JIPI
Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Produksi Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Berdasarkan Perbedaan Jarak Tanam dan Bobot Bibit di Tambak Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan

  • Norma Aprilia Fanni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Islam Lamongan, Jl. Veteran no. 53 A Lamongan 62211
  • Agung Pamuji Rahayu Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Islam Lamongan, Jl. Veteran no. 53 A Lamongan 62211
  • Endah Sih Prihatini Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Islam Lamongan, Jl. Veteran no. 53 A Lamongan 62211

Abstract

This study aims to determine the highest production of planting Gracilaria verrucosa wich is cultivated in the ponds of Tlogosadang Village, Paciran Sub-District, Lamongan District by treating different spacings and initial seed weights. The cultivation method used was longline with a distance of 25 cm between longlines. The treatments were given in the form of spacings of 10 cm, 20 cm, and 30 cm, while the treatments of seed weights were 50 g, 100 g, and 150 g. Treatments were carried out in a pond measuring 20x5 m with a water depth between 90-102 cm depending on the tides. Sampling was conducted every 7 days for 50 days of maintenance by weighed, controlled, and measurement water quality. Before planting seaweed, pond preparation were carried out which included drying, liming, fertilizing to filling the water. This study used a Completely Randomized Factorial (CRF) Design consisted of two factors, namely spacing and seed weight, each with three levels. Data analysis used One-Way ANOVA showed that the treatment of spacing and seed weight gave a very significant difference (P <0.01), so it was continued with the Orthogonal Polynomial Test to see trends. The test results showed that the highest seaweed production was found at a spacing of 20 cm and a seed weight of 50 g, namely 2423.7 g/m. The water quality as a support for the growth of seaweed measured during the study showed that the waters ware classified as good and suitable for the cultivation of Gracilaria verrucosa seaweed.

 

Keywords: Gracilaria verrucosa, longline, seaweed, seed weight, spacing

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alifatri LO. 2012. Laju pertumbuhan dan kandungan agar Gracilaria verrucosa dengan perlakuan bobot bibit terhadap jarak tanam di tambak balai layanan usaha produksi perikanan budidaya Karawang, Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor (ID): Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Amir MR. 2019. Studi kelayakan tambak untuk budidaya rumput laut (Gracilaria sp) di Desa Panyiwi Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. Jurnal Environmental Science. 1(2): 2843. https://doi.org/10.35580/jes.v1i2.9061

Annas H, Cokrowati N, Marzuki M. 2019. Gracilaria verrucosa growth rate Cultivated using bottom off method. Proceeding. 030009. https://doi.org/ 10.1063/1.5115613

Asmi, Subekti S, Alamsjah MA. 2013. Kolerasi pertumbuhan dan kandungan karaginan Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spinosum dengan jarak penempatan rakit apung yang berbeda di Desa Grujugan Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 5(2): 217222. https://doi.org/10.20473/j ipk.v5i2.11412

Asni A. 2015. Analisis produksi rumput laut (Kappaphycus alvarezii) berdasarkan musim dan jarak lokasi budidaya di perairan Kabupaten Bantaeng. Jurnal Akuatika. 6(2): 140153.

Azizah MN, Rahman A, Balubi AM. 2018. Pengaruh jarak tanam bibit yang berbeda terhadap kandungan agar rumpu laut (Gracilaria verrucosa) menggunakan metode longline di tambak. Jurnal Media Akuatika. 3(1): 556563.

Darmawati A, Niartiningsih R, Syamsuddin R, Jompa J. 2016. Analisis kandungan karotenoid rumput laut Caulerpa sp. yang dibudidayakan di berbagai jarak dan kedalaman. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UNMAS, Denpasar, Bali (ID): 2930 Agustus 2016.

Desy AS, Izzati M, Prihastanti E. 2016. Pengaruh jarak tanam pada metode longline terhadap pertumbuhan dan rendemen agar Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss. Jurnal Biologi. 5(2): 1122.

Ismail A, Tuiyo R, Mulis. 2015. Pengaruh berat bibit awal berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii di perairan Teluk Tomini. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 3(4): 137141.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2020. Di tengah wabah covid-19 KKP optimis ekspor rumput laut terus berjalan. Siaran Pers [Internet]. [diunduh 01 Januari 2021]. Tersedia pada : https://kkp.go.id/ artikel/19004-di-tengah-wabah-covid-19-kkp-optimistis-ekspor-rumput-laut-terus-berjalan.

