PENGARUH KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BANTEN

Stannia Cahaya Suci, Alla Asmara

Abstract

Fiscal decentralization aims to improve regional finance independency and reduce the fiscal dependency of central government. However, in practice, there are many areas that still rely on the assistance central finance for their regional development. This research aims to discuss the development of regional finance independency and analyze the influence of regional finance independency on economic growth in Banten Province. This research uses descriptive method and panel data on 6 (six) regencies and cities in Banten Province at 2001-2011. The results showed the significantly positive effect of regional finance independency on economic growth and significantly negative effect of balance fund’s ratio on economic growth.

Key words: local revenue, economic growth, panel data

References

Akai, N dan Sakata M. 2002. Fiscal Decentralization Contributes To Economic Growth: Evidence From State-Level Cross-Section Data for The United States. Journal of Urban Economics. 52(2002): 93- 108.

Anonim. 2013. Dasar Hukum Jenis Pajak Daerah Dan Restribusi. www. www.djpk.depkeu.go. id/document. php/document/article/108/73/. Diakses tanggal 14 Februari 2013.

Arief, S. 1993. Metodologi Penelitian Ekonomi. Penerbit Universitas Indonesia (UI- Press). Jakarta

[BPPD] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2012. Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun 2012-2017. Serang (ID): BPPD.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Provinsi Banten dalam Angka Berbagai Edisi. Serang (ID): BPS.

[BPS]. Badan Pusat Statistik. 2008. Analisis dan Penghitungan Tingkat Kemiskinan 2008, katalog BPS: 3205015. Jakarta (ID): BPS

Dartanto, T dan Brodjonegoro B. 2003. Dampak Desentralisasi Fiskal di Indonesia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Disparitas Antar Daerah: Analisa Model Makro Ekonometrik Simultan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia. 4(1): 17-38.

Davoodi, H dan Zou H. 1998. Fiscal decentralization and economic growth: a cross-country study. Journal of Urban Economics. 43(2):244-245.

Enceng, Liestyodo, BI dan Purwaningdyah, MW. Desentralisasi Fiskal Penerimaan Keuangan Daerah. J Ilmu Administrasi Negara. 12(1):1-73.

Mankiw, NG. 2007. Makroekonomi Edisi Keenam. Penerbit Erlangga. Jakarta

Oates, WE. 1999. An Essay on Fiscal Federalism. Journal of Economic Literature. 1999(37): 1120-1149

[RI]. Republik Indonesia. 1999. UndangUndang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta (ID): RI

[RI]. Republik Indonesia. 1999. UndangUndang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Jakarta (ID): RI

[RI]. Republik Indonesia. 2004. UndangUndang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta (ID): RI

[RI]. Republik Indonesia. 2004. UndangUndang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Jakarta (ID): RI.

Samimi AJ, Lar SKP, Haddad GK, Alizadeh M. 2010. Fiscal Decentralization and Economic Growth in Iran. Australian Journal of Basic and Applied Sciences. 4(11): 5490-5495.

Tibeout, CM. 1961. An Economic Theory of Fiscal Decentralization. National Bureau of Economiz Research. 1961: 79-96

Todaro, P dan Smith SC. 2006. Pembangunan Ekonomi edisi kesembilan. Penerbit Erlangga. Jakarta

Zhang T dan Zou HF. 1996. Fiscal Decentralization, Public Spending And Economic Growth in China. Policy Research Working Paper. 1608

Authors

Stannia Cahaya Suci
jekp@apps.ipb.ac.id (Primary Contact)
Alla Asmara
SuciS. C., & AsmaraA. (2014). PENGARUH KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BANTEN. JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN, 3(1), 8-22. https://doi.org/10.29244/jekp.3.1.2014.8-22

Article Details