis kemasan ini bertujuan untuk meminimalisir masuknya udara ke dalam kemasan.</p><table-wrap id="table-1"><label>Table 1</label><caption><p>Formulasi nori daun mangrove jeruju</p></caption><table><colgroup><col></col><col></col><col></col><col></col></colgroup><thead><tr><th scope="col" rowspan="2">Ingredients</th><th scope="col" colspan="3">Holly mangrove leaf formulation</th></tr><tr><th scope="col">P1</th><th scope="col">P2</th><th scope="col">P3</th></tr></thead><tbody><tr><td>Holly mangrove leaves (g)</td><td>5</td><td>50</td><td>75</td></tr><tr><td>Carrageenan (g)</td><td>3</td><td>3</td><td>3</td></tr><tr><td>Sesame oil (mL)</td><td>7</td><td>7</td><td>7</td></tr><tr><td>Salt (g)</td><td>3</td><td>3</td><td>3</td></tr><tr><td>Water (mL)</td><td>150</td><td>150</td><td>150</td></tr><tr><td>Sugar (g)</td><td>2</td><td>2</td><td>2</td></tr></tbody></table></table-wrap></sec><sec id="sec-4"><title>Analisis Angka Lempeng Total (ALT)</title><p>Prosedur uji ALT mengacu pada <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-10">(Nasional, 2015)</xref> yaitu SNI 2332.3:2015 dengan menghitung jumlah mikroorganisme aerob mesofil dalam sampel nori. Alat dan bahan berupa media PCA, cawan petri steril, pipet, dan larutan pengenceran disiapkan. Sampel diencerkan, dituang ke cawan petri berisi media agar cair. Media yang telah mengeras diinkubasi pada suhu 35–37°C selama 24–48 jam. Koloni yang tumbuh dihitung dan dinyatakan dalam satuan CFU/mL atau CFU/g.</p></sec><sec id="sec-5"><title>Analisis Escherichia coli</title><p>Uji <italic>E. coli</italic> dilakukan berdasarkan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-9">(Nasional, 2015)</xref>yaitu SNI 2332.1:2015 melalui tiga tahap utama, yaitu uji pendugaan, penegasan, dan konfirmasi. Tahap pertama yaitu uji pendugaan menggunakan media Lactose Broth dengan tabung Durham yang diinkubasi pada suhu 35–37°C selama 24–48 jam, dan hasil positif ditandai dengan terbentuknya gas. Tahap kedua adalah uji penegasan menggunakan media selektif Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB) atau EC Broth pada suhu 44–45°C selama 24 jam untuk memastikan adanya koliform fekal. Tahap terakhir adalah uji konfirmasi dengan menumbuhkan sampel pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) yang menunjukkan koloni khas <italic>E. coli</italic> serta dilanjutkan dengan uji biokimia untuk memastikan identifikasi bakteri.</p></sec><sec id="sec-6"><title>Analisis Kapang dan Khamir</title><p>Analisis kapang dan khamir mengacu pada <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-11">(Nasional, 2015)</xref> yaiitu SNI 2332.7:2015, dilakukan untuk menghitung jumlah mikroorganisme yang dapat memengaruhi kualitas dan umur simpan produk nori. Sebanyak ±10 g sampel ditimbang secara aseptis, diencerkan secara bertingkat menggunakan larutan pengencer steril hingga diperoleh beberapa tingkat pengenceran. Sebanyak 1 mL dari masing-masing pengenceran diinokulasikan ke dalam media Potato Dextrose Agar (PDA) dan diinkubasi pada suhu 25-28°C selama 3-5 hari. Koloni kapang dan khamir yang tumbuh dihitung dan dinyatakan dalam satuan CFU/g.</p></sec><sec id="sec-7"><title>Analisis Merkuri (Hg)</title><p>Pengujian merkuri dilakukan dengan metode <italic>atomic absorption spectrophotometry</italic> (AAS) yang mengacu pada <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-13">(Nasional, 2016)</xref> yaitu SNI 2354.6:2016. Sampel terlebih dahulu didestruksi menggunakan asam kuat (HNO₃ dan H₂SO₄) untuk mengoksidasi merkuri dan menghilangkan matriks organik. Larutan hasil destruksi dipanaskan hingga jernih dan didinginkan, selanjutnya dilakukan pengenceran sesuai volume yang ditetapkan. Sampel dianalisis menggunakan AAS pada panjang gelombang spesifik merkuri. Kadar merkuri yang diperoleh dibandingkan dengan batas maksimum berdasarkan standar SNI 2354.6:2016.</p></sec><sec id="sec-8"><title>Analisis Timbel (Pb)</title><p>Pengujian timbel (Pb) dilakukan menggunakan <italic>atomic absorption spectrophotometry</italic> (AAS) mengacu pada <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-8">(Nasional, 2011)</xref> yaitu SNI 7354.5:2011 pada panjang gelombang 217 nm. Sampel terlebih dahulu melalui tahap destruksi basah menggunakan campuran asam nitrat (HNO₃) dan asam perklorat (HClO₄) hingga diperoleh larutan jernih. Larutan hasil destruksi disaring dan diencerkan menggunakan akuades hingga volume tertentu. Sampel diinjeksikan ke dalam AAS untuk pengukuran kadar Pb. Analisis timbel yang diperoeh dibandingkan dengan batas maksimum cemaran timbel standar SNI 7354.5:2011 untuk menentukan keamanan produk.</p></sec><sec id="sec-9"><title>Analisis Arsen (As)</title><p>Arsen (As) dianalisis menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA) yang mengacu pada <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-14">(Nasional, 2017)</xref> yaitu SNI 7354.15:2017 dengan teknik hidrida (hydride generation-AAS). Sampel terlebih dahulu didestruksi untuk melepaskan arsen dalam bentuk ion. Larutan sampel direaksikan dengan pereaksi pembentuk hidrida (biasanya natrium borohidrida/NaBH₄ dalam suasana asam) sehingga menghasilkan gas arsina (AsH₃). Gas arsina yang terbentuk dialirkan ke sistem atomisasi SSA untuk dibakar dan diukur absorbansinya. Nilai absorbansi dibandingkan dengan kurva standar untuk menentukan kadar arsen dalam sampel nori sesuai standar SNI 7354.15:2017.</p></sec><sec id="sec-10"><title>Uji Sensori</title><p>Uji sensori mengacu pada <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-12">(Nasional, 2015)</xref> yaitu SNI 2346:2015 yang dilakukan dengan melibatkan 10 orang panelis terlatih (<italic>trained panelist</italic>) untuk menilai sejauh mana produk nori berbahan dasar mangrove jeruju. Penilaian dilakukan menggunakan skala hedonik 1-9 dengan kriteria sebagai berikut: skor 1=sangat tidak suka, skor 2=tidak suka, skor 3=agak tidak suka, skor 4=sedikit tidak suka, skor 5=netral (biasa), skor 6=sedikit suka, skor 7=agak suka, skor 8=suka, dan skor 9=sangat suka. Parameter sensori yang dinilai meliputi warna, tekstur, ketampakan, aroma, dan rasa.</p><p>Penerapan standar ini tidak hanya membantu peneliti dalam menilai tingkat penerimaan konsumen, tetapi juga menjadi acuan dalam mengembangkan produk pangan inovatif yang berbasis bahan lokal. Uji sensori dapat menjadi dasar ilmiah bahwa nori jeruju memiliki potensi pasar yang layak sekaligus memenuhi aspek mutu organoleptik yang diharapkan konsumen.</p></sec><sec id="sec-11"><title>Analisis Data</title><p>Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu rasio penggunaan daun mangrove jeruju P1 (25 g), P2 (50 g), dan P3 (75 g) dengan 3 ulangan. Analisis data mikrobiologi dan logam berat menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Uji sensori dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis. Data analisis menggunakan perangkat lunak program SPSS 22.</p></sec></sec><sec id="sec-12"><title>HASIL DAN PEMBAHASAN</title><sec id="sec-13"><title>Mikrobiologi</title><p>Uji mikrobiologi merupakan parameter penting dalam evaluasi mutu dan keamanan pangan karena mencerminkan tingkat kebersihan proses, stabilitas produk, serta keamanan konsumsi. Hasil analisis cemaran mikrobiologi <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun mangrove jeruju disajikan pada <xref ref-type="table" rid="table-2">Table 2</xref>.</p><table-wrap id="table-2"><label>Table 2</label><caption><p>Hasil uji cemaran mikrobiologi pada nori-like sheets jeruju mangrove</p></caption><table><colgroup><col></col><col></col><col></col><col></col><col></col></colgroup><thead><tr><th scope="col">Parameters</th><th scope="col">P1</th><th scope="col">P2</th><th scope="col">P3</th><th scope="col">SNI 9105:2022</th></tr></thead><tbody><tr><td>TPC</td><td><inline-formula><tex-math id="math-1"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 276.67±47.34^b \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-2"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 410.00±20.00^a \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-3"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 320.00±20.00^b \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td>Max <inline-formula><tex-math id="math-4"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 1.0×10^5 \end{document} ]]></tex-math></inline-formula> CFU/g</td></tr><tr><td><italic>E. coli</italic></td><td><inline-formula><tex-math id="math-5"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle <3\pm0^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-6"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle <3\pm0^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-7"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle <3\pm0^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-8"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Max}\ 3\ \mathrm{MPN/g} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Mold</td><td><inline-formula><tex-math id="math-9"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 17^{**} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-10"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 20^{**} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-11"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 17^{**} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-12"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Max}\ 10\ \mathrm{CFU/g} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Yeast</td><td><inline-formula><tex-math id="math-13"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 23^{**} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-14"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 20^{**} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-15"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 23^{**} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-16"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Max}\ 10\ \mathrm{CFU/g} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr></tbody></table></table-wrap></sec><sec id="sec-14"><title>Angka Lempeng Total (ALT)</title><p>Nilai ALT <italic>nori-like sheets</italic> menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan, namun seluruhnya masih berada jauh di bawah batas maksimum SNI 9105:2022 (1,0×10⁵ CFU/g). Perbedaan ini berkaitan dengan variasi formulasi daun jeruju, mengingat seluruh perlakuan diproses pada kondisi pengolahan yang sama. Karakteristik matriks formulasi yang memengaruhi kadar air dan stabilitas mikrobiologis produk. Formulasi dengan proporsi daun lebih tinggi cenderung memiliki kelembapan lebih besar, sehingga memungkinkan pertumbuhan mikrob yang relatif lebih tinggi.</p><p>Secara teoritis peningkatan konsentrasi daun jeruju diharapkan menurunkan nilai angka lempeng total (ALT) akibat kandungan senyawa antimikrob yang lebih tinggi, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi P1 justru memiliki ALT terendah. Penambahan daun jeruju dalam jumlah tinggi diduga meningkatkan kapasitas retensi air matriks produk akibat kandungan serat dan polisakarida, sehingga berpotensi mempertahankan kelembapan yang lebih tinggi. Kapasitas ikat air dan struktur matriks tidak dianalisis secara langsung, sehingga interpretasi ini bersifat hipotetik dan merujuk pada temuan sebelumnya pada produk alga kering <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-31">(Lovdal et al., 2021)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-42">(Quek et al., 2023)</xref>. Aktivitas antimikrob daun jeruju dalam bentuk bahan utuh tidak selalu meningkat secara linear, karena senyawa fenolik dan flavonoid bersifat sensitif terhadap panas dan dapat mengalami degradasi atau kehilangan aktivitas biologis selama proses pengeringan suhu tinggi <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-38">(Paulo et al., 2008</xref>; Arumugam <italic>et al</italic>., 2015). Temuan ini sejalan dengan laporan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-42">(Quek et al., 2023)</xref> yang menegaskan bahwa <italic>water activity</italic> merupakan faktor pembatas utama pertumbuhan mikrob pada produk kering, sering kali lebih berpengaruh dibandingkan kandungan senyawa bioaktif bahan baku. </p></sec><sec id="sec-15"><title>Escherichia coli</title><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai <italic>E. coli</italic> pada seluruh perlakuan <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun jeruju (P1, P2, dan P3) berada pada kisaran &lt;3 MPN/g dan tidak berbeda signifikan, serta telah memenuhi batas maksimum SNI 9105:2022. