Analisis Kecamatan Prioritas untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana di Kawasan Pasca Tambang Timah Kabupaten Bangka Selatan

Fahri Setiawan

Abstract


Tin-mining has raised the local economy and income of South Bangka Selatan Regency, thus should have contributed to the development of infrastructure around tin-mine areas in the province. Positive impacts of tin-mining to infrastructure have not always been received by area around the tin-mine. The aim of this research is to determine priority districts for infrastructure development at post tin-mine areas in South Bangka Regency. The methods of the research were on-screen digitation, Scalogram and TOPSIS. The results of research shows that the land area of post tin-mine in South Bangka Regency covers 11,224.8 hectares, with Toboali District as the widest (5,053.3 hectares). Districts with the the most number of villages in hierarchy 1 was Toboali District (4 villages), while in hierarchy 3 was Air Gegas District (6 villages). Tin-mining has not always given positive effects to the development of regional infrastructure around tin-mine areas. Villages at Air Gegas Village and Toboali District are the priorities of infrastructure development, thus infrastructure development around tin-mining areas will be done equitable and gradually to resolve limited fund for future.


Keywords


district; infrastructure; priority; tin-mine area

Full Text:

PDF

References


Alif, M.R. (2014). Privatisasi BUMN dan Otonomi Daerah dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia. JHP., 44 (3), 406-434.

Anandita, A., Soeaidy, M.S., & Hadi, M. (2013). Pelaksanaan Pembangunan Sarana Prasarana Lingkungan Sebagai Wujud Program Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Dinoyo Kota Malang. JAP., 1 (5), 853-861.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Selatan. (2017). Bangka Selatan dalam Angka 2017, 262-268.

Chen, S.J., & Hwang, C.L. (1992). Fuzzy Multiple Attribute Decision Making: Methods and Apllications, 38-39. Springer-Verlag.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2014). Inventarisasi Kerusakan Lingkungan (Lahan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, III.104-III.105. DLH BABEL.

Ehlers, M. (1991). Multisensor Image Fusion Techniques in Remote Sensing. ISPRS., 46, 19-30.

Gasali, M., & Surya, M.R.Z. (2016). Public Private Partnership sebagai Sumber Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Selain APBN/ APBD di Kabupaten Indragiri. J. Bappeda., 2 (3), 178-185.

Gulo, Y. (2015). Identifikasi Pusat-pusat Pertumbuhan dan Wilayah Pendukungnya dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Nias. Widyariset., 18 (1), 37-48.

Henny, C. (2011). Bioakumulasi Beberapa Logam Pada Ikan di Kolong Bekas Tambang Timah di Pulau Bangka. Limnotek., 18 (1),83-95.

Hidayah, N., & Setiyawati, H. (2014). Pengaruh Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Lansung di Provinsi Jawa Tengah. J. Akutansi., 18 (1), 45-58.

Hidayat, W., Rustiadi, E., & Kartodihardjo, H. (2014). Dampak Sektor Pertambangan terhadap Perekonomian Wilayah di Kabupaten Luwu Timur. J. Economica., 10 (1), 65-80.

Indra, C.A. (2014). Implikasi Terbitnya Regulasi tentang Pertimahan terhadap Dinamika Pertambangan Timah Ikonvensional di Pulau Bangka. J. Society., 2 (1), 26-41.

Junaedy. (2015). Pengaruh Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran dan Luas Wilayah, Terhadap Belanja Modal. Future., 2 (2), 58-78.

Kurniasih, D. (2005). Model Skala Prioritas Pembangunan Kota Bandung Berbasis Good Governance. Makara Sosial Humaniora., 9 (2), 72-83.

Machmud, S. (2015). Kajian Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility sebagai Alternatif Sumber Pembiayaan Pembangunan Daerah. J. Ekonomi, Bisnis dan Entreprenuership. 9 (1):29-44.

Nurzen, M., & Riharjo, I.B. (2016). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal. J. Ilmu dan Riset Akuntansi., 5 (4), 1-16.

Olson, D.L. (2004). Comparison of Weights in TOPSIS Models. Mathematical and Computer Modelling., 40 (2004), 721-727.

