Perencanaan Penggunaan Lahan Berbasis Sumber Daya Air di Hulu DAS Cisadane

  • Fulki Dwiyandi Araswati Sekolah Pascasarjana, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
  • Kukuh Murtilaksano Pengelolaan Daerah Alliran Sungai, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
  • Yayat Hidayat Pengelolaan Daerah Alliran Sungai, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Abstract

Perubahan penggunaan lahan adalah salah satu penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Perubahan penggunaan lahan ini sejalan dengan perkembangan wilayah dan laju pertumbuhan penduduk pada suatu daerah yang akan menyebabkan kebutuhan air terus meningkat. Daerah aliran sungai (DAS) Cisadane Hulu merupakan sumber air baku bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor, baik untuk kegiatan domestik maupun nondomestik sehingga perlu dipertahankan fungsi hidrologisnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji ketersediaan dan kebutuhan air, mengkaji neraca air di DAS Cisadane Hulu, serta menyusun rekomendasi perencanaan pengelolaan lahan yang optimal. Penelitian dilaksanakan di DAS Cisadane Hulu pada tahun 2019. Analisis kebutuhan air menggunakan SNI 19-6728.1-2002 dan metode FJ Mock digunakan untuk mengetahui ketersediaan air serta penyusunan skenario perencanaan penggunaan lahan dalam memprediksi total limpasan. Terdapat enam skenario yang diterapkan yang meliputi 1) Penggunaan lahan eksisting pada tahun 2018, 2) Penggunaan lahan sesuai RTRW Provinsi Jawa Barat, 3) Rencana teknik rehabilitasi hutan dan lahan (RTk-RHL), 4) Implementasi fungsi kawasan hutan di Hulu DAS Cisadane, 5) Kombinasi antara skenario 2, 3, dan 4, dan 6) Aplikasi teknik agroforestry pada lahan pertanian/perkebunan berlereng curam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air di Daerah Tangkapan Air (DTA) Cianteun adalah sebesar 108.952.291 m3/tahun dan di DTA Cisadane Hulu sebesar 308.733.311 m3/tahun, serta ketersediaan air berdasarkan debit andalan periode 10 tahun di DTA Cianteun sebesar 248.584.986 m3/tahun dan di DTA Cisadane Hulu sebesar 301.882.316 m3/tahun. Hasil neraca air membuktikan bahwa ketersediaan air pada DTA Cianteun mengalami surplus sebesar 139.632.695 m3/tahun, sedangkan pada DTA Cisadane Hulu mengalami defisit sebesar -6.850.995 m3/tahun.

 

Kata kunci: kebutuhan air, ketersediaan air, limpasan total, skenario perencanaan penggunaan lahan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahsoni MA. 2008. Perencanaan Penggunaan Lahan Berkelanjutan di Sub DAS Cisadane Hulu. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

BPS Badan Pusat Statistik. 2018. Kota Bogor Dalam Angka Tahun 2018. Bogor (ID): BPS Kota Bogor.

BPS Badan Pusat Statistik. 2018. Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2018. Bogor (ID): BPS Kota Bogor.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan, 1985. Pedoman Perkiraan Tersedianya Air. Keputusan Direktur Jenderal Pengairan No. 71/KPTS/A/1985 Tanggal 5 Maret 1985. Jakarta (ID).

Fakhrurrazi F. 2012. Analisis Ketersediaan Air DAS Asam-asam Dengan Menggunakan Debit Hasil Perhitungan Metode Mock. Jurnal Poros Teknik. 4(2): 5764.

Fitriati U, Novitasari N, Rusdiansya A, Rahman, A. 2015. Studi Imbangan Air Pada Daerah Irigasi Pitap. Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil. 4(1). https://doi.org/ 10.35139/cantilever.v4i1.9

Indarto. 2010. Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Jakarta : Bumi Aksara

Kodoatie RJ, Sjarief R. 2010. Tata Ruang Air. Yogyakarta (ID): Andi Offset.

Mock FJ. 1973. Land Capability Appraisal Indonesia.. Bogor(ID): Water Avaibility Apprasial Report Prepared for the Land Capability Apprasial Project.

Motovilov YG, Gottschalk L, Engeland K, Rodhe A. 1999. Validation of a Distributed Hydrological Model Against Spatial Observations. Elsevier Agricultural and Forest Meteorology. 98: 257277. https:// www.sciencebase.gov/catalog/item/50540573e4b097cd4fcfb133

Muis AB. 2017. Model Perencanaan Penggunaan Lahan Untuk Konservasi Sumber daya Air Di DAS Krueng Aceh. Tesis Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Noerhayati E.2015. Model Neraca Air Daerah Aliran Sungai dengan MINITAB. Malang (ID): Universitas Islam Malang

Nugroho R, Adi, Setiawan O. 2009. Analisi kekritisan hidrologi daerah aliran sungai untuk perencanaan pengelolaan DAS. Makalah Hasil Litbang Teknologi Pengelolaan DAS dalam Upaya Pengendalian Banjir dan Erosi sedimen. Solo (ID): Balai Penelitian Kehutanan.

Popi R. 2011. Pengembangan Model Alokasi Air untuk Mendukung Optimal Water Sharing: Kasus DAS CicatihCimandiri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat disertasi. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Serageldin I, Steer A. 1994. Making development sustainable: from concepts to action. The World Bank. https://elibrary.worldbank.org/doi/abs/ 10.1596/0-8213-3042-X https://elibrary.worldbank.org/doi/abs/10.1596/0

Sari IK., Limantara LM, Priyantoro D. 2012. Analisa ketersediaan dan kebutuhan air pada DAS Sampean. Jurnal Teknik Pengairan. 2(1): 2941.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2002. Penyusunan neraca sumber daya Bagian 1: Sumber daya air spasial. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta (ID): SNI 19-6728.1-2002.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 20015. Penyusunan neraca sumber daya Bagian 1: Sumber daya air spasial. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta (ID): SNI 6728.1-2015.

Tunas IG. Optimasi Parameter Model Mock Untuk Menghitung Debit Andalan Sungai MIU. Jurnal SMARTek. 5(1): 4048.

Published
2021-06-28
How to Cite
AraswatiF. D., MurtilaksanoK., & HidayatY. (2021). Perencanaan Penggunaan Lahan Berbasis Sumber Daya Air di Hulu DAS Cisadane. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 26(3), 343-353. https://doi.org/10.18343/jipi.26.3.343