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarperlakuan, sehingga variasi konsentrasi daun jeruju tidak memengaruhi keberadaan bakteri indikator sanitasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian bakteri lebih dipengaruhi oleh faktor proses pengolahan dan kondisi akhir produk dibandingkan oleh perbedaan konsentrasi bahan. </p><p>Keberadaan <italic>E. coli</italic> terutama dipengaruhi oleh kebersihan proses, kadar air, dan <italic>water activity</italic>. Proses pengukusan dan pengeringan berperan sebagai lethal step yang efektif menurunkan populasi bakteri vegetatif, sementara kadar air rendah dan kemasan kedap udara membatasi pertumbuhan ulang selama penyimpanan. Kombinasi kadar air rendah dan kemasan kedap merupakan strategi utama pengendalian patogen pada pangan kering.</p><p>Daun jeruju mengandung senyawa antibakteri, peningkatan konsentrasi tidak menunjukkan efek tambahan yang signifikan, mengindikasikan adanya efek ambang dalam sistem pangan padat. Temuan ini sejalan dengan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-17">(Firdaus &amp; Widiyantoro, 2025)</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-32">(Manuhuttu &amp; Saimima, 2021)</xref>, dan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-35">(Okla et al., 2021)</xref> yang melaporkan bahwa aktivitas antibakteri daun jeruju cenderung stabil setelah mencapai konsentrasi efektif minimum. Secara keseluruhan, parameter <italic>E. coli</italic> pada produk ini telah memenuhi persyaratan keamanan mikrobiologis terlepas dari variasi formulasi. </p></sec><sec id="sec-16"><title>Kapang</title><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapang pada <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun jeruju berbeda nyata antarperlakuan (p&lt;0,05), dengan perlakuan P2 menunjukkan jumlah tertinggi. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan variasi kadar air residu yang dipengaruhi oleh komposisi formulasi daun jeruju. Proporsi bahan yang berbeda kemungkinan memengaruhi karakteristik matriks, khususnya dalam retensi air setelah pengeringan. Sifat fisikokimia matriks tidak diukur dalam penelitian ini, sehingga penjelasan tersebut didasarkan pada pendekatan literatur dan belum dapat dikonfirmasi secara eksperimental.</p><p>Peningkatan fraksi serat dan polisakarida hidrofilik pada proporsi daun yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan retensi air, sehingga menciptakan kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan kapang meskipun seluruh perlakuan dikeringkan pada parameter yang sama. Kadar air residu ini dapat memengaruhi aktivitas air (aw), yang merupakan faktor kunci dalam pertumbuhan kapang. Kapang diketahui mampu tumbuh pada nilai aw lebih rendah dibandingkan bakteri, sehingga perubahan kadar air dalam jumlah kecil pun dapat mendukung kolonisasi <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-31">(Lovdal et al., 2021)</xref>. Temuan ini sejalan dengan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-23">Hyun et al. (2018)</xref> yang melaporkan bahwa peningkatan kelembapan pada rumput laut kering berasosiasi dengan peningkatan jumlah kapang meskipun kadar air masih dalam kisaran standar. Daun jeruju mengandung senyawa bioaktif berpotensi sebagai antijamur. Efektivitasnya dalam sistem pangan kompleks tidak selalu meningkat secara linear seiring peningkatan konsentrasi bahan, karena kemungkinan adanya interaksi matriks atau degradasi selama pemanasan. </p></sec><sec id="sec-17"><title>Khamir</title><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah khamir pada <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun jeruju melebihi batas maksimum SNI 9105:2022 (10 CFU/g) dan berbeda nyata antarperlakuan (p&lt;0,05), dengan perlakuan P2 memiliki tingkat kontaminasi tertinggi, sedangkan P1 dan P3 tidak berbeda nyata <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memengaruhi kestabilan mikrobiologis produk, karena seluruh perlakuan diproses pada parameter pengolahan yang identik.</p><p>Tingginya cemaran khamir pada P2 diduga berkaitan dengan pengeringan yang kurang efektif dan kondisi kelembapan selama pendinginan atau penyimpanan. Produk nori bersifat higroskopis sehingga mudah menyerap uap air dari lingkungan, dan peningkatan kelembapan dalam jumlah kecil sudah cukup mendukung pertumbuhan khamir yang toleran terhadap aktivitas air rendah. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-31">Lovdal et al. (2021)</xref> &amp; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-33">Martelli et al. (2021)</xref> melaporkan bahwa produk rumput laut kering menunjukkan peningkatan khamir ketika kadar air residu dan kelembapan penyimpanan tidak terkontrol secara konsisten. pengukuran <italic>water activity</italic> (aw) dan pencatatan kelembapan relatif tidak dilakukan pada penelitian ini, sehingga menjadi keterbatasan yang dapat memengaruhi variasi tingkat cemaran pada setiap perlakuan.. </p><p>Jumlah khamir pada beberapa perlakuan melebihi batas maksimum SNI 9105:2022 (10 CFU/g), sehingga menunjukkan perlunya optimasi pengeringan dan pengendalian kelembapan pascaproses <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>. Sebagian besar parameter mikrobiologi telah memenuhi standar, pengendalian khamir menjadi aspek krusial yang perlu diperbaiki untuk memastikan keamanan dan stabilitas produk secara menyeluruh..</p><p>Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi pengeringan hingga kadar air &lt;12%, penyimpanan pada kelembapan relatif rendah (&lt;33%), penggunaan kemasan kedap udara atau vakum, serta peningkatan sanitasi pada tahap pascapengeringan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-23">(Hyun et al., 2018)</xref>. Meskipun daun jeruju mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antimikrob, peningkatan konsentrasi bahan utuh tidak selalu meningkatkan efektivitasnya. Hal ini disebabkan oleh keterikatan senyawa dalam matriks pangan serta terjadinya degradasi akibat proses pemanasan (<xref ref-type="bibr" rid="BIBR-6">Audah et al. (2022)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-66">Yunasfi et al. (2025)</xref>).</p></sec><sec id="sec-18"><title>Kadar Air</title><p>Kadar air <italic>nori-like sheets</italic> berbahan daun jeruju menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan (p&lt;0,05), dengan perlakuan P2 menghasilkan kadar air terendah, diikuti P1, dan P3 sebagai yang tertinggi. Formulasi daun jeruju memengaruhi perbedaan kadar air pada semua perlakuan yang dikeringkan dengan kondisi yang sama. Proporsi bahan yang berbeda diduga memengaruhi komposisi matriks, khususnya kandungan serat dan komponen hidrofilik, sehingga berdampak pada kapasitas retensi air dan pelepasan kelembapan selama pengeringan. </p><p>Seluruh perlakuan memiliki kadar air jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan SNI 9105:2022 (14%), sehingga memenuhi persyaratan mutu dari aspek kadar air <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>. Hasil pengujian kadar air pada <italic>nori-like sheets</italic> berbahan dasar daun jeruju mangrove menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memiliki nilai yang relatif rendah dan masih memenuhi standar mutu, yaitu maksimal 14,0%. Secara rinci, perlakuan P1 memiliki kadar air sebesar 4,657±0,062ab, P2 sebesar 4,543±0,060b , dan P3 sebesar 4,757±0,055a . Berdasarkan hasil analisis statistik, terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p&lt;0,05), yang ditunjukkan melalui notasi huruf superskrip berbeda pada setiap perlakuan. Perlakuan P2 menunjukkan nilai kadar air yang paling rendah dan berbeda nyata dengan P3, sedangkan P1 berada pada kelompok yang berbeda, namun masih dalam rentang yang relatif serupa. Hal ini sejalan dengan penelitian <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-40">Prabaningrum et al. (2022)</xref> menyatakan bahwa variasi formulasi bahan pada produk nori artifisial memberikan pengaruh terhadap kadar air akhir produk. Temuan ini juga didukung oleh <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-46">Ramadhan et al. (2022)</xref> yang melalui kajian meta-analisis menunjukkan bahwa komposisi bahan penyusun pada produk norilike sheets berkontribusi terhadap perubahan karakteristik kimia, termasuk kadar air, sehibgga formulasi menjadi faktor penting dalam menunjukkan mutu akhir produk</p><p>Kadar air yang rendah pada seluruh perlakuan mengindikasikan bahwa proses pengeringan yang dilakukan cukup efektif dalam mengurangi kandungan air pada produk. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap stabilitas mikrobiologis dan umur simpan produk, karena kadar air yang rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan pangan. Perbedaan kadar air yang terjadi lebih dipengaruhi oleh variasi formulasi daun jeruju yang digunakan pada setiap perlakuan dibandingkan oleh proses pengeringan yang dilakukan, karena seluruh sampel dikeringkan dalam kondisi yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi formulasi bahan dan proses pengeringan yang terkontrol mampu menghasilkan produk dengan kadar air rendah, memenuhi standar SNI, serta berpotensi memiliki daya simpan yang lebih baik.</p></sec><sec id="sec-19"><title>Logam Berat</title><p>Logam berat merupakan salah satu aprameter penting dalam penilaian keamanan pangan karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia apabila melebihi ambang batas yang ditetapkan. Beberapa logam berat yang menjadi persyaratan nori meliputi merkuri (Hg), timbel (Pb), kadmium (Cd), dan arsen (As). Keberadaan logam berat dapat berasal dari lingkungan perairan yang tercemar, proses penanganan, maupun peralatan yang digunakan dalam produksi. Pengujian logam berat pada produk <italic>nori-like sheets</italic> berbahan dasar daun mangrove jeruju dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan aman dikonsumsi sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil pengujian logam berat ditunjukkan pada <xref ref-type="table" rid="table-3">Table 3</xref>.</p><table-wrap id="table-3"><label>Table 3</label><caption><p>Hasil uji cemaran logam berat pada nori-like sheets mangrove jeruju</p></caption><table><colgroup><col></col><col></col><col></col><col></col><col></col></colgroup><thead><tr><th scope="col">Heavy metal</th><th scope="col">P1</th><th scope="col">P2</th><th scope="col">P3</th><th scope="col">SNI 9105:2022</th></tr></thead><tbody><tr><td>Hg</td><td><inline-formula><tex-math id="math-17"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.0275\pm0.00600^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-18"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.0283\pm0.00230^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-19"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.0257\pm0.00060^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-20"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Max}\ 0.03\ \mathrm{mg/kg} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Pb</td><td><inline-formula><tex-math id="math-21"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.1101\pm0.00200^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-22"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.1069\pm0.00120^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-23"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.1075\pm0.00110^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-24"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Max}\ 0.2\ \mathrm{mg/kg} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Cd</td><td><inline-formula><tex-math id="math-25"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.04743\pm0.00075^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-26"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.04963\pm0.00075^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-27"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.03970\pm0.00060^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-28"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Max}\ 0.05\ \mathrm{mg/kg} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>As</td><td><inline-formula><tex-math