Malasseziosis dan otitis eksterna bersamaan pada seekor pug senior

dermatitis otitis anjing pug Malassezia

Penulis

  • Ni Made Santi Rahayu Adiari
    sntirhyu08@student.unud.ac.id
    Veterinary Professional Program, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Bali, Indonesia, Indonesia
  • Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Veterinary Internal Medicine Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Bali, Indonesia, Indonesia
  • Sri Kayati Widyastuti Veterinary Internal Medicine Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Bali, Indonesia, Indonesia
Figure 2. Cytological findings in a pug with malasseziosis and otitis externa: (A) skin sample before treatment showing >8 Malassezia yeasts per field; (B) skin sample after treatment showing 1 Malassezia yeast per field; (C) ear swab before treatment showing >10 Malassezia yeasts and cocci bacteria per field; (D) ear swab after treatment show-ing 4 Malassezia yeasts with no cocci bacteria (1000×).

Dermatitis adalah gangguan kulit yang umum pada anjing, disebabkan oleh berbagai faktor termasuk jamur, ektoparasit, bakteri, dan penyakit metabolik. Laporan kasus ini menjelaskan seekor anjing pug jantan berusia 7 tahun dengan dermatitis yang berhubungan dengan infeksi Malassezia dan otitis eksterna bersamaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan Malassezia. Anjing tersebut menunjukkan tanda-tanda klinis, termasuk pruritus, eritema, skuama, hiperpigmentasi, likenifikasi, bau tak sedap, bulu berminyak, dan keluarnya cairan telinga yang basah dan berbau tak sedap. Analisis sitologi sampel kulit dan telinga, yang dilakukan menggunakan preparat pita asetat dan usap telinga, menunjukkan adanya ragi Malassezia dan bakteri berbentuk kokus. Evaluasi hematologi menunjukkan anemia normositer normokromik. Berdasarkan temuan ini, anjing tersebut didiagnosis dengan Malasseziosis dan otitis eksterna bakteri-Malassezia. Regimen terapi komprehensif diterapkan, meliputi ketokonazol antijamur oral, sampo sebazol, tetes telinga otikon, metilprednisolon antiinflamasi, antihistamin klorfeniramin maleat, dan suplementasi suportif dengan multivitamin (Livron B-plex) dan minyak ikan. Setelah 21 hari pengobatan, perbaikan klinis yang signifikan diamati, menunjukkan efikasi pendekatan terapi multimodal ini.

Cara Mengutip

1.
Adiari NMSR, Putriningsih PAS, Widyastuti SK. Malasseziosis dan otitis eksterna bersamaan pada seekor pug senior. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Aug. 1 [cited 2026 Jun. 9];9(3):71-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/62988

Diagnosa dan penanganan Ehrlichiosis pada seekor anjing Pug

Desak Gede Bintang Pradnya Dewanti, I Putu Gede Yudhi Arjentinia, I Nyoman Suartha