Panuju, D.R, &Rustiadi, E. (2013). Teknik Analisis Perencaaan Pengembangan Wilayah, 32-45. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Rahmadi, S. (2014). Peningkatan Belanja Modal dan Hubungannya terhadap Peningkatan Belanja Aset dan PAD Provinsi Jambi. J. Paradigma Ekonomika., 9 (1), 22-40.

Sadik, J. (2016). Keragaan Relatif dan Karakteristik Perkembangan Kecamatan di Kabupaten Bangkalan. Media Trend., 11 (1), 20-34.

Seto, S.H. (2005). Menggagas Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Melalui Obligasi Syariah. J. Akutansi dan Keungan Indonesia., 2 (1), 58-7.

Sembanyang, L.K.B. (2011). Analisis Keterkaitan Ketersediaan Infrastruktur dengan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia: Pendekatan Analisis Granger Causality. Jejak., 4 (1), 14-22.

Silva, J.M.C., & Wheeler, E. (2017). Ecosystems as Infrastructure. Perspective in Ecology and Conservation., 15, 32-35.

Sojoodi, S., Zonuzi, F.M., & Nia, N.MA. 2012. The Role of Infrastructure in Promoting Economic Growth in Iran. IER., 16 (32), 111-132.

Subiman, N.L., & Resosudarmo, B.P. (2010). Pembangunan Berkelanjutan: Peran dan Kontribusi Emil Salim. Tambang untuk Kesejahteraan Rakyat : Konflik dan Usaha Penyelesainnya, I.J. Azis, L.M. Napitupulu, A.A. Patunuru, B.P. Resosudarmo, Ed.,426-449 ch.3. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Suhendra, M. (2017). Penyediaan Infrastruktur dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (Public Private Partenrship) di Indonesia. MKP., 1 (1), 41-46.

Sukarman, & Gani, R.A. (2017). Lahan Bekas Tambang Timah di Pulau Bangka dan Belitung, Indonesia dan Kesesuaiannya untuk Komoditas Pertanian. J. Tanah dan Iklim., 41 (2), 21-33.

Susantono, B., & Berawi, M.A. (2012). Perkembangan Kebijakan Pembiayaan Infrastruktur Transportasi Berbasis Kerjasama Pemerintah Swasta di Indonesia. J. Transportasi. 12 (2), 93-102.

Suseno, D.A., & Sunarto, S.T. (2016). Analisis Perencanaan Pembangunan Desa Berbasis Undang-undang Desa No 6 Tahun 2014 di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. J. STIE Semarang., 8 (2), 122-137.

Wang, J.W., Cheng, H.C.,& Cheng, H.K. (2006). Fuzzy Hierarchical TOPSIS for Supplier Selection. Apllied Soft Computing., 9 (2009), 377-386.

Warman. (2012). Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Daerah Penambangan Batu Bara PT. Indomico Mandiri di Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kertanegara dan Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. J. Kinerja., 9 (2), 15-24.

Wardhana, A., Juanda, B., Siregar, H., & Wibowo, K. (2013). Dampak Transfer Pemerintah Pusat terhadap Penurunan Ketimpangan Pendapatan di Indonesia. Sosiohumaniora., 15 (2), 111-118.

Zulkarnain, I., Pudjiastuti, T.N., Saidi, A.,& Mulyaningsih, Y. (2005). Konflik di Kawasan Pertambangan Timah Bangka Belitung : Persoalan dan Alternatif Solusi, 150-165. LIPI Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.29244/jp2wd.2018.2.1.23-33

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Journal of Regional and Rural Development Planning

________________________

Journal of Regional and Rural Develeopment Planning (JP2WD)
Center for Regional System Analysis, Planning and Development (Crestpent), LPPM  IPB
Kampus IPB Baranangsiang, Jalan Raya Pajajaran, Bogor 16127, Indonesia
Telp./fax: +62-251-8359072
Email: jp2wd@apps.ipb.ac.id / journal.p2wd@gmail.com 

Creative Commons License

JP2WD is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.