id="math-29"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.2644\pm0.00310^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-30"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.2387\pm0.00270^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-31"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 0.2250\pm0.00300^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-32"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Max}\ 1.0\ \mathrm{mg/kg} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr></tbody></table></table-wrap></sec><sec id="sec-20"><title>Merkuri</title><p>Kandungan merkuri (Hg) pada <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju berbeda nyata antarperlakuan (p&lt;0,001), dengan nilai tertinggi pada P2 dan terendah pada P3. Seluruh kadar Hg masih berada di bawah batas maksimum SNI 9105:2022 (0,03 mg/ kg), sehingga produk dinyatakan aman dari aspek cemaran logam berat. Perbedaan antarperlakuan mengindikasikan adanya kemungkinan pengaruh formulasi terhadap fraksi Hg terukur pada produk akhir <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>. Rendahnya Hg pada P3 diduga berkaitan dengan kemungkinan interaksi ion logam dengan matriks polisakarida, termasuk karagenan, melalui mekanisme pengikatan dan pembentukan kompleks sebagaimana dilaporkan dalam penelitian <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-27">Khotimchenko et al. (2010)</xref> &amp; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-59">Wang et al. (2018)</xref>. Mekanisme tersebut tidak diuji secara langsung dalam penelitian ini dan memerlukan verifikasi melalui analisis spesifik interaksi logam matriks. </p><p>Distribusi merkuri (Hg) dalam jaringan mangrove juga dapat memengaruhi kadar logam pada produk olahan. Beberapa studi melaporkan bahwa daun mangrove mampu mengakumulasi merkuri akibat deposisi dari atmosfer dan penyerapan dari sedimen. Tingkat akumulasi tersebut berbeda pada setiap organ tanaman ( <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-60">Wolswijk et al. (2020)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-34">Niu et al. (2019)</xref>). Temuan ini sejalan dengan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-22">Hwang et al. (2010)</xref> yang menyatakan bahwa kandungan merkuri pada produk rumput laut kering umumnya rendah dan dipengaruhi oleh spesies, lingkungan tumbuh, serta proses pengolahan. Formulasi P3 menunjukkan keunggulan relatif dari aspek cemaran Hg. </p></sec><sec id="sec-21"><title>Timbel (Pb)</title><p>Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar timbel (Pb) pada <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun jeruju berada pada kisaran rendah dan tidak berbeda nyata antar perlakuan (F=3,36; p=0,105). Nilai rata-rata Pb pada P1, P2, dan P3 relatif seragam, yaitu masing-masing 0,1101±0,002; 0,1069±0,0012; dan 0,1075±0,0011 mg/kg, serta masih berada di bawah batas maksimum cemaran Pb yang ditetapkan dalam SNI 9105:2022 (0,2 mg/ kg) <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi konsentrasi daun jeruju dalam formulasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan Pb pada produk akhir. </p><p>Perbedaan kadar Pb antarperlakuan tidak menunjukkan variasi yang berarti, yang kemungkinan disebabkan oleh karakteristik daun jeruju sebagai organ fotosintetik yang memiliki kemampuan lebih rendah dalam mengakumulasi logam berat dibandingkan akar mangrove yang berinteraksi langsung dengan sedimen <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-64">(Yanti et al., 2021)</xref>. Senyawa fenolik dan flavonoid pada daun jeruju berpotensi berinteraksi dengan ion logam melalui pembentukan kompleks, sebagaimana dilaporkan oleh <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-62">Wu et al. (2023)</xref>. Interaksi tersebut tidak dianalisis dalam penelitian ini, sehingga kontribusinya terhadap kadar Pb yang terdeteksi masih bersifat indikatif. Temuan ini sejalan dengan laporan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-30">Lee et al. (2022)</xref> yang menyatakan bahwa kandungan Pb pada produk berbasis biomassa laut umumnya berada pada tingkat rendah dan relatif stabil, serta tidak meningkat secara signifikan akibat variasi formulasi. </p></sec><sec id="sec-22"><title>Kadmium (Cd)</title><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium (Cd) pada <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju berbeda sangat nyata antar perlakuan (F=164,78; p&lt;0,00001). Perlakuan P3 memiliki kadar Cd paling rendah dan berbeda signifikan dibandingkan P1 dan P2, sedangkan antara P1 dan P2 tidak menunjukkan perbedaan nyata. Nilai ratarata Cd seluruh perlakuan berada pada kisaran 0,05 mg/kg dan masih memenuhi batas maksimum cemaran Cd sesuai SNI 9105:2022, sehingga produk tergolong aman dari aspek cemaran kadmium <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>. </p><p>Perbedaan kadar Cd antarperlakuan kemungkinan dipengaruhi oleh karakteristik fisiologis tanaman mangrove. Beberapa studi melaporkan bahwa akumulasi Cd pada mangrove cenderung lebih dominan terjadi pada akar, sementara translokasi ke daun relatif terbatas sebagai bagian dari mekanisme adaptif tanaman dalam menghadapi stres logam berat (<xref ref-type="bibr" rid="BIBR-24">Jingchun et al. (2008)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-43">Rahman et al. (2011)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-16">Dai et al. (2017)</xref>). Kapasitas bioakumulasi Cd juga dapat bervariasi antarspesies mangrove dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tumbuh ( <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-4">Analuddin et al. (2017)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-20">Hilmi et al. (2023)</xref>). Distribusi Cd pada bahan baku dalam penelitian ini tidak dianalisis secara terpisah antarorgan tanaman, sehingga mekanisme fisiologis tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara langsung. Interpretasi mengenai pengaruh mekanisme akumulasi dan translokasi Cd masih bersifat berupa literatur pendukung. Formulasi P3 secara keseluruhan menunjukkan kadar Cd terendah di antara perlakuan yang diuji. Penetapan formulasi terbaik tetap perlu mempertimbangkan parameter keamanan dan mutu lainnya secara terpadu. </p></sec><sec id="sec-23"><title>Arsen (As)</title><p>Kadar arsen total pada <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju berbeda nyata antarperlakuan (p&lt;0,05), dengan P1 menunjukkan nilai tertinggi, sementara P2 dan P3 tidak berbeda signifikan. Seluruh kadar arsen masih jauh di bawah batas maksimum (1,0 mg/kg) sesuai SNI 9105:2022, sehingga produk dinyatakan aman dari aspek cemaran arsen. Perbedaan kadar arsen ini tidak menunjukkan hubungan linier dengan proporsi daun jeruju, melainkan dipengaruhi oleh karakteristik bahan baku dan interaksi formulasi selama pengolahan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>. </p><p>Beberapa studi melaporkan bahwa pada tanaman mangrove, arsen lebih dominan terakumulasi pada sedimen dan jaringan akar dibandingkan bagian daun, sehingga penggunaan daun sebagai bahan baku tidak selalu meningkatkan kadar arsen secara proporsional (<xref ref-type="bibr" rid="BIBR-55">Tanjin et al. (2024)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-65">Yu et al. (2024)</xref>. Tahapan pengolahan, yaitu pemanasan, pencampuran dengan hidrokoloid, dan pengeringan diketahui dapat menurunkan fraksi arsen yang mudah larut, yang berkontribusi terhadap rendahnya kadar arsen pada produk akhir (<xref ref-type="bibr" rid="BIBR-28">Kim et al. (2020)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-18">Zealand (2013)</xref>). Arsen merupakan kontaminan berisiko, arsen pada bahan pangan laut umumnya didominasi oleh bentuk organik dengan tingkat toksisitas lebih rendah dibandingkan arsen anorganik. Penelitian ini masih membatasi analisis pada arsen total sehingga kajian lanjutan melalui analisis spesiasi diperlukan untuk menghasilkan evaluasi risiko yang lebih komprehensif. (NFI, 2019). Formulasi <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju secara keseluruhan menghasilkan produk dengan kadar arsen yang aman untuk dikonsumsi. Perlakuan P2 dan P3 menunjukkan profil arsen yang lebih rendah, serta menegaskan pentingnya pengendalian bahan baku dan proses pengolahan dalam meminimalkan cemaran logam berat pada pangan berbasis sumber daya pesisir.</p></sec><sec id="sec-24"><title>Sensori</title><p>Uji sensori merupakan metode penilaian mutu pangan yang melibatkan panca indera manusia, yaitu penglihatan, penciuman, pengecapan, perabaan, dan pendengaran. Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap suatu produk, baik dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur produk. Hasil uji sensori pada <italic>nori-like sheets</italic> dapat dilihat pada <xref ref-type="table" rid="table-4">Table 4</xref>.</p><table-wrap id="table-4"><label>Table 4</label><caption><p>Hasil uji sensori pada nori-like sheets mangrove jeruju</p></caption><table><colgroup><col></col><col></col><col></col><col></col><col></col></colgroup><thead><tr><th scope="col">Parameters</th><th scope="col">P1</th><th scope="col">P2</th><th scope="col">P3</th><th scope="col">SNI 9105:2022</th></tr></thead><tbody><tr><td>Color</td><td><inline-formula><tex-math id="math-33"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 7.00\pm0.00^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-34"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 7.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-35"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 7.00\pm0.00^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-36"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Min}\ 7 \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Texture</td><td><inline-formula><tex-math id="math-37"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-38"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-39"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 6.00\pm0.00^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-40"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Min}\ 7 \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Appearance</td><td><inline-formula><tex-math id="math-41"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 8.00\pm0.00^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-42"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-43"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-44"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Min}\ 7 \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Aroma</td><td><inline-formula><tex-math id="math-45"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 6.00\pm0.00^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-46"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-47"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-48"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Min}\ 7 \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr><tr><td>Taste</td><td><inline-formula><tex-math id="math-49"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 6.00\pm0.00^{a} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-50"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-51"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle 5.00\pm0.00^{b} \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td><td><inline-formula><tex-math id="math-52"><![CDATA[ \documentclass{article} \usepackage{amsmath} \begin{document} \displaystyle \mathrm{Min}\ 7 \end{document} ]]></tex-math></inline-formula></td></tr></tbody></table></table-wrap></sec><sec id="sec-25"><title>Warna</title><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna pada seluruh perlakuan (P1, P2, dan P3) memperoleh skor 7,00±0,00, tanpa perbedaan nyata antarsampel. Nilai ini menunjukkan bahwa panelis menyukai warna <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju secara seragam. Variasi proporsi daun jeruju dalam formulasi tidak memengaruhi tingkat kesukaan warna produk. </p><p>Keseragaman skor warna mengindikasikan bahwa tampilan visual produk pada seluruh perlakuan berada dalam rentang warna yang dapat diterima dan sesuai dengan karakteristik nori, yaitu hijau gelap hingga hijau kehitaman. Warna tersebut terutama ditentukan oleh keberadaan pigmen klorofil dan karotenoid pada daun jeruju, yang masih mampu memberikan kesan visual menarik meskipun mengalami proses pemanasan dan pengeringan (<xref ref-type="bibr" rid="BIBR-69">Zhao et al. (2019)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-29">Kodikara et al. (2020)</xref>). </p><p>Hasil ini sejalan dengan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-61">Wrolstad &amp; Smith (2017)</xref> yang menyatakan bahwa persepsi warna oleh panelis tidak selalu sensitif terhadap variasi kecil intensitas pigmen selama warna produk masih berada dalam kisaran visual yang diharapkan. Senyawa fenolik dan flavonoid dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi menekan oksidasi pigmen selama pengolahan (PerezJimenez <italic>et al</italic>., 2014). Stabilitas pigmen tidak dianalisis secara kimiawi dalam penelitian ini, sehingga interpretasi tersebut didasarkan pada rujukan literatur dan belum dapat dikonfirmasi secara eksperimental. Hasil uji sensori warna menegaskan bahwa seluruh <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju telah memenuhi kriteria penerimaan warna konsumen dengan skor minimum 7 sesuai <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">Nasional (2022)</xref> yaitu SNI 9105:2022.