Kotta R. 2020. Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezi menggunakan metode budidaya long line pada kedalaman berbeda terhadap peningkatan berat bibit. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan. 3(1): 4658. https://doi.org/10.33387/jikk.v3i1.1860

Mudeng JD, Kolopita MEF, Rahman A. 2015. Kondisi lingkungan perairan pada lahan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Jayakarsa Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Budidaya Perairan. 3(1): 172186. https://doi.org/10.35800/ bdp.3.1.2015.6941

Patty SI, Arfah H, Abdul MS. 2015. Zat hara (fosfat,nitrat), oksigen terlarut dan pH kaitannya dengan kesuburan di Perairan Jikumerasa, Pulau Buru. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 1(8): 4350. https://doi.org/10.35800/jplt.3.1.2015.9578

Pongarrang D, Abdul R, Wa I. 2013. Pengaruh jarak tanam dan bobot bibit terhadap pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) menggunakan metode vertikultur. Jurnal Mina Laut Indonesia. 3(12): 94112.

Pong-Masak PR, Asaad AIJ, Hasnawi, Pirzan AM,Lanuru M. 2010. Analisis kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya rumput laut di Gusung Batua, Pulau Badi Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jurnal Riset Akuakultur. 5(2): 299316. https://doi.org/10.15578/jra.5.2.2010. 299-316

Priono B. 2013. Budidaya rumput laut dalam upaya peningkatan industrialisasi perikanan. Media Akuakultur. 8(1): 18. https://doi.org/10.15578/ ma.8.1.2013.1-8

Putra BD, Aryawati R, Isnaini. 2011. Laju pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. dengan metode penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan. Maspari Journal. 3: 3641.

Risnawati, Kasim M, Haslianti. 2018. Studi kualitas air kaitannya dengan pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) pada rakit jaring apung di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan. 4(2): 155164.

Soelistyowati DT, Murni IAAD, Wiyoto. 2014. Morfologi Gracilaria spp. yang dibudidaya di Tambak Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong. Jurnal Akuakultur Indonesia. 13(1): 94104. https:// doi.org/10.19027/jai.13.94-104

Sugiarto HQ. 2011. Wilayah budidaya rumput laut di Kecamatan Sumur, KabupatenPandeglang. [Skripsi]. Depok (ID): Universitas Indonesia.

Sunarto. 2009. Pertumbuhan Gracilaria dengan jarak tanam berbeda di tambak. Jurnal Akuakultur Indonesia. 8(2): 157160. https://doi.org/ 10.19027/jai.8.157-161

Susilowati T, Rejeki S, Dewi EN, Zulfitriani. 2012. Pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cottonii) yang dibudidayakan dengan metode longline di Pantai Mlonggo, Kabupaten Jepara. Jurnal Saintek Perikanan.8 (1): 712.

Waluyo, Permadi A, Fanni NA, Soedrijanto, A. 2019. Analisis kualitas rumput laut Gracilaria verrucosa di tambak Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jurnal Grouper. 10(1): 3241. https://doi.org/10.30736/ grouper.v10i1.50

Widiastuti IM. 2011. Produksi G. verrucosa yang dibudidayakan di tambak dengan berat bibit dan jarak tanam yang berbeda. Jurnal Agrisains. 12(1): 5762.

[WWF] World Wildlife Fund. 2014. Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp. di Tambak. Jakarta (ID): WWF Indonesia.

Yulistiana U, Damayanti AA, Cokrowati N. 2020. Pertumbuhan Gracilaria sp. yang dibudidayakan pada tambak di Bajo Baru Dompu. Rekayasa. 13(3): 212218. https://doi.org/10.21107/ rekayasa.v13i3.9013

Published
2021-04-29
How to Cite
Norma Aprilia Fanni, Agung Pamuji Rahayu, & Endah Sih Prihatini. (2021). Produksi Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Berdasarkan Perbedaan Jarak Tanam dan Bobot Bibit di Tambak Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 26(2), 177-183. https://doi.org/10.18343/jipi.26.2.177