Main Article Content

Abstract

Studi ethnobotani. khususnya hubungan antara penduduk dengan hutan telah dilakukan di Amarasi, Kabupaten Kupang; Mollo dan Amanatun.Kabupaten Tinior Tengah Selatan. Penduduk desa umulnnya adalah suku Dawan. Rumah-rumah di lokasi menipunyai pekarangan dan berdekatan. Desadesa
ini biasanya dikelilingi oleh kebun, ladang, dan hutan pada batas luarnya. Pemahaman penduduk tentang lingkungan dan konservasinya telah ada dan dilakukan secara baik sejak dahulu. Penduduk memanfaatkan hutan sebagai sumber untuk obat-obatan tradisional, pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti kayu bakar, makanan ternak dan kayu bangunan. Mereka niengambil tun~buhanu ntuk obat tradisional. daun dan kulit kayu merupakan bagian yang paling
banyak digunakan kenludian getah, akar dan kayu. Untuk kayu bakar adalah jenis pohon yang dianggap tidak berguna untuk penggunaan lain, sedangkan jenis pohon untuk kayu bangurlan lebih spesifik dibandingkan untuk penggunaan kayu bakar. Anggota suku Leguminosae dan Meliaceae digunakan secara luas dala~np embangunan rumah, demikian juga gewang (Corypha rrtan) yang daunnya digunakan untuk atap rumah. Makanan ternak yang penting adalah kabesak (Acacia leucophloea), gala-gala (Sesbania grandiflora) dan petis (Leucaena leucochephala)"

Article Details

How to Cite
[1]
PulunggonoH.B. 1. Ethonobotany of People Live in Amarasi of Kupang, Mollo and Amanatun of South Central Timor, West Timor, Indonesia. Media Konservasi. 6, 1 (1). DOI:https://doi.org/10.29244/medkon.6.1.%p.