</p></sec><sec id="sec-26"><title>Tekstur</title><p>Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju berbeda nyata antarperlakuan (p&lt;0,05). Perlakuan P3 memperoleh skor tertinggi (6,00) dan lebih disukai dibandingkan P1 dan P2 (5,00). Seluruh skor masih berada di bawah batas minimum penerimaan SNI 9105:2022 (≥7) <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(BSN, 2022)</xref>, sehingga secara sensori tekstur produk belum sepenuhnya memenuhi kriteria preferensi. </p><p>Perbedaan ini mencerminkan pengaruh rasio formulasi terhadap karakter fisik lembaran, mengingat proses pencetakan dan pengeringan dilakukan secara identik. P3 dipersepsikan memiliki tekstur yang lebih kompak dan fleksibel, sesuai dengan ekspektasi produk sejenis nori, sedangkan P1 dan P2 dinilai kurang optimal. Temuan ini konsisten dengan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-67">Zein (2021)</xref> dan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-54">Sulfiana. et al. (2025)</xref> yang melaporkan bahwa variasi komposisi daun jeruju memengaruhi penerimaan tekstur, serta sejalan dengan studi nori berbasis rumput laut yang menunjukkan preferensi terhadap tekstur kompak dan cukup fleksibel dibandingkan yang terlalu keras atau rapuh (<xref ref-type="bibr" rid="BIBR-7">Baptista et al. (2022)</xref> Lu <italic>et al</italic>., 2023). P3 secara keseluruahan menunjukkan penerimaan tekstur relatif terbaik, meskipun analisis tekstur instrumental tetap diperlukan untuk memperkuat korelasi antara persepsi sensorik dan parameter mekanik objektif.</p></sec><sec id="sec-27"><title>Ketampakan</title><p>Ketampakan <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun mangrove jeruju <xref ref-type="fig" rid="figure-1">(Figure 1)</xref> menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap ketampakan <italic>nori-like sheets</italic> daun jeruju berbeda antarperlakuan, dengan formulasi P1 memperoleh skor tertinggi, sedangkan P2 dan P3 menunjukkan penurunan penerimaan seiring meningkatnya proporsi daun jeruju. Perbedaan ini dikonfirmasi melalui uji Kruskal-Wallis yang menunjukkan perbedaan sangat nyata antar perlakuan (p&lt;0,01). Formulasi P1 menghasilkan ketampakan yang lebih seragam, ditandai warna hijau kehitaman yang homogen, permukaan relatif halus, dan lembaran yang utuh, sementara peningkatan konsentrasi daun pada P2 dan P3 cenderung menurunkan keseragaman visual dan meningkatkan kekasaran permukaan. </p><fig id="figure-1"><label>Figure 1</label><caption><p>Ketampakan lembaran nori dengan berbagai penambahan daun mangrove jeruju; (A) 5 g, (B) 50 g, dan (C) 75 g</p></caption><graphic xlink:href="https://journal.ipb.ac.id/jphpi/article/download/68380/version/48802/34126/417610" mime-subtype="png" mimetype="image"><alt-text>Figure 1</alt-text></graphic></fig><p>Penurunan penerimaan visual terutama berkaitan dengan perbedaan rasio bahan dalam formulasi, sehingga memengaruhi persepsi panelis. Pola ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa ketidakseimbangan antara bahan daun dan bahan pengikat pada produk <italic>nori-like sheets</italic> dapat menurunkan keseragaman warna dan kerapatan permukaan lembaran ( <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-51">Sinurat et al. (2022)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-45">Rahmawati &amp; Mu’awwinatun (2023)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-36">Palal et al. (2024)</xref>). Temuan serupa juga dilaporkan pada produk lembaran berbasis daun lainnya, di mana peningkatan proporsi bahan daun cenderung menurunkan kualitas visual akibat keterbatasan proses homogenisasi matriks ( <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-21">Hinokidani et al. (2022)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-25">Kartikaningsih et al. (2025)</xref>). Formulasi P1 secara keseluruahan memberikan ketampakan paling dapat diterima secara sensori, menegaskan bahwa variasi proporsi daun jeruju berpengaruh nyata terhadap kualitas visual dan tingkat penerimaan panelis pada <italic>nori-like sheets</italic>.</p></sec><sec id="sec-28"><title>Aroma</title><p>Perlakuan P1 memperoleh skor aroma tertinggi, sedangkan P2 dan P3 menunjukkan tingkat kesukaan yang lebih rendah. Meskipun seluruh skor aroma masih berada di bawah batas minimum menurut SNI 9105:2022 (nilai 7) <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Nasional, 2022)</xref>, hasil ini mengindikasikan bahwa formulasi dengan proporsi daun jeruju lebih rendah lebih dapat diterima panelis dari aspek aroma dibandingkan formulasi dengan proporsi daun yang lebih tinggi. </p><p>Perbedaan tingkat kesukaan aroma berkaitan dengan variasi jumlah daun jeruju dalam formulasi. Daun A. ilicifolius L. diketahui mengandung senyawa volatil dan bioaktif yang memberikan aroma khas, sehingga peningkatan proporsinya cenderung menghasilkan aroma yang lebih intens dan kurang disukai secara sensori. Fenomena serupa dilaporkan pada produk berbasis bahan nabati, di mana peningkatan konsentrasi bahan tertentu dapat memperkuat aroma spesifik tanpa diikuti peningkatan penerimaan panelis <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-41">(Purwanto et al., 2026)</xref>. Proses pengeringan turut memengaruhi pembentukan aroma melalui interaksi senyawa volatil selama pemanasan, yang dapat memperkuat karakter aroma bahan daun jeruju <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-1">(Aisiah et al., 2022)</xref>. Formulasi P1 secara keseluruhan menunjukkan penerimaan aroma terbaik berdasarkan uji sensori, sementara peningkatan proporsi daun jeruju cenderung menurunkan tingkat kesukaan akibat aroma yang semakin kuat. Hasil ini menegaskan bahwa pengendalian formulasi menjadi faktor penting dalam memperoleh keseimbangan aroma pada pengembangan <italic>nori-like sheets</italic> berbasis daun mangrove jeruju. </p></sec><sec id="sec-29"><title>Rasa</title><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 memiliki tingkat kesukaan rasa tertinggi dan berbeda nyata (p&lt;0,05) dibandingkan P2 dan P3. Hal ini mengindikasikan bahwa formulasi dengan proporsi daun jeruju yang lebih rendah menghasilkan rasa yang lebih dapat diterima, sedangkan peningkatan jumlah daun pada P2 dan P3 cenderung menurunkan penerimaan panelis. </p><p>Penurunan tingkat kesukaan rasa tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa bioaktif daun A. ilicifolius L., yaitu fenolik, tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid, yang diketahui berkontribusi terhadap rasa astringen dan pahit. Intensitas rasa khas ini dilaporkan meningkat seiring bertambahnya konsentrasi bahan nabati dalam formulasi pangan (<xref ref-type="bibr" rid="BIBR-50">Singh &amp; Aeri (2013)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-57">Tripathi et al. (2024)</xref><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-63">Wulansari et al. (2024)</xref>). Formulasi P1 menghasilkan keseimbangan rasa yang lebih harmonis karena karakter khas daun jeruju tidak mendominasi, sementara pada P2 dan P3 akumulasi senyawa pembentuk rasa menyebabkan sensasi yang lebih kuat dan kurang disukai. Temuan ini sejalan dengan laporan bahwa pengaturan proporsi bahan nabati kaya senyawa bioaktif merupakan faktor penting dalam meningkatkan penerimaan rasa produk berbasis daun <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-53">(Sravya et al., 2023)</xref>. Formulasi P1 secara keseluruhan memberikan profil rasa paling disukai panelis, sedangkan peningkatan proporsi daun jeruju cenderung menurunkan penerimaan sensorik dari aspek rasa. </p><p>Beberapa interpretasi terkait mekanisme fisikokimia, interaksi matriks, dan pengikatan logam dalam pembahasan ini didasarkan pada pendekatan literatur, mengingat parameter struktur mikro, <italic>water activity</italic>, kapasitas retensi air, maupun analisis spesiasi logam tidak diukur secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi mekanisme yang diusulkan secara eksperimental.</p></sec></sec><sec id="sec-30"><title>KESIMPULAN</title><p>Formulasi daun mangrove jeruju berpengaruh terhadap kualitas sensori dan keamanan pangan produk <italic>nori-like sheets</italic>. Perlakuan P1 (25 g daun jeruju) menghasilkan tingkat penerimaan sensori terbaik pada aspek ketampakan, aroma, dan rasa. Seluruh perlakuan memenuhi standar cemaran ALT, <italic>E. coli</italic>, dan logam berat sesuai SNI, meskipun jumlah kapang dan khamir masih melebihi batas yang ditetapkan. Formulasi P1 berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis mangrove dengan perbaikan pada pengendalian proses pascapanen dan stabilitas mikrobiologis produk.</p></sec></body><back><ack><title>UCAPAN TERIMA KASIH</title><p>Penulis, Sulfiana selaku ketua penerima Hibah mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan melalui Hibah Riset Penelitian Tahun 2025 dengan Nomor Kontrak: 143/ KTK/II.3.AU/J/2025, sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penelitian hingga penyusunan artikel ini.</p></ack><ref-list><title>DAFTAR PUSTAKA</title><ref id="BIBR-1"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Metabolomic profiling of jeruju (Acanthus ilicifolius) leaf extract with antioxidant and antibacterial activity on Aeromonas hydrophila growth</article-title><source>Journal of Applied Pharmaceutical Science</source><volume>12</volume><issue>8</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Aisiah</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Rini</surname><given-names>R.K.</given-names></name><name><surname>Tanod</surname><given-names>W.A.</given-names></name><name><surname>Fatmawati</surname><given-names>F.</given-names></name><name><surname>Fauzana</surname><given-names>N.A.</given-names></name><name><surname>Olga</surname><given-names>O.</given-names></name><name><surname>Riyadi</surname><given-names>P.H.</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>057</fpage><lpage>069</lpage><page-range>057-069</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.7324/JAPS.2022.120807</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-2"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Comparative study of heavy metals in selected mangroves of Sundarban ecosystem</article-title><source>Journal of Environmental Biology</source><volume>33</volume><issue>6</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Akhand</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Chanda</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Dutta</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Hazra</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Sanyal</surname><given-names>P.</given-names></name></person-group><year>2012</year><fpage>1045</fpage><lpage>1049</lpage><page-range>1045-1049</page-range><ext-link xlink:href="https://pubmed.ncbi.nlm.nih" ext-link-type="uri" xlink:title="Website link">Website link</ext-link></element-citation></ref><ref id="BIBR-3"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Efect of dried Eucheuma cottonii stored in seaweed storage device on its quality</article-title><source>Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada</source><volume>23</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Al Wazzan</surname><given-names>I.M.