Vol 7, No 2 (2010)

Desember 2007, Presiden Susilo Bambang Yudoyono mencanangkan semua orangutan di pusat rehabilitasi harus dikembalikan ke habitat alami mereka paling lambat pada tahun 2015. Apabila hal tersebut akan dilaksanakan, maka sudah sepatutnya habitat alaminya perlu dijaga, agar masih dapat menjadi habitat yang akan mendukung kehidupan orangutan tanpa diancam kerusakan karena perbuatan manusia.
Hasil-hasil penelitian yang dapat membantu memberi informasi kebutuhan pakan dan habitat yang cocok untuk orangutan di alam telah banyak dilakukan. Namun, masalah semakin sempitnya habitat orangutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Hal ini merupakan tugas penting semua pihak dan masyarakat yang mencintai keberadaan orangutan, serta satwa primata Indonesia yang populasinya terus menurun.
Upaya inventarisasi populasi satwa primata  yang dilindungi merupakan informasi penting untuk pengembalian langkah-langkah kebijakan konservasi. Demikian pula upaya mencari teknik-teknik penangkaran satwa primata melalui pengenalan tingkah laku dan jenis pola makannya menjadi penting untuk dapat dilakukan pengembangbiakan di luar habitat aslinya.

Table of Contents

Articles

Dede Aulia Rahman
PDF
Arif Setiawan, Yohannes Wibisono, Tejo Suryo Nugroho, Ika Yuni Agustin, Mohamad Ali Imron, Satyawan Pudyatmoko, Djuwantoko .
PDF
Fitriah Basalamah, Achi Zulfa, Dewi Suprobowati, Devi Asriana, Susilowati ., Agnes Anggraeni, Rahmalia Nurul
PDF
Didik Prasetyo, Jito Sugardjito
PDF
Walberto Sinaga, Dewi Apri Astuti, Entang Iskandar, Wirdateti ., Joko Pamungkas
PDF