Gender Analysis Of Village Agribusiness Development Program (Case Dry-Area Farming Village Agribusiness Development Program Participants in Cikarawang Village, District Dramaga, Bogor Regency, West Java)

  • Pulung Anggi Yuwono
  • Nuraini W. Prasodjo

Abstract

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan strategi untuk mengatasi kemiskinan
dan membuat usahatani di desa, mengurangi kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, serta kesenjangan di antara sub-sektor. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui tingkat akses, kontrol dan manfaat yang dinikmati peserta program dari komponen program pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) (permodalan, pelatihan dan pendampingan), (2) menganalisis tingkat kesetaraan  gender dalam hal akses, kontrol manfaat yang dinikmati dari komponen program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) (permodalan, pelatihan dan pendampingan), dan (3) menganalisis hubungan antara karakteristik individu dan rumah tangga peserta dengan tingkat akses, kontrol dan manfaat yang dinikmati dari komponen program pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) (permodalan, pelatihan dan pendampingan). Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dalam bentuk survei dan didukung dengan data kualitatif. Analisis gender adalah upaya untuk mengidentifikasi dan memahami pola pembagian kerja, distribusi otoritas (keputusan mengambil pola) antara laki-laki dan perempuan, baik pola hubungan sosial, dan pengaruh atau manfaat dari kegiatan pembangunan untuk pria dan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik rumah tangga (luas lahan kering yang dikuasai) berhubungan nyata/signifikan (secara  negatif) dengan tingkat akses dari komponen program  PUAP. Hal ini berarti bahwa semakin sempit lahan kering yang dikuasai maka akan semakin akses terhadap program PUAP. Karakteristik rumah tangga (status ekonomi rumah tangga) berhubungan nyata/signifikan (secara positif) dengan tingkat kontrol dari komponen program  PUAP. Hal ini berarti bahwa semakin kaya (tidak miskin) maka semakin kontrol terhadap program PUAP. Individual karakteristik (tingkat pendidikan formal dan luas lahan kering yang dikuasai) tidak memiliki korelasi yang nyata/signifikan dengan tingkat akses, kontrol, dan manfaat menikmati komponen program dari PUAP. Karakteristik rumah tangga (luas lahan kering yang dikuasai) tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan tingkat kontrol dan menikmati manfaat dari komponen program PUAP. Selain itu, karakteristik rumah tangga (status ekonomi rumah tangga) tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan tingkat akses dan menikmati manfaat dari komponen program PUAP.
Kata kunci: Analisis Gender, Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan
Published
2015-05-15
Section
Articles