</given-names></name><name><surname>Wullandari</surname><given-names>P.</given-names></name><name><surname>Fauzi</surname><given-names>A.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>137</fpage><lpage>140</lpage><page-range>137-140</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.22146/jfs.66232</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-4"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Heavy metal bioaccumulation in mangrove ecosystem at the coral triangle ecoregion, Southeast Sulawesi, Indonesia</article-title><source>Marine Pollution Bulletin</source><volume>125</volume><issue>1–2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Analuddin</surname><given-names>K.</given-names></name><name><surname>Sharma</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Septiana</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Sahidin</surname><given-names>I.</given-names></name><name><surname>Rianse</surname><given-names>U.</given-names></name><name><surname>Nadaoka</surname><given-names>K.</given-names></name></person-group><year>2017</year><fpage>472</fpage><lpage>480</lpage><page-range>472-480</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.marpolbul.2017.07.065</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-5"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Identification of compounds and antimicrobial activity of methanolic extract from Acanthus ilicifolius L</article-title><source>Biodiversitas</source><volume>21</volume><issue>11</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Andriani</surname><given-names>D.</given-names></name><name><surname>Muthmainnah</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Hidayati</surname><given-names>R.</given-names></name></person-group><year>2020</year><fpage>5227</fpage><lpage>5233</lpage><page-range>5227-5233</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-6"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Indonesian mangrove Sonneratia caseolaris leaves ethanol extract is a potential super antioxidant and anti-MRSA drug</article-title><source>Molecules</source><volume>27</volume><issue>23</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Audah</surname><given-names>K.A.</given-names></name><name><surname>Ettin</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Darmadi</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Azizah</surname><given-names>N.N.</given-names></name><name><surname>Anisa</surname><given-names>A.S.</given-names></name><name><surname>Hermawan</surname><given-names>T.D.F.</given-names></name><name><surname>Tjampakasari</surname><given-names>C.R.</given-names></name><name><surname>Heryanto</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Ismail</surname><given-names>I.S.</given-names></name><name><surname>Batubara</surname><given-names>I.</given-names></name></person-group><year>2022</year><page-range>8369</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/molecules27238369</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-7"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Morphological and mechanical characterization of filmsincorporating porphyran</article-title><source>Coatings</source><volume>12</volume><issue>11</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Baptista</surname><given-names>R.S.</given-names></name><name><surname>Teles</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Adão</surname><given-names>P.</given-names></name><name><surname>Afonso</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Bernardino</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Bernardino</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Ferro</surname><given-names>A.C.</given-names></name><name><surname>Elias</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Guedes</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2022</year><page-range>1720</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/coatings12111720</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-8"><element-citation publication-type="book"><article-title>SNI 7354.5:2011. Cara uji kimia-bagian 5: penentuan kadar logam berat rimbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada produk perikanan</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2011</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-9"><element-citation publication-type="book"><article-title>SNI 2332.1:2015. Cara uji mikrobiologibagian 1: penentuan koliform dan Escherichia coli pada produk perikanan</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2015</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-10"><element-citation publication-type="book"><article-title>SNI 2332.3:2015. Cara uji mikrobiologibagian 3: penentuan angka lempeng total (ALT) pada produk perikanan</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2015</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-11"><element-citation publication-type="book"><article-title>SNI 2332.7:2015. Cara uji mikrobiologibagian 7: perhitungan kapang dan khamir pada produk perikanan</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2015</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-12"><element-citation publication-type="book"><article-title>SNI 2346:2015. Pedoman pengujian sensori pada produk perikanan</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2015</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-13"><element-citation publication-type="book"><article-title>SNI 2354.6:2016. Cara uji kimia-bagian 6: penentuan kadar logam berat merkuri (Hg) pada produk perikanan</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2016</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-14"><element-citation publication-type="book"><article-title>SNI 7354.15:2017. Cara uji kimiabagian 15: penentuan arsen (As) total pada produk perikanan</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2017</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-15"><element-citation publication-type="journal"><source>SNI</source><volume>9105</volume><issue>2022</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nasional</surname><given-names>B.S.N.] Badan Standardisasi</given-names></name></person-group><year>2022</year><publisher-name>Badan Standardisasi Nasional</publisher-name><publisher-loc>Nori. Jakarta</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-16"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Phosphorus mediation of cadmium stress in two mangrove seedlings Avicennia marina and Kandelia obovata difering in cadmium accumulation</article-title><source>Ecotoxicology and Environmental Safety</source><volume>139</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Dai</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Lu</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Liu</surname><given-names>W.</given-names></name><name><surname>Jia</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Hong</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Liu</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Yan</surname><given-names>C.</given-names></name></person-group><year>2017</year><fpage>272</fpage><lpage>279</lpage><page-range>272-279</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.ecoenv.2017.01.017</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-17"><element-citation publication-type="journal"><article-title>antibakteri ekstrak etanol daun daruju (Acanthus ilicifolius Linn) terhadap Escherichia coli</article-title><source>Journal of Comprehensive Science (JCS</source><volume>4</volume><issue>3</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Firdaus</surname><given-names>N.A.</given-names></name><name><surname>Widiyantoro</surname><given-names>A.</given-names></name></person-group><year>2025</year><pub-id pub-id-type="doi">10.59188/jcs.v4i3.3070</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-18"><element-citation publication-type="book"><article-title>Hijiki seaweed and inorganic arsenic-risk statement</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Zealand</surname><given-names>F.S.A.N.Z.] Food Standards Australia New</given-names></name></person-group><year>2013</year><publisher-name>Food Standards Australia New Zealand</publisher-name><publisher-loc>Canberra</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-19"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Biodiversity and its conservation in the Sundarbans mangrove ecosystem</article-title><source>Aquatic Sciences</source><volume>68</volume><issue>3</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Gopal</surname><given-names>B.</given-names></name><name><surname>Chauhan</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2006</year><fpage>338</fpage><lpage>354</lpage><page-range>338-354</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s00027-006-0868-8</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-20"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Adaptive pattern of mangrove species and the mangrove landscaping in the heavy metal polluted area of Eastern Segara Anakan Lagoon, Indonesia</article-title><source>Biodiversitas Journal of Biological Diversity</source><volume>24</volume><issue>5</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Hilmi</surname><given-names>E.</given-names></name><name><surname>Prayogo</surname><given-names>N.A.</given-names></name><name><surname>Junaidi</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Mahdiana</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Fikriyya</surname><given-names>N.</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>2927</fpage><lpage>2937</lpage><page-range>2927-2937</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.13057/biodiv/d240548</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-21"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Usability of mangrove plant leaves as tea materials: a comparison study on phenolic content and antioxidant capacities with commercial teas</article-title><source>Biocatalysis and Agricultural Biotechnology</source><volume>40</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Hinokidani</surname><given-names>K.</given-names></name><name><surname>Aoki</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Inoue</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Irie</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Nakanishi</surname><given-names>Y.</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>102</fpage><lpage>307</lpage><page-range>102-307</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.bcab.2022.102307</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-22"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Total arsenic, mercury, lead, and cadmium contents in edible dried seaweed in Korea</article-title><source>Food Additives and Contaminants: Part B</source><volume>3</volume><issue>1</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Hwang</surname><given-names>Y.O.</given-names></name><name><surname>Park</surname><given-names>S.G.</given-names></name><name><surname>Park</surname><given-names>G.Y.</given-names></name><name><surname>Choi</surname><given-names>S.M.</given-names></name><name><surname>Kim</surname><given-names>M.Y.</given-names></name></person-group><year>2010</year><fpage>7</fpage><lpage>13</lpage><page-range>7-13</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1080/19440040903532079</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-23"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Evaluation of microbial quality of dried foods stored at diferent relative humidity and temperature, and efect of packaging methods</article-title><source>Journal of Food Safety</source><volume>38</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Hyun</surname><given-names>J.E.</given-names></name><name><surname>Kim</surname><given-names>J.H.</given-names></name><name><surname>Choi</surname><given-names>Y.S.</given-names></name><name><surname>Kim</surname><given-names>E.M.</given-names></name><name><surname>Kim</surname><given-names>J.C.</given-names></name><name><surname>Lee</surname><given-names>S.Y.