APLIKASI TEKNOLOGI AERASI DAN BIOEKONOMI PADA TRANSPORTASI BENUR UDANG VANAME LITOPENAEUS VANNAMEI JARAK PENDEK DENGAN KEPADATAN BERBEDA

Application of Aeration Technology and Bioeconomics on Short Distance Transport of Postlarvae Shrimp Litopenaeus vannamei Transportation in Different Density

  • Henry Kasmanhadi Saputra Sekolah Vokasi, IPB University
  • Muhammad Subhan Hamka Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu
  • Lily Susanti Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia, Jakarta
  • Rahma Mulyani Program Studi Budi Daya Ikan, Fakultas Perikanan, Universitas PGRI Palembang, Palembang, Sumatera Selatan
  • Agus Dwiarto PT Nanobubble Karya Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Hilman Syaeful Alam Balai Pengembangan Instrumentasi, Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Keywords: Aeration, Technology, Bioeconomy, Different, Densities, Bioekonomi, Kepadatan, Berbeda, Tekonologi, Aerasi

Abstract

ABSTRACT
Density in shrimp farming is closely related to the dissolved oxygen needs, this can be overcome one of them through aeration technology to increase dissolved oxygen in the waters. Economic activities in the form of shrimp benur packaging is also an important thing because the safety of benur to consumers becomes a benchmark for the success of farmers in distributing their products so as to support the increase in the level of profit obtained. The aim of this study is to evaluate the opportunity of applying simple aeration technology on the transportation of closed short-range shrimp benur, bioeconomic aspect and oxygen consumed/post larvae. The method in this study is divided into several series, the first weighing weight of the benur is post larvae 10 with average a weight of 0,0026 ± 0,0021 g/larvae. The second is the preparation of raw water with aeration or bubbling type aeration technology. The third is by providing benur with research treatment into plastic bags and the last is short distance transportation process. The treatment applied is 200 post larvae/bag, 400 larvae/bag and 600 larvae/bag with a volume of 450 ml. The results showed that all treatments do not differ significantly both in terms of water quality, oxygen consumption rate and survival rate (sintasan), but in the bioeconomic count of treatment with a density of 600 larvae/bags in 450 ml of water showed the largest net profit of Rp45 753 000 compared to other treatments in the value of the profit including bonuses of a number of larvae if there is a death of larvae during the trip.

ABSTRAK
Kepadatan dalam budidaya udang erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan oksigen terlarut, hal ini bisa diatasi salah satunya melalui teknologi aerasi untuk meningkatkan oksigen terlarut pada perairan. Kegiatan ekonomi berupa pengemasan benur udang juga menjadi hal penting karena keselamatan benur ke konsumen menjadi tolak ukur keberhasilan pembudidaya dalam mendistribusikan produknya sehingga dapat mendukung kenaikan level keuntungan yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi peluang penerapan teknologi aerasi sederhana pada transportasi tertutup benur udang jarak pendek, aspek bioekonomi dan kebutuhan oksigen yang dikonsumsi/ekor benur udang. Metode dalam penelitian ini terbagi dalam beberapa rangkaian, pertama penimbangan bobot benur yakni post larvae 10 dengan bobot 0,0026 ± 0,0021 g/ekor. Kedua yakni persiapan air baku dengan teknologi aerasi jenis gelembung atau bubbling. Ketiga yakni dengan penyediaan benur dengan perlakuan penelitian ke dalam kantong plastik dan terakhir yakni proses transportasi jarak pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata baik dari segi kualitas air, tingkat konsumsi oksigen maupun tingkat kelangsungan hidup (sintasan), namun pada hitungan bioekonomi perlakuan dengan kepadatan 600 ekor/kantong dalam 450 ml air menunjukkan keuntungan bersih terbesar yakni Rp45 753 000 dibandingkan perlakuan lainnya yang didalam nilai laba tersebut sudah termasuk bonus sejumlah benur jika ada kematian benur selama di perjalanan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Henry Kasmanhadi Saputra, Sekolah Vokasi, IPB University

Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya

Muhammad Subhan Hamka, Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu

Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar

Published
2021-09-18