INFLUENCE OF MATERIAL DENSITY AND STEPWISE INCREASE OF PRESSURE AT STEAM DISTILLATION TO THE YIELD AND QUALITY OF CAJUPUT OIL

  • Dwi Setyaningsih, Laras Sukmawati, dan Semangat Ketaren TIP

Abstract

ABSTRACT

 

Penyulingan uap pada minyak kayu putih biasa dilakukan dengan tekanan konstan. Penelitian ini membandingkan hasil dan mutu minyak kayu putih dari penyulingan dengan tekanan uap konstan dengan peningkatan tekanan bertahap.  Kepadatan bahan selama penyulingan juga harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi hasil minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepadatan bahan pada penyulingan uap dengan kenaikan tekanan bertahap terhadap hasil dan mutu minyak.  Diharapkan diperoleh hasil yang tinggi dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Penyulingan dilakukan dengan 3 tingkat kepadatan bahan yaitu 0,20; 0,25, and 0,30 kg/L selama 3.5 jam dengan tekanan awal sebesar 0 bar (pressuregauge)  selama 1,5 jam, dilanjutkan dengan 0,5 bar selama 1 jam dan 1 bar pada satu jam terakhir. Rendemen yang diperoleh dari penyulingan tekanan tetap adalah   0,8% dan untuk penyulingan tekanan bertahap berkisar antara   0,79% sampai 0,98%. Kepadatan bahan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, indeks refraksi dan    specific gravity,  namun hanya mempengaruhi rotasi optik. Kenaikan tekanan uap bertahap mempengaruhi karakteristik minyak kayu putih. Kadar sineol  sebesar  60,48%  terdapat pada fraksi dengan tekanan  0 bar, 10,08%  pada fraksi dengan tekanan    0,5 bar dan    1,47%  pada fraksi dengan tekanan  1 bar. Minyak kayu putih dari  penyulingan dengan  tekanan  konstan  hanya mengandung sineol sebesar  35,70% Komponen utama minyak kayu puti adalah sineol, α-terpineol, trans-kariofilen, viridiflorol, limonen, α-humulen α-selinen, dan β-selinen.

Kata kunci: penyulingan uap, minyak kayu putih, kepadatan bahan, kenaikan tekanan uap bertahap

Published
2014-10-30