</given-names></name></person-group><year>2018</year><fpage>1</fpage><lpage>9</lpage><page-range>1-9</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1111/jfs.12433</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-24"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Speciation changes of cadmium in mangrove (Kandelia candel (L.))rhizosphere sediments</article-title><source>Bulletin of Environmental contamination and Toxicology</source><volume>80</volume><issue>3</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Jingchun</surname><given-names>L.</given-names></name><name><surname>Chongling</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Ruifeng</surname><given-names>Z.</given-names></name><name><surname>Haoliang</surname><given-names>L.</given-names></name><name><surname>Guangqiu</surname><given-names>Q.</given-names></name></person-group><year>2008</year><fpage>231</fpage><lpage>236</lpage><page-range>231-236</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s00128-007-9351-z</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-25"><element-citation publication-type="journal"><article-title>The potential of Sonneratia caseolaris mangrove leaves extract as a bioactive food ingredient using various water extract</article-title><source>F1000Research</source><volume>13</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Kartikaningsih</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Fitriana</surname><given-names>N.</given-names></name><name><surname>Anggraeni</surname><given-names>I.L.</given-names></name><name><surname>Semedi</surname><given-names>B.</given-names></name><name><surname>Koentjoro</surname><given-names>M.P.</given-names></name></person-group><year>2025</year><page-range>249</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.12688/f1000research.143708.4</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-26"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Biology of mangroves and mangrove ecosystems</article-title><source>Advances in Marine Biology</source><volume>40</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Kathiresan</surname><given-names>K.</given-names></name><name><surname>Bingham</surname><given-names>B.L.</given-names></name></person-group><year>2001</year><fpage>81</fpage><lpage>251</lpage><page-range>81-251</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/S0065-2881(01)40003-4</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-27"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Carrageenans as a new source of drugs with metal binding properties</article-title><source>Marine Drugs</source><volume>8</volume><issue>4</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Khotimchenko</surname><given-names>Y.S.</given-names></name><name><surname>Khozhaenko</surname><given-names>E.V.</given-names></name><name><surname>Khotimchenko</surname><given-names>M.Y.</given-names></name><name><surname>Kolenchenko</surname><given-names>E.A.</given-names></name><name><surname>Kovalev</surname><given-names>V.V.</given-names></name></person-group><year>2010</year><fpage>1106</fpage><lpage>11211033908041106</lpage><page-range>1106-11211033908041106</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-28"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Monitoring arsenic species content in seaweeds produced of the Southern Coast of Korea and its risk assessment</article-title><source>Environments</source><volume>7</volume><issue>9</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Kim</surname><given-names>M.H.</given-names></name><name><surname>Kim</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Noh</surname><given-names>C.-H.</given-names></name><name><surname>Choi</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Joo</surname><given-names>Y.-S.</given-names></name><name><surname>Lee</surname><given-names>K.-W.</given-names></name></person-group><year>2020</year><page-range>68</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/environments7090068</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-29"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Oxidative stress, leaf photosynthetic capacity and dry matter content in young mangrove plant Rhizophora mucronata Lam. under prolonged submergence and soil water stress</article-title><source>Physiology and Molecular Biology of Plants</source><volume>26</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Kodikara</surname><given-names>A.S.S.</given-names></name><name><surname>Pathmasiri</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Irfan</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Pullukuttige</surname><given-names>J.L.</given-names></name><name><surname>Madarasinghe</surname><given-names>S.K.</given-names></name><name><surname>Dahdouh-Guebas</surname><given-names>F.</given-names></name><name><surname>Koedam</surname><given-names>N.</given-names></name></person-group><year>2020</year><fpage>1609</fpage><lpage>1622</lpage><page-range>1609-1622</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s12298-020-00843-w</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-30"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Comparison of heavy metals and arsenic species in seaweeds collected from diferent regions in Korea</article-title><source>Applied Sciences</source><volume>12</volume><issue>14</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Lee</surname><given-names>K.J.</given-names></name><name><surname>Kang</surname><given-names>E.H.</given-names></name><name><surname>Yoon</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Jo</surname><given-names>M.R.</given-names></name><name><surname>Yu</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Son</surname><given-names>K.T.</given-names></name><name><surname>Jeong</surname><given-names>S.H.</given-names></name><name><surname>Kim</surname><given-names>J.H.</given-names></name></person-group><year>2022</year><page-range>7000</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/app12147000</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-31"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Microbiological food safety of seaweeds</article-title><source>Foods</source><volume>10</volume><issue>11</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Lovdal</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Lunestad</surname><given-names>B.T.</given-names></name><name><surname>Myrmel</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Rosnes</surname><given-names>J.T.</given-names></name><name><surname>Skipnes</surname><given-names>D.</given-names></name></person-group><year>2021</year><page-range>2719</page-range><publisher-loc>Basel, Switzerland</publisher-loc><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/foods10112719</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-32"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Potensi ekstrak daun mangrove (Sonneratia alba) sebagai antibakteri terhadap Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli</article-title><source>Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan</source><volume>7</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Manuhuttu</surname><given-names>D.</given-names></name><name><surname>Saimima</surname><given-names>N.A.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>71</fpage><lpage>79</lpage><page-range>71-79</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.30598/biopendixvol7issue2page71-79</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-33"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Microbiological contamination of ready-to-eat algae and evaluation of Bacillus cereus behavior by microbiological challenge test</article-title><source>Journal of Food Protection</source><volume>84</volume><issue>7</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Martelli</surname><given-names>F.</given-names></name><name><surname>Marrella</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Lazzi</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Neviani</surname><given-names>E.</given-names></name><name><surname>Bernini</surname><given-names>V.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>1275</fpage><lpage>1280</lpage><page-range>1275-1280</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.4315/jfp-20-407</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-34"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Distribution and assessment of mercury (Hg) in surface sediments of Futian mangrove forest, China</article-title><source>Environmental Geochemistry and Health</source><volume>41</volume><issue>1</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Niu</surname><given-names>Z.</given-names></name><name><surname>Cao</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Zhao</surname><given-names>W.</given-names></name><name><surname>Li</surname><given-names>R.</given-names></name></person-group><year>2019</year><fpage>125</fpage><lpage>134</lpage><page-range>125-134</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s10653-018-0151-7</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-35"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Antibacterial and antifungal activity of the extracts of diferent parts of Avicennia marina (Forssk.) Vierh</article-title><source>Plants</source><volume>10</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Okla</surname><given-names>M.K.</given-names></name><name><surname>Alatar</surname><given-names>A.A.</given-names></name><name><surname>Al-amri</surname><given-names>S.S.</given-names></name><name><surname>Soufan</surname><given-names>W.H.</given-names></name><name><surname>Ahmad</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Abdel-Maksoud</surname><given-names>M.A.</given-names></name></person-group><year>2021</year><page-range>252</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/plants10020252</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-36"><element-citation publication-type="journal"><article-title>A study of acceptance toward moringa</article-title><source>International Journal of Technical Vocational and Engineering</source><volume>5</volume><issue>1</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Palal</surname><given-names>N.H.</given-names></name><name><surname>Hairul</surname><given-names>N.H.N.</given-names></name><name><surname>Abidin</surname><given-names>M.H.S.Z.</given-names></name></person-group><year>2024</year><fpage>231</fpage><lpage>236</lpage><page-range>231-236</page-range><ext-link xlink:href="https://journal.pktm.com" ext-link-type="uri" xlink:title="Website link">Website link</ext-link></element-citation></ref><ref id="BIBR-37"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Karakteristik fisika dan kimia nori rumput laut dengan penambahan surimi ikan kurisi (Nemipterus nematophorus</article-title><source>Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan</source><volume>5</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Pamungkas</surname><given-names>R.A.P.</given-names></name><name><surname>Swastawati</surname><given-names>F.</given-names></name><name><surname>Purnamayati</surname><given-names>L.</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>111</fpage><lpage>120</lpage><page-range>111-120</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.14710/jitpi.2023.15035</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-38"><element-citation publication-type="journal"><article-title>opposing efects of the flavonoids isoquercitrin and sissotrin, isolated from Pterospartum tridentatum, on oral glucose tolerance in rats</article-title><source>Phytotherapy Research</source><volume>22</volume><issue>4</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Paulo</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Martins</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Branco</surname><given-names>P.</given-names></name><name><surname>Dias</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Borges</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Rodrigues</surname><given-names>A.I.</given-names></name><name><surname>Costa</surname><given-names>M.D.C.</given-names></name><name><surname>Teixeira</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Mota-Filipe</surname><given-names>H.