Analisis Spasial-temporal Titik Panas dan PM2.5 di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan
Abstrak
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas udara melalui peningkatan konsentrasi PM2.5. Penelitian ini menganalisis pola spasial-temporal sebaran titik panas dan estimasi konsentrasi PM2.5 di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan selama Agustus–Oktober 2023. Data titik panas MODIS dianalisis menggunakan algoritma ST-DBSCAN dengan pengaturan parameter jarak spasial, jarak temporal, dan jumlah minimum titik untuk mengidentifikasi klaster kebakaran. Estimasi PM2.5 diperoleh dari konversi Aerosol Optical Depth (AOD) MODIS menggunakan model empiris. Hasil menunjukkan bahwa ST-DBSCAN efektif dalam mengidentifikasi klaster titik panas, dengan kepadatan klaster tertinggi teramati di Provinsi Sumatera Selatan. Rata-rata estimasi PM2.5 tercatat sebesar 50,51 µg/m³ di Provinsi Riau, 48,16 µg/m³ di Provinsi Jambi, dan 41,59 µg/m³ di Provinsi Sumatera Selatan. Konsentrasi PM2.5 tertinggi terjadi di Provinsi Riau pada bulan Oktober dan melampaui ambang batas pedoman kualitas udara WHO. Temuan ini menegaskan adanya keterkaitan kuat antara dinamika spasial-temporal karhutla dan peningkatan polusi udara, serta menunjukkan potensi pendekatan ini dalam mendukung analisis risiko lingkungan dan kesehatan.
Artikel teks lengkap
Penulis
Hak Cipta (c) 2025 Yasmin Lukman, Imas Sukaesih Sitanggang, Medria Kusuma Dewi Hardhienata

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.