</given-names></name></person-group><year>2008</year><fpage>539</fpage><lpage>543</lpage><page-range>539-543</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1002/ptr.2403</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-39"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Evidence for the formation of maillardized insoluble dietary fiber in bread: a specific kind of dietary fiber in thermally processed food</article-title><source>Food Research International</source><volume>55</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Pérez-Jiménez</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Díaz-Rubio</surname><given-names>M.E.</given-names></name><name><surname>Mesías</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Morales</surname><given-names>F.J.</given-names></name><name><surname>Saura-Calixto</surname><given-names>F.</given-names></name></person-group><year>2014</year><fpage>391</fpage><lpage>396</lpage><page-range>391-396</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.foodres.2013.11.031</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-40"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Pengaruh konsentrasi bahan pengikat terhadap nilai rendemen, kadar air, aktivitas air dan warna pada nori artifisial daun cincau</article-title><source>Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan</source><volume>11</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Prabaningrum</surname><given-names>S.D.</given-names></name><name><surname>Bintoro</surname><given-names>V.P.</given-names></name><name><surname>Abduh</surname><given-names>S.B.M.</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>47</fpage><lpage>52</lpage><page-range>47-52</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.17728/jatp.14367</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-41"><element-citation publication-type="book"><article-title>Chemistry and biological activities of Acanthus ilicifolius</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Purwanto</surname><given-names>P.</given-names></name><name><surname>Irianto</surname><given-names>I.D.K.</given-names></name><name><surname>Wahyuni</surname><given-names>T.S.</given-names></name><name><surname>Zakaria</surname><given-names>Z.A.</given-names></name></person-group><person-group person-group-type="editor"><name><surname>Murthy</surname><given-names>H.N.</given-names></name></person-group><year>2026</year><publisher-name>Springer</publisher-name></element-citation></ref><ref id="BIBR-42"><element-citation publication-type="journal"><article-title>A comparative study of the oxidative stability and the formation of monochloropropanediol esters (MCPDE) and glycidyl esters (GE) between physically and chemically refined palm olein during repeated deepfrying</article-title><source>Food Control</source><volume>150</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Quek</surname><given-names>W.P.</given-names></name><name><surname>Ong</surname><given-names>Y.H.</given-names></name><name><surname>Yap</surname><given-names>M.K.K.</given-names></name><name><surname>Lee</surname><given-names>Y.Y.</given-names></name><name><surname>Ab Karim</surname><given-names>N.A.</given-names></name><name><surname>Chan</surname><given-names>E.S.</given-names></name></person-group><year>2023</year><page-range>109737</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.foodcont.2023.109737</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-43"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Accumulation, distribution and toxicological efects induced by cadmium on the development of mangrove plant Kandelia candel (L</article-title><source>Contemporary Problems of Ecology</source><volume>4</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Rahman</surname><given-names>M.M.</given-names></name><name><surname>Rahman</surname><given-names>M.M.</given-names></name><name><surname>Chongling</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Islam</surname><given-names>K.S.</given-names></name></person-group><year>2011</year><fpage>133</fpage><lpage>139</lpage><page-range>133-139</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1134/S1995425511020032</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-44"><element-citation publication-type="conf-paper"><article-title>Using fermentation liquid from mangrove leaves Avicennia marina in combination with temperature onseaweed Kappaphycus alvarezii</article-title><source>in controlled media [Conference session]. 4th Borobudur International Symposium on Science and Technology 2022 (BIS-STE 2022</source><person-group person-group-type="author"><name><surname>Rahman</surname><given-names>S.A.</given-names></name><name><surname>Sangkia</surname><given-names>F.D.</given-names></name><name><surname>Larekeng</surname><given-names>F.A.</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>875</fpage><lpage>885</lpage><page-range>875-885</page-range><publisher-name>Atlantis Press</publisher-name><pub-id pub-id-type="doi">10.2991/978-94-6463-284-2</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-45"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Characteristics of nori moringa leaves with suweg (Amorphophallus campanulatus) starch addition</article-title><source>Agritech</source><volume>43</volume><issue>4</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Rahmawati</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Mu’awwinatun</surname><given-names>N.</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>364</fpage><lpage>372</lpage><page-range>364-372</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.22146/agritech.68612</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-46"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Meta-analysis on the efect of ingredients on chemical quality of nori-like product</article-title><source>Coastal and Ocean Journal (COJ</source><volume>6</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Ramadhan</surname><given-names>W.</given-names></name><name><surname>Khoirunnisa</surname><given-names>Z.</given-names></name><name><surname>Uju</surname><given-names>Tarman</given-names></name><name><surname>K.</surname><given-names>Oktaviarty</given-names></name><name><surname>V.</surname></name><name name-style="given-only"><given-names>Meydia</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>63</fpage><lpage>72</lpage><page-range>63-72</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.29244/coj.v6i2.44813</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-47"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Identification of pigment profiles and antioxidant activity of Rhizophora mucronata mangrove leaves origin Lembeh, North Sulawesi, Indonesia</article-title><source>Biodiversitas</source><volume>22</volume><issue>7</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Rumengan</surname><given-names>A.P.</given-names></name><name><surname>Mandiangan</surname><given-names>E.S.</given-names></name><name><surname>Tanod</surname><given-names>W.A.</given-names></name><name><surname>Paransa</surname><given-names>D.S.J.</given-names></name><name><surname>Paruntu</surname><given-names>C.P.</given-names></name><name><surname>Mantiri</surname><given-names>D.M.H.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>2805</fpage><lpage>2816</lpage><page-range>2805-2816</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.13057/biodiv/d220730</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-48"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Phytochemical and antibacterial efects of leaf extract from mangrove plant (Avicennia marina) on Vibrio parahaemolyticus in shrimps</article-title><source>World’s Veterinary Journal</source><volume>12</volume><issue>3</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Salim</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Indarjo</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Prakoso</surname><given-names>L.Y.</given-names></name><name><surname>Hartati</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Daengs</surname><given-names>A.G.S.</given-names></name><name><surname>Aslan</surname><given-names>L.O.M.</given-names></name><name><surname>Ransangan</surname><given-names>J.</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>260</fpage><lpage>265</lpage><page-range>260-265</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.54203/scil.2022</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-49"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Acanthus ilicifolius L. a promising candidate for phytostabilization of zinc</article-title><source>Environmental Monitoring and Assessment</source><volume>189</volume><issue>282</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Shackira</surname><given-names>A.M.</given-names></name><name><surname>Puthur</surname><given-names>J.T.</given-names></name><name><surname>Nabeesa</surname><given-names>S.E.</given-names></name></person-group><year>2017</year><pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s10661-017-6001-8</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-50"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Phytochemical and pharmacological potential of Acanthus ilicifolius</article-title><source>J Pharm Bioallied Sci</source><volume>5</volume><issue>1</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Singh</surname><given-names>D.</given-names></name><name><surname>Aeri</surname><given-names>V.</given-names></name></person-group><year>2013</year><fpage>17</fpage><lpage>20</lpage><page-range>17-20</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.4103/0975-7406.106557</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-51"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Characteristics of nori-like product prepared from seaweeds growing in Indonesia</article-title><source>Journal of Aquatic Food Product Technology</source><volume>31</volume><issue>6</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Sinurat</surname><given-names>E.</given-names></name><name><surname>Fransiska</surname><given-names>D.</given-names></name><name><surname>Utomo</surname><given-names>B.S.</given-names></name><name><surname>B.</surname><given-names>Subaryono</given-names></name><name><surname>Nurhayati.</surname></name><name name-style="given-only"><given-names>Sihono</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>525</fpage><lpage>535</lpage><page-range>525-535</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1080/10498850.2022.2077677</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-52"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Bioaccumulation of heavy metals by Acanthus ilicifolius in mangrove ecosystems</article-title><source>Emerging Science Journal</source><volume>9</volume><issue>1</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Siregar</surname><given-names>E.S.</given-names></name><name><surname>Sitorus</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Manurung</surname><given-names>D.</given-names></name></person-group><year>2025</year><fpage>51</fpage><lpage>60</lpage><page-range>51-60</page-range><ext-link xlink:href="https://ijournalse.org/index" ext-link-type="uri" xlink:title="Index">Index</ext-link></element-citation></ref><ref id="BIBR-53"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Anti-pathogenicity of Acanthus ilicifolius leaf extracts against A. hydrophila infection in Labeo rohita fingerlings</article-title><source>AMB Express</source><volume>13</volume><issue>1</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Sravya</surname><given-names>M.V.N.</given-names></name><name><surname>Simhachalam</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Kumar</surname><given-names>N.S.S.</given-names></name><name><surname>Govindarao</surname><given-names>K.</given-names></name><name><surname>Sandeep</surname><given-names>T.R.</given-names></name><name><surname>Divya</surname><given-names>D.</given-names></name></person-group><year>2023</year><page-range>86</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1186/s13568-023-01595-y</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-54"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan dalam pengembangan nori dari daun mangrove jeruju (Acanthus ilicifolius L</article-title><source>Journal Galung Tropika</source><volume>14</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Sulfiana.</surname><given-names>Hardianti F.</given-names></name><name><surname>Tanasali</surname><given-names>F.</given-names></name><name><surname>Ghela</surname><given-names>M.M.</given-names></name><name><surname>Kelibay</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Muslimin</surname><given-names>I.</given-names></name></person-group><year>2025</year><fpage>174</fpage><lpage>183</lpage><page-range>174-183</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.31850/jgt.v14i2.1366</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-55"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Accumulation and phytoremediation potentiality of trace and heavy metals in some selected aquatic plants from a highly urbanized subtropical estuary</article-title><source>Journal of Marine Science and Engineering</source><volume>12</volume><issue>7</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Tanjin</surname><given-names>F.</given-names></name><name><surname>Rahman</surname><given-names>M.M.</given-names></name><name><surname>Jolly</surname><given-names>Y.N.</given-names></name><name><surname>Riya</surname><given-names>K.K.</given-names></name><name><surname>Akter</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Albeshr</surname><given-names>M.F.</given-names></name><name><surname>Arai</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Yu</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Hossain</surname><given-names>M.B.</given-names></name></person-group><year>2024</year><fpage>11</fpage><lpage>31</lpage><page-range>11-31</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/jmse12071131</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-56"><element-citation publication-type="book"><article-title>The botany of mangroves</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Tomlinson</surname><given-names>P.B.</given-names></name></person-group><year>2016</year><publisher-name>Cambridge University Press</publisher-name></element-citation></ref><ref id="BIBR-57"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Acanthus ilicifolius L:a medicinal plant of mangroves</article-title><source>Medicinal Acanthaceae of India</source><volume>1</volume><issue>15</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Tripathi</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Behera</surname><given-names>B.</given-names></name><name><surname>Marndi</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Hossain</surname><given-names>E.</given-names></name><name><surname>Kumar</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Panda</surname><given-names>A.</given-names></name></person-group><year>2024</year><fpage>15</fpage><lpage>22</lpage><page-range>15-22</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.5281/zenodo.14208234</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-58"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Karakteristik nori dari campuran rumput laut Ulva lactuca dan Gelidium sp.: characteristic of nori from combination of Ulva lactuca and gelidium seaweed</article-title><source>Jurnal PengolahanHasil Perikanan Indonesia</source><volume>23</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Valentine</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Sumardianto</surname></name><name><surname>Wijayanti</surname><given-names>I.</given-names></name></person-group><year>2020</year><fpage>295</fpage><lpage>302</lpage><page-range>295-302</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.17844/jphpi.v23i2.32340</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-59"><element-citation publication-type="journal"><article-title>A comparison of palladium sorption using polyethylenimine impregnated alginate-based and carrageenan-based algal beads</article-title><source>Applied Sciences</source><volume>8</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Wang</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Vincent</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Faur</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Guibal</surname><given-names>E.</given-names></name></person-group><year>2018</year><page-range>264</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3390/app8020264</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-60"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Distribution of mercury in sediments, plant and animal tissues in Matang Mangrove Forest Reserve, Malaysia</article-title><source>Journal of Hazardous Materials</source><volume>387</volume><issue>5</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Wolswijk</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Satyanarayana</surname><given-names>B.</given-names></name><name><surname>Siau</surname><given-names>Y.F.</given-names></name><name><surname>Ali</surname><given-names>A.N.B.</given-names></name><name><surname>Saliu</surname><given-names>I.S.</given-names></name><name><surname>Fisol</surname><given-names>M.A.B.</given-names></name><name><surname>Gonnelli</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Dahdouh-Guebas</surname><given-names>F.</given-names></name></person-group><year>2020</year><page-range>121665</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.jhazmat.2019.121665</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-61"><element-citation publication-type="book"><article-title>Color analysis</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Wrolstad</surname><given-names>R.E.</given-names></name><name><surname>Smith</surname><given-names>D.E.</given-names></name></person-group><person-group person-group-type="editor"><name><surname>Nielsen</surname><given-names>S.S.</given-names></name></person-group><year>2017</year><publisher-name>Springer</publisher-name><publisher-loc>Cham</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-62"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Comparative analysis of flavonoids, polyphenols and volatiles in roots, stems and leaves of five mangroves</article-title><source>PeerJ</source><volume>11</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Wu</surname><given-names>Z.</given-names></name><name><surname>Shang</surname><given-names>X.</given-names></name><name><surname>Liu</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Xie</surname><given-names>Y.</given-names></name></person-group><year>2023</year><page-range>15529</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.7717/peerj.15529</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-63"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Acanthus ilicifolius leaf extract potential as an alternative functional food beverage</article-title><source>Jurnal Pijar MIPA</source><volume>19</volume><issue>2</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Wulansari</surname><given-names>N.T.</given-names></name><name><surname>Padmiswari</surname><given-names>A.A.I.M.</given-names></name><name><surname>Harditya</surname><given-names>K.B.</given-names></name><name><surname>Sintyadewi</surname><given-names>P.R.</given-names></name></person-group><year>2024</year><fpage>331</fpage><lpage>336</lpage><page-range>331-336</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.29303/jpm.v19i2.6590</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-64"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Mineral status of soil, sea water, and mangrove (Avicennia marina) forages in several coastal areas of West Sumatra</article-title><source>Veterinary world</source><volume>14</volume><issue>6</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Yanti</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Jamarun</surname><given-names>N.</given-names></name><name><surname>Suyitman</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Satria</surname><given-names>B.</given-names></name><name><surname>Sari</surname><given-names>R.W.W.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>1594</fpage><lpage>1601</lpage><page-range>1594-1601</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.14202/vetworld.2021.1594-1601</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-65"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Survey of arsenic content in edible seaweeds and their health risk assessment</article-title><source>Food and Chemical Toxicology</source><volume>187</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Yu</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Morales-Rodriguez</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Zhou</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Barrón</surname><given-names>D.</given-names></name><name><surname>Sahuquillo</surname><given-names>À.</given-names></name><name><surname>López-Sánchez</surname><given-names>J.F.</given-names></name></person-group><year>2024</year><fpage>1</fpage><lpage>9</lpage><page-range>1-9</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.fct.2024.114603</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-66"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Diversity of fungal species and decomposition of Rhizophora mucronata leaf litter in the Deli Belawan River Estuary, North Sumatra, Indonesia</article-title><source>Biodiversitas</source><volume>26</volume><issue>4</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Yunasfi</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Lubis</surname><given-names>S.R.</given-names></name><name><surname>Utomo</surname><given-names>B.</given-names></name><name><surname>Dalimunthe</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Sihotang</surname><given-names>V.M.</given-names></name><name><surname>Sembiring</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Sitepu</surname><given-names>G.A.</given-names></name><name><surname>Purba</surname><given-names>J.G.M.</given-names></name><name><surname>Silalahi</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Susetya</surname><given-names>I.E.</given-names></name><name><surname>Fadhilah</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Noer</surname><given-names>Z.</given-names></name></person-group><year>2025</year><fpage>1631</fpage><lpage>1640</lpage><page-range>1631-1640</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.13057/biodiv/d260414</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-67"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Pengaruh formula daun jeruju (Acanthus ilicifolius) dan rumput laut Eucheuma cottonii terhadap kualitas nori-like sheets</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Zein</surname><given-names>F.F.</given-names></name></person-group><year>2021</year><publisher-name>Universitas Brawijaya</publisher-name></element-citation></ref><ref id="BIBR-68"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Antiinflammatory and antioxidant activities of acteoside from Acanthus ilicifolius var. xiamenensis</article-title><source>Applied Biological Chemistry</source><volume>65</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Zhang</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Chen</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Zhou</surname><given-names>Y.</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>95</fpage><lpage>104</lpage><page-range>95-104</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1186/s13765-022-00695-w</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-69"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Estimation of chlorophyll content in intertidal mangrove leaves with diferent thicknesses using hyperspectral data</article-title><source>Ecological Indicators</source><volume>106</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Zhao</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Yan</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Lu</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Wang</surname><given-names>P.</given-names></name><name><surname>Qiu</surname><given-names>G.Y.</given-names></name><name><surname>Li</surname><given-names>R.</given-names></name></person-group><year>2019</year><fpage>105</fpage><lpage>111</lpage><page-range>105-111</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.ecolind.2019.105511</pub-id></element-citation></ref></ref-list></back></article>